kumparan
4 November 2019 20:26

Kata Pakar Psikologi soal Perselingkuhan 'Layangan Putus'

'Layangan Putus' menjadi tema yang menarik perhatian warganet akhir-akhir ini. Bukan hanya milenial saja yang terpancing untuk ikut mengomentari masalah ini, tapi juga kalangan ibu-ibu yang aktif di media sosial. Mereka serta merta menyuarakan pendapat tentang kisah istri yang ditinggal selingkuh oleh suaminya tersebut.
ADVERTISEMENT
Tetapi, sudah tahukah kalian tentang 'Layangan Putus'?
'Layangan Putus' sendiri sudah menjadi trending topic nomor satu di Twitter Indonesia pada Minggu (03/11). Bahkan masih menjadi trending sampai tulisan ini terbit. Dengan tagar #layanganputus kisah ini melejit serta mengundang berbagai respons dari berbagai kalangan.
Diawali dari postingan cerita bersambung dari akun Facebook perempuan tentang kisahnya yang ditinggal oleh sang suami selama 12 hari tanpa kabar. Ia sudah berusaha mencoba menghubungi suaminya tersebut, tapi tak kunjung dapat jawaban.
Menjelang 10 hari, ia pun nekat menyusul. Tapi tak berapa lama jawaban pun diterimanya, suaminya bilang akan segera pulang dan menemui sang istri beserta keempat anaknya.
Tak beberapa setelah melakukan penyelidikan, ternyata suaminya tersebut bermain api bersama perempuan lain. Mereka pergi bulan madu ke Turki tempat impiannya dulu. Merasa tak kuat, ia pun melayangkan gugatan cerai dan memutuskan untuk mengurus anaknya sendiri.
ADVERTISEMENT
Ditengarai pemilik akun tersebut adalah mantan istri dari seorang pemilik channel YouTube. Disinggung-singgung juga orang yang menjadi orang ketiga diantar mereka adalah seorang selebgram. Sampai saat ini, memang belum ada klarifikasi dari pihak manapun mengenai hal ini.

Faktor dan Penyebab Perselingkuhan

photo-1486989813814-da4a10a6fc7d.jpg
Foto:; Unsplash.com
Mengenai perselingkuhan, hal ini menjadi satu hal yang cukup sering terjadi. Enggak cuma dikalangan yang masih muda aja, ternyata di umur tua usia pernikahan pun masih sangat mungkin terjadi. Diah Mahmudah, psikolog sekaligus pegiat parenting ikut berpendapat mengenai hal ini.
Menurutnya, perselingkuhan itu muncul karena ada niat. Mau di fase apapun atau di usia berapapun kalau sudah ada niat hal itu bisa saja terjadi.
"Orang biasanya bilang karena ada kesempatan. Kalau misal, ada kesempatan tapi niat personal gak ada mau di periode pertama ke dua itu gak akan pernah terjadi," ucapnya.
ADVERTISEMENT
Ketika berkomitmen menikah, kedua pasangan memang harus fokus terhadap kehidupan rumah tangga. Mulai dari energi, materi smapai ke waktu pun harus bisa difokuskan untuk kehidupan bersama. Mengenai godaan Diah mengatakan, itu akan selalu ada. Enggak hanya dalam kehidupan pernikahan tapi di berbagai tema kehidupan.
Adapun faktor yang biasanya muncul saat selingkuh adalah adanya niat, karena kurangnya landasan komitmen yang kuat. Lalu, adanya masalah dalam rumah tangga yang tidak bisa dihadapi. Dalam konsep psiokologi fight atau face, masalah seharusnya dihadapi, diperangi bukan malah dihindari.
Saat masalah itu tidak dapat diselesaikan dan dibiarkan menumpuk. Maka godaan dari luar pun akan menjadi peralihan. Bisa saja, salah satu dari pasangan mulai mencari kesenangan dengan mencari atau mengejar orang ketiga, sehingga perselingkuhan pun terjadi.
ADVERTISEMENT

Masalah di Fase-fase Pernikahan

photo-1516589091380-5d8e87df6999.jpg
Foto:: Unsplash.com
Diah menjelaskan di periode pertama pernikahan atau di 5 tahun pertama nikah, biasanya masalah yang terjadi adalah penyesuaian diri. Menyesuaikan dari segi komunikasi sampai ke finansial. Mereka akan difokuskan pada masalah kesejahteraan keluarga. Termasuk juga dengan hubungan bersama keluarga besar.
"Fase ini yang paling krusial, harus cepat diselesaikan. Soalnya, kalau enggak bisa berakibat juga ke periode selanjutnya," tambah Diah lagi.
Saat fase pertama tidak terselesaikan atau ada ketidakpuasaan dan kekecewaan dari salah satu pasangan, bisa saja godaan itu muncul. Apalagi jika pasangan memiliki karakter individu flight yang membuat dia lari dari masalah,.
Diah melanjutkan, pada umumnya perselingkuhan datang pada masa periode pertama dan kedua. Namun tidak menutup kemungkinan juga di 5 tahun ketiga pernikahan, biasanya masalah timbul tentang masalah anak yang mewarnai pernikahan.
ADVERTISEMENT
Lantas solusi apa yang harus diterapkan agar pasangan tidak selingkuh?
Suami dan istri harus benar-benar menjalankan perannya dengan optimal. Baik sebagai pasangan suami istri maupun sebagai ibu dan ayah untuk anak-anaknya. Komunikasi harus dikuatkan, istri dan suami harus sama-sama peka jika terjadi masalah. Temukan dan pahami solusi dari masalah yang terjadi bersama-sama.
Lalu, kembalikan lagi tujuan utama menikah, ingat-ingat niatnya untuk apa. Kembalikan juga titik utamanya untuk ibadah, di mana di situ pasangan suami istri melakukan pernikahan bukan hanya untuk berdua tapi juga untuk Sang Pencipta***
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan