Konten Media Partner

Pesona Danau Kelimutu, Cikal Bakal Bhinneka Tunggal Ika

Temaliverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Danau di Kelimutu, Flores Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Danau di Kelimutu, Flores Foto: Shutter Stock

Pesona keindahan alam bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) memang tidak ada habisnya. Selain Labuan Bajo dan Pulau Komodo yang sudah terkenal ke mancanegara, ternyata masih ada beberapa objek wisata di NTT yang sering menjadi tujuan turis internasional juga. Salah satunya adalah Danau Kelimutu.

Berada di Kabupaten Ende yang daerahnya didominasi oleh dataran tinggi dan perbukitan. Danau Kelimutu merupakan objek wisata yang berada di ketinggian sekitar 1.600 MDPL.

Untuk mencapai lokasi, dari Kota Ende pengunjung bisa menumpang angkutan umum atau dengan kendaraan pribadi menuju Desa Moni yang berada di kaki Gunung Kelimutu. Jarak dari Moni menuju ke gerbang Wisata Danau Kelimutu bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit. Lalu dilanjutkan pendakian sekitar 30 menit dari tugu awalnya.

Sebenarnya, Kelimutu adalah nama dari gunungnya yang berarti “gunung mendidih”. Sedangkan, tiga danau di puncaknya yang terkenal karena bisa berganti-ganti warna, memiliki namanya masing-masing, yaitu Tiwu Nuwa Muri Koo Fai, Tiwu Ata Polo dan Ata Mbupu.

Sebelum mencapai puncak, pengunjung bisa melihat lebih dekat terlebih dahulu ke dua danau pertama, yaitu yaitu Tiwu Nuwa Muri Koo Fai dan Tiwu Ata Polo. Dua danau ini bersebelahan, dan sudah beberapa kali berganti-ganti warna.

Foto: Tiwu Nuwa Muri Koo Fai dan Tiwu Ata Polo/ instagram.com/traveler_ntt

Danau Ata Polo diketahui pernah berubah warna dari cokelat dan hijau tua menjadi merah hati. Sedangkan Danau Nuwa Muri Koo Fai dari biru dan hijau muda berubah menjadi biru telur asin.

Setelah melanjutkan kembali perjalanan hingga sampai ke puncak kelimutu yang ditandai dengan sebuah tugu, pengujung akan disajikan pemandangan danau ketiga, yaitu datau Ata Mbupu, sekaligus bisa melihat ketiga danau yang ada.

Danau Ata Mbupu sendiri warnanya bisa berubah dari cokelat tua menjadi hijau kecokelatan. Warna masing-masing danau dapat berubah-ubah secara tidak teratur karena kandungan material di dasarnya.

Masyarakat setempat pun memiliki kepercayaan berbeda dari masing-masing danau. Danau Tiwu Nuwa Muri Koo Fai yang berwarna biru muda diyakini merupakan tempat berkumpulnya arwah yang meninggal di usia muda. Sedangkan Tiwu Ata Polo yang berwarna hijau toska diyakini sebagai tempat bersemayamnya mereka yang semasa hidupnya berperangai jahat.

Ir. Soekarno semasa pengasingannya di Ende pada tahun 1934-1938, pernah mengunjungi objek wisata ini. Menurut informasi dari warga sekitar, di Kelimutu inilah Ir.Seokarno mendapat inspirasi tentang Bhinneka Tunggal Ika. Setelah melihat ketiga danau di Kelimutu, yang meskipun berbeda-beda warna tapi tetap bisa bersama.

[Penulis: Izzudin | Editor: Nurul]