Tidak Nyaman di Keramaian. Apakah Kamu Malu, Introvert atau Social Anxiety?

Pernahkah kamu merasa tidak nyaman di dalam keramaian? Atau merasa sangat cemas saat tiba-tiba dipanggil oleh dosen atau atasan? Atau juga pernah merasa sangat malu dan canggung ketika akan bertemu dengan pujaan hati?
Situasi tersebut sebenarnya wajar dialami dan kadang memang sering muncul secara tiba-tiba. Namun, sebagian orang seringkali merasa tersiksa dengan keadaan tersebut. Bahkan, merasa kesulitan karena situasi itu muncul terus menerus sehingga menimbulkan berbagai komentar dari orang lain.
Christine Warner dalam verily magazine menceritakan pengalaman tersebut. Ia merasa sangat jengah ketika orang bertanya 'kenapa ia selalu diam saat dalam keramaian?' atau 'bisakah kamu berbicara, jangan malu'. Salah satu cara yang sering digunakan untuk mengurangi kecemasannya adalah dengan menghindar.
Dia ingin sekali merasa nyaman seperti orang lain, tapi di sisi lain ia juga tidak ingin tersiksa. Situasi tersebut membuatnya sangat tidak aman dan frustrasi. Hingga akhirnya, ia berpikir tentang kemungkinan hal yang terjadi padanya. Ia mencoba membedakan antara introvert, rasa malu dan gangguan kecemasan.
Warner merasa hal itu tidak bisa ia tangani sendiri, bukan rasa malu atau gugup yang ia rasakan tapi lebih dari itu. Hingga ia mendatangi profesional dan ternyata selama ini ia mengalami social anxiety atau kecemasan sosial. Dengan dukungan keluarga dan teman terdekat ia mulai menjalani perawatan untuk membantu menghilangkan kecemasan.
Jika kamu merasakannya, cobalah pastikan apakah ketidaknyamananmu di lingkungan sosial hanya perasaan malu, introvert atau karena gangguan kecemasan sosial. Dilansir dari today.com langkah-langkah di bawah ini, mungkin bisa membantumu membedakannya:
1- Introvert itu dilahirkan bukan dibuat
Introvert adalah tipe kepribadian yang di bawa sejak lahir. Orang introvert diberikan energi dan gairah dalam hidup dengan menjadi diri sendiri atau dengan bergabung dengan sekelompok kecil orang yang dia percaya. Dia sangat menikmati waktunya ketika sendirian.
Di samping itu, kecemasan sosial merupakan perasaan cemas yang dirasakan karena takut orang lain menghakimi dan tidak suka kepadamu. Hingga akhirnya pikiranmu mulai percaya bahwa kamu akan mendapatkan resiko jika melakukan berbagai hal dan semakin meyakinkan orang lain bahwa kamu tidak kompeten dan tidak pantas berada di lingkungan tersebut.
2- Kecemasan sosial didorong oleh sikap menghindari
Orang yang didera kecemasan sosial tidak akan datang ke pesta undangan. Mereka cenderung akan mematikan ponsel dan mengalihkannya ke pesan suara atau mungkin jika ia datang, ia akan meninggalkan pesta tersebut lebih awal.
Mereka selalu ingin menghindaari situasi secara terselubung. Mereka akan datang ke pesta tapi akan mungkin menghindari kontak mata secara lansung, menghabiskan sebagian besar waktu mereka dengan ponselnya atau mencari alasan untuk tidak bisa hadir.
3- Orang-orang yang cemas secara sosial dapat menjadi seorang yang ekstrovert
Kamu mungkin seribgkali merasa bahagia dan bergairah ketika bersama orang lain, tapi di sisi lain kamu juga merasa takut tanpa alasan. Saat itu, mungkin kamu ingin pergi makan siang atau malah mengadakan makan siang di rumahmu dengan mengundang orang lain, tapi kamu takut mereka akan menghakimimu atau malah akan merepotkan mereka.
"Situasi tersebut sangat menyiksa karena dengan begitu kamu tidak nyaman ketika sendirian dan kamu juga tidak nyaman ketika bersama orang-orang. Ini adalah situasi yang tidak menguntungkan,” kata Ellen Hendriksen, psikologi klinis dari Boston University.
4- Introvert sangat menikmati kesendirian, sedangkan orang dengan kecemasan sosial tidak begitu banyak merasakannya
Bagi orang introvert, sendirian adalah hal yang penting dan sangat menyenangkan. Rasanya nyaman membaca buku di ruangan yang tenang tanpa ada orang di sekitar.
Namun untuk orang dengan kecemasan sosial, sendirian untuk menghindari situasi sosial mungkin akhirnya akan memberikan rasa penyesalan dan kekecewaan.
"Menghindari keramaian mungkin memang seperti 'fiuh, aku tidak harus berbicara dengan orang lain'. Dengan tidak pergi, akan membuatmu lebih nyaman dan tidak terlalu cemas. Namun, pada dasarnya itu tidak menjadi lebih baik. Setelahnya mungkin akan ada rasa kecewa dan penyesalan," kata Hendriksen.
5. Orang yang cemas secara sosial sangat khawatir tentang apa yang orang lain pikirkan tentang mereka
Introvert tidak pernah khawatir dengan dirnya sendiri. Mereka bisa menjadi diri mereka sendiri di manapun mereka berada. Ia tidak pernah khawatir bagaimana orang menilai mereka, tidak peduli seberapa kurang atau lebihnya mereka dalam suatu pekerjaan.
Sementara itu, untuk orang dengan kecemsan sosial, situasi cenderung berubah dan berstandar tinggi. Pikiran-pikiran takut salah atau mungkin jatuh terus berputar dan ia merasa sangat bertanggung jawab untuk segala keadaan.
"Kamu menghabiskan begitu banyak waktu memikirkan kesan orang lain padamu. Sementara itu, kamu didera kegelisahan, perhatianmu fokus pada diri sendiri sehingga tidak sadar dengan dunia luar. Fokus pada diri sendiri dan komentar orang lain," ucap Hendriksen.
6- Orang dengan kecemasan sosial biasanya mengambil tindakan aman
Sangat umum bagi mereka yang didera kecemasan sosial untuk berpikir bahwa mereka tidak memiliki keterampilan secara sosial. Selalu merasa canggung dan tidak tahu cara untuk memulai percakapan. Padahal, pada faktany mereka sebenarnya cukup lihai dalam menavigasi situasi sosial.
Mereka seringkali mengarahkan pembicaraan pada hal-hal yang membuat nyaman atau mengalihkan pembicaraan agar teralih dari perhatiannya pada diri sendiri. Tetapi, mereka juga biasanya mengambil cara aman untuk menghindari kontak mata, lalu berbicara dengan lembut, tersenyum sepanjang waktu dan selalu bersemangat, sebagai cara untuk menurunkan kecemasan***
