Bung Karno, Cermin Karakter Command

Sebulan setelah kemerdekaannya Indonesia, tepatnya pada tanggal 19 September 1945, orang-orang berkumpul di lapangan IKADA untuk merayakan kemerdekaan RI. Perkumpulan itu berawal dari kabar burung dari mulut ke mulut. Pengawalan ketat dilakukan Jepang karena merasa kegiatan ini ilegal dan berpeluang menjadi "people power."
Tanpa pengawalan, Ir. Soekarno datang ke lapangan IKADA, kemudian berorasi tak lebih dari 5 menit.
"Percayalah rakyat kepada pemerintah Republik Indonesia. Kalau saudara-saudara memang percaya kepada pemerintah Republik yang akan mempertahankan proklamasi kemerdekaan, walaupun dada kami dirobek-robek, kami tetap akan mempertahankan Negara Republik Indonesia. Maka berilah kepercayaan itu kepada kamu dengan cara patuh dan juga disiplin terhadap perintah-perintah yang diberikan.
pulanglah dengan tenang, tinggalkan rapa ini sekarang juga dengan tertib dan teratur. Tunggulah berita dari pemimpin-pemimpin di daerah kalian masing-masing, sekarang bubarlah.”
Terlihat betapa Soekarno memiliki pengaruh yang luar biasa, karena bakat Command yang menjadi anugerah Tuhan untuk dirinya.
Orang dengan bakat Command memang sangat suka memimpin dan membuat keputusan dan bisa dilakukannya dengan spontan. Terkesan bossy, tapi memang seperti itulah dia, suka mendominasi dan memaksakan kehendaknya. Tak jarang orang lain melihatnya sebagai sosok yang keras dan tegas.
Di sisi lain, orang-orang dengan karakter ini adalah sosok yang berani bertatap muka langsung, serta mengambil alih tanggung jawab. Kemampuan terkuatnya adalah mengoordinir dan mengatur orang lain.
Ir. Soekarno dikenal sebagai Founding Father Indonesia. Dididik di bawah asuhan Guru Tokoh Bangsa, HOS Tjokroaminoto, Soekarno banyak belajar tentang kepemimpinan dan bagaimana menjadi seorang orator ulung serta organisator yang hebat.
[Penulis : Izzudin|Editor : Nadhira]
