Serial Netflix Messiah Tuai Kontroversi
Disebut-sebut sebagai film tentang "Dajjal" oleh warganet, film ini mengisahkan tentang seorang pria misterius yang muncul di tengah kekacauan kota Damaskus, Suriah. Pria tersebut muncul sebagai utusan Tuhan untuk menyelesaikan misi dunia.
Kemunculannya secara tiba-tiba yang tak hanya membawa kedamaian, tapi juga membawa kekacauan di seluruh dunia. Oleh sebab itu, timbulah suatu keraguan tentang siapa dirinya sebenarnya. CIA pun memutuskan untuk menyelidiki kemunculan sosok pria yang disebut Al-Masih atau Mesias.
Serial Netflix ini mempunyai pengaruh terhadap suatu kepercayaan seseorang karena berisi hal-hal yang berkaitan dengan isi keagamaan. Messiah juga memiliki unsur provokatif serta dapat menguji kepercayaan seseorang.
Sejak perilisan trailer pertamanya pada 03 Desember tahun lalu, serial Netflix ini pun langsung mendapat banyak respon dari banyak kalangan. Hal itu disebabka adanya kemiripan dengan tokoh Yesus atau Al-Masih, dan pandangan Islam terhadap dajjal atau sebagai antikristus.
Apa saja sih kontroversinya?
Trailer Messiah telah ditonton lebih dari 3 juta kali hingga saat ini. Dalam trailer Messiah, terdapat perbandingan jumlah like dan dislike yang tidak biasanya. Jumlah dislike pada trailer ini lebih besar dibanding jumlah like, yakni 49 ribu.
Serial Netflix kali ini juga mengundang adanya larangan penayangan di Yordania. Padahal, proses pembuatan serial ini banyak dilakukan di lokasi syuting Messiah cukup banyak dilakukan di Yordania pada tahun 2018.
Dilansir dari Independent, Royal Film Commission (RFC) of Jordan, meminta secara resmi kepada Netflix untuk tidak menayangkan serial drama produksi Amerika Serikat, Messiah di Yordania.
"Ceritanya murni fiksi dan begitu pula karakternya, namun RFC menganggap bahwa isi dari seri ini sebagian besar dapat dianggap atau ditafsirkan sebagai pelanggaran terhadap kesucian agama, sehingga mungkin melanggar hukum di negara ini," Tulis RFC.
Pihak Netflix memberi tanggapan kepada RFC terkait pernyataan dilarangnya tayangan Messiah di Yordania.
Dalam tanggapannya, Messiah adalah karya fiksi dan tidak berdasarkan dari suatu karakter, tokoh atau agama tertentu. Semua tayangan Netflix menampilkan fitur rating dan informasi untuk membantu penonton memilih tontonan dengan bijak tentang apa tayangan yang baik untuk mereka dan keluarganya.
Kreator Messiah, Michael Petroni mengatakan bahwa serial karyanya ini memang provokatif. Akan tetapi, ia memastikan bahwa serial terbarunya ini tidak bermaksud menyinggung siapapun.
"Ini bukan berarti saya ingin film ini dicerca. Kami mengharapkan akan adanya pendapat soal acara ini dan banyak debat. Saya mengharapkan perdebatan," Kata Petroni.
Setelah trailer Messiah rilis, muncul sebuah petisi change.org untuk memboikot serial Netflix ini. Petisi tersebut berisi sebuah penolakan terhadap Messias, serial terbaru dari Netflix. Pembuat petisi penolakan ini menganggap bahwa Messiah merupakan propaganda jahat dan anti-Islam.
Serial Messiah sesi pertama ini hadir dalam 10 episode. Serial ini syarat akan plot twist dan mind game, sehingga penonton akan terkejut dengan kemana alur film ini di setiap episodenya.
Reaksi suatu negara yang mencekal film ini dan perbincangan warganet secara tidak langsung telah membuat serial ini popular. Dengan kata lain, orang yang belum menonton film ini akan timbul rasa penasaran ingin menonton serial tersebut.
Seperti tagline yang muncul dalam trailer-nya “Will he Convert You?” ,“Will He Con You?”.
Kalau kamu sudah nonton serial Netflix ini belum?***
[Penulis: Risky Aprilia]
