Ketahui Yuk, Kenapa sih Kita Suka Melakukan Tes Kepribadian?

Mengenai tes kepribadian, banyak orang yang senang melakukannya. Mengabadikan tangkapan layar dan menyebarkannya di media sosial, atau hanya menyimpannya di galeri pribadi.
Tak ada yang istimewa, tren ini sebenarnya sudah diikuti sejak dulu. Dari mulai kuis yang diadakan di media sosial yang ditautkan dengan media sosial Facebook, sampai pada web-web yang menyediakan khusus seperti MBTI atau Forest MT dari Seekrtech.
Lalu, mengapa sih tes kepribadian ini jadi sesuatu yang digandrungi? Selain mengenali diri sendiri dan melabeli diri sendiri, ternyata ada kepuasaan sendiri yang diterima oleh pengguna tes kepribadian.
Tidak peduli seberapa besar validitas atau keakuratannya, menyebarkan hasil milik pribadi dan membagikannya di media sosial menjadi salah satu kesenangan bagi sebagian besar orang. Seperti yang ditanyakan oleh Temali kepada beberapa pengguna tes kepribadia Forest MT. Mereka bilang hanya untuk senang-senang, ikut tren, tapi juga penasaran dengan hasilnya.
Dilansir dari Psychology Today, ada tiga alasan kenapa kita suka melakukan tes kepribadian. Meskipun tes kepribadian itu tidak teruji keakuratannya dan enggak cocok sama sekali dengan dirinya. Alasan yang pertama adalah kita ingin mempelajari tentang diri sendiri.
Dalam The Black Goat Podcast, ahli psikologi, Simine Vazire mengatakan bahwa kita menyukai tes kepribadian karena kita berharap tes kepribadian dapat memberitahukan sisi kepribadian yang tidak kita dalam diri.
Namun sayangnya kadang kita tidak menemukan itu dalam tes kepribadian yang biasa kita lakukan, tapi tidak apa-apa. Vazire bilang, memiliki rasa ingin tahu terhadap diri merupakan sesuatu yang baik, ketika kita tidak menemukan kecocokan berarti kita tahu dengan baik bagaimana diri kita sebenarnya.
Vazire lebih menyarankan agar kita bertanya pada teman atau orang terdekat mengenai hal itu ketimbang mengikuti tes kepribadian yang belum tentu akurat.
Kedua, karena kita ingin diakui dengan apa yang kita punya. Dengan membagikan hasil dari kepribadian, orang-orang akan tahu bagaimana hasil dari hasil tes tersebut. Sehingga kita berharap orang lain akan mengakui dan mencoba memahami diri kita.
Tes kepribadiaan juga bisa membuat orang merasa tidak sendirian. Kita berpikir bahwa ada banyak orang di luar sana yang memiliki tipe kepribadian yang sama dengan kita. Barangkali memang akan menyenangkan saat mengetahui kesamaan dengan orang lain. Jadi wajar kalau ada yang protes pada pemikiran bahwa apa yang mereka anggap benar belum tentu akurat.
Alasan selanjutnya adalah, kita ingin secara simpel mengetahui dan memahami orang lain. Mungkin ada beberapa orang yang merasa sangat sulit untuk memahami orang lain sehingga sering terjadi kesalahpahaman.
Bahkan banyak orang yang rela membeli buku atau menanyakan tentang cara yang mengarrakan agar hubungan kita baik dengan orang lain dan hal itu membutuhkan usaha dan waktu.
Melalui ts kepribadian, kita dapat dengan mudah memahami orang lain. Mengetahui dengan detail berbagai sisi kepribadiannya dari hasil tes dan ini akan membantu kita untuk memperlakukan dan mebuat interaksi berjalan dengan lancar***.
