Konten Media Partner

Menapak tilasi Jejak Soekarno di Ende

Temaliverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto:  Tampak rumah pengasingan Soekarno di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (kemdikbud.go.id)
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Tampak rumah pengasingan Soekarno di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (kemdikbud.go.id)

Mengalami pengasingan, hidup di tengah masyarakat dan wilayah yang tidak dikenal mungkin menjadi suatu hal yang paling tidak diinginkan oleh siapapun. Terlebih dalam waktu yang cukup lama serta dibawah pengawasan yang ketat.

Setidaknya hal seperti itulah yang dialami oleh Ir. Soekarno pada rentang tahun 1934-1938 saat beliau diasingkan ke Ende, pulau Flores, Nusa Tenggara Timur oleh pemerintah Belanda pada saat itu.

Pengasingan tersebut bertujuan untuk membatasi pergerakan Soekarno memperjuangkan kemerdekaan rakyat Indonesia. Dengan pengasingan tersebut, Soekarno diharapkan menyerah dari perjuangannya.

Namun yang terjadi malah sebaliknya, di kota kecil tersebut, Soekarno mengalami pengalaman spiritual yang panjang yang justru makin menguatkan tekadnya serta menjadi cikal bakal munculnya Pancasila.

Sampai saat ini, kita masih bisa menyusuri jejak Soekarno di Ende. Setidaknya ada dua tempat bersejarah disana yang menyajikan banyak cerita tentang beliau ketika di Ende, yaitu rumah pengasingannya dan taman perenungan.

Foto: Soekarno bersama Istri (Inggit), ibu mertua, anak angkat dan sahabat nya di depan rumah pengasingan (rosodaras.wordpress.com)

Di rumah pengasingan Soekarno di Ende, kita akan menemukan banyak barang-barang bersejarah seperti buku-buku bacaan beliau ketika disana, tongkat yang beliau pakai, foto-foto asli Soekarno dari usia muda hingga setelah menikah dengan istri keduanya, Inggit Garnasih, biola beliau, ranjang tempat tidurnya hingga, ruang tamu lengkap dengan bangkunya, sampai sumur dan kamar mandi tempat Soekarno mengambil air dan mandi.

Hampir semua barang-barang dirumah tersebut adalah pemberian dari tokoh wilayah disana. Menandakan beliau sangat diterima oleh masyarakat disana saat pengasingannya. Berkunjung kerumah tersebut seakan kita bisa menyaksikan langsung Soekarno saat masih hidup.

Foto: Patung Soekarno yang nampak merenung dan pohon suku di sampingnya (lampungpro.com)

Selanjutnya adalah taman perenungan Soekarno yang berada persis didekat pantai Flores. Terdapat sebuah patung Soekarno yang sedang duduk memandang langsung ke arah pantai, serta disampingnya ada pohon sukun bercabang lima. Kabarnya dulu di bawah pohon tersebut, beliau sering merenungkan kondisi bangsa Indonesia, hingga akhirnya menemukan inspirasi tentang Pancasila.

Menapak tilasi perjalanan Soekarno disana, membuat kita menghargai perjuangan kemerdekaan yang dilakukan oleh para pejuang bangsa ini, serta memahami bahwa tidak ada yang bisa memenjarakan jiwa yang merdeka, sekalipun sebuah pengasingan.

[Penulis: Izzudin | Editor: Nurul]