Persiapan Cari Kerja Lagi Setelah Resign
Life is unpredictable, so you must be ready. Menjalani kehidupan yang serba tidak dapat diprediksi, mengharuskan kita bersiap dengan segala kemungkinan. Salah satunya, kehilangan pekerjaan. Bisa karena kondisi -seperti PHK, perusahaan bangkrut, dan sebagainya, bisa juga karena kita yang memilih untuk berhenti.
Sayangnya, mencari pekerjaan baru tak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi bila harus, kamu bisa mempersiapkannya sedini mungkin. Berikut 6 tips persiapan mencari kerja setelah resign.
Do Your Best
Mencari pekerjaan baru sebaiknya tidak dilakukan saat kamu sudah berhenti dari pekerjaan yang lama. Apalagi, kebanyakan perusahaan akan melihat track record kita selama bekerja di tempat yang lama. Jadi, berikanlah yang terbaik di detik-detik terakhirmu bekerja di sana!
Tingkatkan Kemampuanmu dan Cari Keahlian yang Baru
Dunia karier saat ini sangat membutuhkan pribadi yang dinamis. Bukannya harus bisa mengerjakan semua hal, tapi kamu harus selalu siap apabila diminta. Ikutilah training dan seminar di luar jam kantor dengan biaya dari kantongmu sendiri, dan belajarlah dengan mandiri pengetahuan-pengetahuan baru yang akan membuat skill dan kompetensimu meningkat.
Ikuti Perkembangan
Seorang pegawai selayaknya penumpang dalam sebuah bus. Kamu sebagai penumpang harus tanggap terhadap kondisi bus, jalur yang sedang dan akan dilalui, supir yang mengemudikan dan segala hal lainnya yang berhubungan dengan bus yang kamu tumpangi. Kamu harus paham terhadap kondisi dan tantangan baik internal maupun eksternal yang dihadapi oleh perusahaanmu, supaya kamu bisa mengaktifkan plan B mu sebelum semuanya terlambat.
Punya Plan B
Buat rencana apabila suatu waktu kamu kehilangan pekerjaan. Yang harus diingat, Plan B ini dibuat bukan untuk mengaburkan fokusmu, dan membuatmu tergoda untuk mengaktifkannya saat mengalami sedikit saja goncangan. Jalankan hanya di saat betul-betul dalam kondisi darurat. Dan kondisi tersebut hanya kamu yang tahu.
Aktifkan Plan B
Waktu yang tepat untuk mencari pekerjaan baru bukanlah saat kamu sudah betul-betul kehilangan pekerjaan, tapi saat kamu masih memiliki pekerjaan. Tentu itu akan membuatmu memiliki bargaining power. Bayangkan jawaban wawancara kerja di bawah ini.
"Saya tidak sedang mencari pekerjaan. Karena perusahaan tempat saya bekerja sedang dalam kondisi profitable dan saya enjoy dengan pekerjaan saya. Performance saya bagus. Hubungan saya dengan bos saya pun baik. Tetapi kalau ada kesempatan yang lebih baik untuk berkembang, i am ready to explore."
Nah, kalimat di atas pasti lebih baik daripada,"Perusahaan saya mau bangkrut. Bisnis sedang lesu. Sebentar lagi saya akan kehilangan pekerjaan. Jadi saya bersedia menerima pekerjaan apa saja di depan mata."
Perluas Jaringanmu
Networking bukan hanya meminta bantuan pada saat kamu membutuhkan. Tapi networking itu dimulai dengan memberikan pertolongan kepada orang lain pada saat mereka membutuhkan. Give first, then hopefully you never take. But if one day , you need help, hopefully you can "take" because you already gave so many times.
[Penulis : Izzudin|Editor : Nadhira]
