Konten Media Partner

Ketahui Apa Saja Faktor yang Membuat Kepribadian Seseorang Berubah.

Temaliverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Sumber: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Unsplash.com

Setiap manusia adalah pribadi yang unik. Setiap kita dilahirkan dengan kepribadian yang berbeda-beda dan berpengaruh terhadap cara berpikir serta perilaku kita.

Kepribadian menurut Allport diartikan sebagai organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik dalam individu yang menentukan cara-caranya yang unik atau khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Kepribadian adalah pola pemikiran, perasaan, dan perilaku yang relatif stabil, yang membedakan individu satu dengan lainnya.

Walaupun kepribadian diartikan sebagai suatu pola yang stabil atau konsisten pada setiap individu, namun kenyataannya kepribadian dapat berubah karena beberapa hal.

Dalam Science daily, seorang ilmuwan psikologi dari University of California bernama Bleidorn ternyata menemukan fakta bahwa kepribadian seseorang dapat mengalami perubahan karena adanya peristiwa kehidupan. Peristiwa-peristiwa kehidupan ini dapat terjadi di fase-fase perkembangan pada rentang kehidupan seseorang. Tetapi hanya peristiwa-peristiwa yang berarti atau intens yang akan berdampak pada kepribadian seseorang.

Peristiwa-peristiwa yang berarti dan intens tersebut bisa jadi adalah pengalaman pertama bekerja, kehidupan setelah pernikahan, ditinggal oleh orang yang disayangi, ataupun tuntungan lingkungan lainnya yang membuat kita beradaptasi.

Dalam sebuah studi kasus yang memakai salah satu trait kepribadian populer yaitu The Big Five, membuktikan bahwa adanya keterkaitan perubahan kepribadian dengan peristiwa kehidupan, saat sebelum mengalami beberapa kejadian dengan setelah peristiwa terjadi.

Contohnya adalah, saat seorang yang memiliki sifat atau kepribadian Neuroticism yang tinggi, yang cenderung mudah depresi, frustrasi, memiliki rasa bersalah, dan rendah diri, berubah saat mendapatkan pekerjaan pertama mereka saat masa sekolah telah usai.

Pekerjaan pertama biasanya akan menuntut orang untuk tepat waktu, memenuhi tenggat waktu, dan bekerja dengan baik. Mereka juga biasanya dituntut untuk bertindak secara sadar atau hati-hati dalam melakukan sesuatu. Adanya tuntutan-tuntutan ini pada akhirnya ini dapat mengubah pikiran, perasaan, dan perilaku seseorang. Transisi dari sekolah ke universitas atau bekerja terkait dengan pematangan kepribadian sehingga terjadi peningkatan pada Openness, Agreeableness, and Conscientiousness, dan penurunan pada Neuroticism.

Penjelasan tersebut diamini dan diperkuat oleh Diah Mahmudah, Psikolog sekaligus pemilik biro psikologi Dandiah. “, dalam teori psikologi kepribadian dikenal teori behavioris yang mana hasil dari Person X Environment, atau rumusnya B=P x E, beragamnya tingkah laku seorang manusia , dikarenakan ia meniru, melihat, mendengar dan merasakan linkungan di sekelilingnya.” Jelas Diah.

“Namun, perubahan kepribadian seseorang karena faktor lingkungan itu tergantung seberapa kuat ego strength nya. Ego strength adalah kekuatan alami yang dimiliki manusia untuk memfilter setiap perbuatannya, jadi apabila ada pengaruh dari luar yang mungkin bisa membuat kepribadiannya menjadi negative, seperti misalnya temperamen, tapi ego strength nya bisa menahan, maka kepribadiannya tidak akan berubah.” Sambung Diah.

So, apakah kamu setuju bahwa kepribadian seseorang dapat berubah?