Konten Media Partner

Ketika Einstein Bicara Cinta

Temaliverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketika Einstein Bicara Cinta
zoom-in-whitePerbesar

Albert Einstein. Namanya dikenang banget di berbagai belahan dunia dan generasi sebagai seorang fisikawan. Jasa-jasanya dalam merumuskan teori relativitas seolah nggak ada habis-habisnya dibicarakan. Bahkan sempat ada obrolan soal susunan otak Einstein yang emang beda dibanding manusia lainnya.

Hmm, bisa jadi ya. Tapi, tau nggak sih, kalau pelajaran cinta dari Einstein bisa bikin kita merenungi lebih dalam soal hubungan asmara? Hmm, apa aja sih pelajaran cinta yang bisa kita dapatkan?

1 - Bahwa cinta diantara sepasang kekasih bukan sekadar I love you, tapi berbagi pengetahuan tentang dunia

"We will have each other, something we have missed so terribly, and will give each other the gift of stability and an optimistic view of the world."

"Kita akan saling memiliki, sesuatu yang sangat kita rindukan selama ini, dan akan saling memberi hadiah berupa stabilitas dan pandangan optimis tentang dunia."

-Perkataan Albert Einstein terhadap Elsa, istri keduanya.

Kebayang nggak sih, ketika menikahi seorang jenius, kita bisa sambil belajar banyak hal. Nggak hanya berbagi pelukan, ciuman, dan tagihan listrik (ups)-- tapi juga berbagi pengetahuan tentang dunia yang lebih luas!

Einstein pun nggak blagu, mentang-mentang dirinya peraih Nobel-- malah punya kecenderungan untuk 'menggurui' istrinya. Oleh karena itu, ia memilih kata 'give each other..' bukan 'I give you'.

2 - Bahwa perubahan itu ada dan perlu dalam sebuah hubungan tapi dibutuhkan penerimaan terlebih dahulu

"Women marry men hoping that the man will change. Men marry women hoping the woman will not change. Inevitably, they both end up disappointed."

"Wanita menikahi pria berharap pria itu akan berubah. Pria menikahi wanita dengan harapan wanita itu tidak akan berubah. Tak pelak, mereka berdua akhirnya kecewa."

-Albert Einstein

Mungkin, perempuan berharap suaminya akan menjadi semakin dewasa seiring dengan bertambahnya usia pernikahan. Sedangkan laki-laki kepingin istrinya muda belia terus. Eh, nggak tahunya, bentrok deh keinginannya. Laki-lakinya nggak berubah (kelakuannya). Perempuannya berubah (fisiknya).

Dibutuhkan kedewasaan banget ya, buat menerima kalau manusia itu dinamis. Dan juga, butuh kelapangdadaan untuk menerima kekurangan seseorang. Sepatutnya, suami-istri saling menerima, saling menguatkan satu sama lain.

3 - Cinta sejati selamatkan dunia

"If we want our species to survive, if we are to find meaning in life, if we want to save the world and every sentient being that inhabits it, love is the one and only answer.

Perhaps we are not yet ready to make a bomb of love, a device powerful enough to entirely destroy the hate, selfishness and greed that devastate the planet.

However, each individual carries within them a small but powerful generator of love whose energy is waiting to be released."

"Jika kita ingin spesies kita bertahan hidup, jika kita ingin menemukan makna dalam kehidupan, jika kita ingin menyelamatkan dunia dan setiap makhluk yang menghuninya, cinta adalah satu-satunya jawaban.

Mungkin kita belum siap untuk membuat bom cinta, alat yang cukup kuat untuk sepenuhnya menghancurkan kebencian, keegoisan, dan keserakahan yang menghancurkan planet ini.

Bagaimana pun, masing-masing individu membawa di dalam diri mereka generator cinta yang kecil namun kuat yang energinya menunggu untuk dilepaskan."

-Petikan isi surat Albert Einstein kepada putrinya.

Du du du, so sweet banget ya perkataan Einstein kepada putrinya. Bahwa cinta sejati dapat menyelamatkan dunia. Bahwa masing-masing dari kita punya cinta, yang siap untuk dibagi kepada sesama.

[Penulis & Editor: Tristi]