Konten Media Partner

Karakter Analytical, Si Cermat yang Suka Menganalisis

Temaliverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Karakter Analytical, Si Cermat yang Suka Menganalisis
zoom-in-whitePerbesar

Ayah Einstein pernah memberinya hadiah sebuah kompas gantung. Saat itu ia masih kanak-kanak, masih berusia 5 tahun. Alih-alih bermain dengan hadiahnya Einstein malah mengamati pemberian sang ayah sambil berpikir, "Mengapa ada ruang kosong yang bereaksi terhadap jarum yang ada di dalam kompas?"

Bertahun kemudian, keunikan Einstein ini dikenali sebagai pertanda kepribadian seorang Analytical, alias Si Cermat yang suka Menganalisis. Ia pun tumbuh menjadi salah satu ilmuwan paling berpengaruh di dunia.

Dalam teori talents mapping, sosok Analytical adalah orang yang logis dan objektif. Ia bisa menemukan hal-hal sederhana dalam soal yang tergolong kompleks. Wajar saja, karena mereka yang memiliki bakat ini jago dalam menganalisis. Ia pun senang mencari pola dan keterkaitan data. Sehingga apa yang dilihatnya berdasarkan pandangan yang objektif, karena semua didasarkan pada fakta.

Bakat ini menuntut kecermatan dalam segala hal. Baginya, kecermatan jauh lebih penting daripada tepat waktu. Maka jangan salahkan jika orang dengan bakat ini, jika sedikit lebih lambat dalam menyelesaikan pekerjaan.

Mereka pun biasanya tidak tertarik bicara dengan seseorang yang selalu melibatkan isu emosional, karena baginya, hal tersebut tidak berpengaruh pada pengamatannya terhadap sesuatu. Untuk memaksimalkan bakatnya, analytical butuh waktu untuk berpikir, karena setiap yang ia hasilkan berdasarkan data dan fakta.

Dalam berpikir pun ia cenderung skeptis. Jangan pernah beradu argument dengannya jika kamu tidak punya bukti atau fakta. Karena pasti argumenmu pasti akan ditolak olehnya.

Ada beragam karakter manusia di bumi. Bila kamu mengenali kepribadianmu sendiri dan bisa mengamati jenis kepribadian orang lain, pasti hidupmu akan terasa lebih mudah.

[Penulis : Izzudin|Editor : Nadhira]