Lakukan Tiga Hal Ini Jika Merasa Hidupmu Stuck

Hidup tidak selamanya memberi warna sesuai apa yang kamu inginkan. Kamu mungkin pernah merasa bahwa hidupmu sedang berada di titik jenuh dan stuck. Ketika merasa hidup kamu merasa stuck, kemungkinan besar kamu akan menanti datangnya solusi atau perubahan.
Ada dua faktor yang menyebabkan kenapa kamu yang mengalami stuck dalam hidupmu, yakni faktor inertia effect, dan faktor loser effect.
Faktor pertama adalah inertia effect. Inertia effect adalah salah satu faktor yang bisa menjelaskan kenapa orang yang stuck akan cenderung stuck selamanya. Hal itu disebabkan banyak orang yang menikmati kondisi comfort zone dan malas bergerak untuk memulai sebuah perilaku baru demi mengubah sesuatu.
Contohnya, akan banyak sekali orang yang bertekad mau diet. Akan tetapi, hanya segelitir orang yang mempunyai disiplin untuk benar-benar melakukannya dengan tekun. Contoh lainnya ada banyak orang bertekad untuk memulai suatu intuisif baru untuk mewujudkan impiannya. Namun, hanya ada segelintir orang yang benar-benar menjalankan tekad dengan konsisten
Tidak bisa dipungkiri, inertia effect bisa menjadi sebuah jebakan maut yang bisa membuat masa depan semakin kelam, lho. Akan tetapi, kecenderungan manusia untuk menyukai kondisi nyaman dan cenderung malas untuk melakukan perubahan dalam hidup akan ada kemungkinan membuat dirinya berada dalam kondisi stuck selamanya.
Faktor kedua adalah loser effect yang merupakan hasil yang terjadi pada faktor pertama. Orang-orang yang tidak bertekad bergerak melakukan suatu perubahan untuk nasibnya. Oleh sebab itu, orang tidak bisa meraih apapun keinginannya.
Ketika fenomena kegagalan pertama yang dialami akan memunculkan rentetan kegagalan berikutnya. Kenapa? Karena kegagalan pertama akan menghancurkan rasa percaya diri kamu secara perlahan. Lalu, ketika rasa percaya itu goyah, sumber daya finansial semakin tergerus, maka kamu akan mudah tenggelam dalam fase stagnan yang panjang.
Tak hanya itu saja, orang-orang tersebut akan merasa tidak memiliki potensi yang kuat. Sebab bagaimana mungkin dirinya akan tahu kekuatan dan potensinya, kalau bergerak untuk suatu perubahan saja tidak mau. Hal inilah yang membuat seseorang akan mengalami stuck dalam jangka waktu yang lama.
Apa yang bisa kamu lakukan agar bisa keluar dari dua jebakan di atas? Temali akan memberikan tiga langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengawali suatu perubahan dalam hidup yang dirasa stuck.
1. Mulailah dari hal kecil
Start small action, bukan massive action! Temukan langkah kecil yang konkret dan mudah untuk dilakukan sebagai tahap awal. Langkah kecil itu sebenarnya penting untuk menaikkan level ke langkah yang lebih besar. Perubahan yang baik itu kecil dan konstan.
Langkah kecil yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengubah rutinitas harian. Ingatlah, realitas kamu saat ini adalah hasil dari apa yang kamu lakukan setiap hari. Mengubah rutinitas harian dapat membantu mengurangi kebosanan dalam hidup. Jika perubahan kecil ini dilakukan, maka dalam jangka panjang akan membuat hidup kamu lebih menarik dibanding sebelumnya.
2. Sadarilah kekuatan diri
Kamu harus mengambil kendali hidup. Mulailah dengan menyadari kekuatan apa saja yang sebenarnya kamu miliki. Sadar akan kekuatan yang dimiliki diri akan memandu kamu untuk melangkah ke arah yang tepat pada pilihan hidup. Pada akhirnya, kamu akan merasakan sebuah perubahan dalam hidup dan membuat anda lebih bahagia.
Sebuah kesadaran akan kekuatan diri yang dimiliki agar sejalan dengan tujuan kamu nantinya. Setelah arah tujuan kamu sudah tetap, maka langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah membuat action plan. Action plan merupakan deskripsi dari cara-cara yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan.
3. Buatlah Implementation plan
Ketika kamu sudah melakukan poin pertama dan kedua maka langkah selanjutnya adalah mengimplementasikannya secara spesifik. Susun implementation intention plan yang spesifik dan konkret, seperti di mana dan kapan saja kamu akan melakukan langkah kecil itu. Lalu, jadikan action ini sebagai kebiasaan baru di hidup kamu.
Sebenarnya, kamu tidak boleh bersedih kalau sedang di dalam fase stuck. Akan tetapi, bukan berarti kamu kemudian menikmati masa-masa stuck dalam hidupmu. Kamu sendirilah yang harus bertanggung jawab untuk memberi semangat pada diri sendiri untuk maju. Intinya, jangan pantang menyerah karena harapan yang kuat akan selalu mengikuti orang yang mau berusaha.***
[Penulis: Risky Aprilia]
