Pencarian populer

Mau Kuliah ke Luar Negeri? Ini Manfaat dan Kerugiannya

Selepas lulus kuliah S1, biasanya kamu akan dihadapkan pilihan untuk langsung berkarir atau lanjut studi. Nah, buat kamu yang lanjut studi, ada dua pilihan, yaitu studi di dalam negeri atau luar negeri.

Sebenarnya, apa sih manfaat dan kerugiannya? Disadur dari Quipper.com, berikut berbagai pertimbangannya!

Manfaat Kuliah di Luar Negeri

#1 Memperluas Jaringan di Ranah Internasional

Kuliah di luar negeri akan membuatmu memiliki banyak teman dari berbeda negara. Keuntungan memiliki teman dari negara yang berbeda ialah kamu berkesempatan untuk membuat jaringan secara internasional. Kamu bisa mendapatkan pekerjaan di luar negeri yang berasal dari koneksi pertemananmu atau kamu bisa memulai bisnis dengan skala internasional.

#2 Kesempatan Bekerjamu Akan Lebih Besar

Manfaat lain yang akan kamu rasakan dengan berkuliah di luar negeri ialah memiliki kesempatan bekerja lebih besar dari mereka yang kuliah di perguruan tinggi dalam negeri. Sebab, banyak perusahaan membutuhkan lulusan luar negeri untuk mengembangkan perusahaan.

#3 Memberikan Perspektif Berpikir yang Berbeda

Sebagai mahasiswa rantau dari Indonesia yang berkuliah di negeri orang, kamu akan belajar banyak hal. Salah satu yang akan kamu dapatkan di luar pelajaran kuliah ialah perspektif baru dalam melihat sesuatu hal. Sehingga pandanganmu akan lebih luas dan caramu mengambil keputusan pun akan lebih bijak.

Tak hanya itu, kamu pun akan mampu berpikir out of the box, berbeda dengan pola pemikirian orang Indonesia pada umumnya. Di ranah pekerjaan, kamu jadi bisa melihat masalah yang tidak bisa dilihat oleh orang lain dan menemukan solusinya.

Kerugian Kuliah di Luar Negeri

#1 Sulit Pulang Apabila Rindu atau Homesick

Untuk pulang ke Indonesia, kamu membutuhkan biaya yang sangat besar. Apalagi, kamu harus membeli tiket pulang-pergi. Tentunya biayanya akan menguras uang jajanmu.

#2 Sulit Mengurus Dokumen Resmi Perguruan Tinggi

Kesulitan yang dialami oleh lulusan luar negeri yang kembali ke Indonesia ialah mengurus dokumen-dokumen penting dari perguruan tinggi tempat mereka belajar. Sebab, tidak semua perguruan tinggi di luar negeri sudah diakui oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Jadi, ketika kamu hendak melamar pekerjaan untuk sebagai pegawai negeri sipil (PNS) atau dosen, kamu perlu membuat surat keterangan akreditasi untuk perguruan tinggi tempat kamu kuliah di luar negeri. Mengurus dokumen seperti ini akan sangat merepotkan.

#3 Aturan Beasiswa yang Ketat

Untuk kuliah di luar negeri memang banyak beasiswa yang bertebaran. Namun, sekali kamu mendapatkannya, maka kamu akan dibebani banyak tanggung jawab yang harus kamu penuhi.

Mulai dari standar nilai yang cukup tinggi agar tetap dibiayai beasiswa tersebut hingga ketentuan membuat laporan kepada pemberi beasiswa, baik berupa esai ataupun catatan perjalanan. Bila tak terpenuhi, bisa saja beasiswa kamu diputus begitu saja oleh pemberi beasiswa.

[Penulis : Izzudin | Editor : Nadhira]

---

Konten ini bermitra dengan Eduplex Indonesia, co-working space.

Untuk info co-working, virtual office, dan sewa space kantor dengan suasana cozy di pusat kota Bandung, hubungi Mia (085721285233) atau email ke info@eduplex.id.

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57