Ingat Tujuan Bersama, Kunci Ketika Berbeda Pendapat

Beda pendapat dengan orang lain itu niscaya. Begitu pula berbeda pendapat dengan teman, meski dia adalah teman dekat kita sendiri. Sering kali perbedaan pendapat itu memancing adu argumen, yang jika ditanggapi dengan tidak baik, bisa memicu permusuhan.
Menurut psikolog sekaligus pemilik Biro Psikologi Dandiah Diah Mahmudah, sekilas perbedaan pendapat dalam lingkaran pertemanan terkesan "tidak mungkin".
Pasalnya, dalam sebuah lingkaran pertemanan, anggotanya sering berasumsi bahwa teman-temannya pun memiliki pengalaman, informasi, atau latar belakang yang sama. Di mana faktor-faktor itu sangat memengaruhi seseorang dalam bersikap atau mengambil keputusan.
“Terjadi perbedaan itu hal yang alami. Pada dasarnya manusia diciptakan sudah membawa potensi yang unik dan berbeda satu sama lain,” kata Diah, Minggu (7/4) lalu. "Perbedaan ini pula yang mengantarkan individu memiliki perbedaan sudut pandang, pemahaman, juga perilaku. Masing-masing pun memiliki aspirasi, harapan juga keyakinan yang berbeda terhadap satu stimulus yang sama."
Sejatinya, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar. Hal yang harus diperhatikan, adalah bagaimana kita merespon dan mengelola perbedaan tersebut.
Diah mengatakan, aspek utama dalam mengelola perbedaan adalah dengan memerhatikan maksud dan tujuan, atau visi dan misi bersama. Contohnya, dalam suatu forum organisasi, semua anggota berhak mengemukakan ide dan pandangan yang berbeda. Hanya ketika mengambil keputusan dari sekian banyak pandangan berbeda, maka keputusannya harus dikembalikan pada visi dan misi organisasi itu.
"Visi dan misi itulah yang harus menjadi arah bersama, bukan pendapat atau kepentingan personal atau satu kelompok," lanjutnya.
[Penulis : Izzudin|Editor : Nadhira]
