Tekno & Sains
·
26 Oktober 2020 19:38

5 Cara Jitu Mengoptimasi Media Sosial Instagram Ala Niko Julius

Konten ini diproduksi oleh Teman kumparan
5 Cara Jitu Mengoptimasi Media Sosial Instagram Ala Niko Julius (111659)
searchPerbesar
Ilustrasi Instagram. Foto: Pexels/cottonbro
Instagram kini menjadi salah satu media sosial yang powerful bagi pasar Indonesia. Data per September 2020 lalu, jumlah orang Indonesia yang menggunakan Instagram mencapai lebih dari 78 juta pengguna.
ADVERTISEMENT
Melihat potensi tersebut, Instagram sangat bisa dimanfaatkan bagi kamu yang ingin membangun personal branding maupun bisnis. Namun hambatan yang sering dihadapi adalah sulitnya mengembangkan Instagram secara organik.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengoptimasi Instagram itu sendiri. Menurut Niko Julius, Instagram Expert, hal terpenting dari bermain media sosial adalah memahami setiap fungsi dari tools yang disediakan supaya penggunaannya dapat optimal.
Nah, di Instagram, menurut Niko hanya ada satu sumber traffic yang dominan yakni feed post. Berbeda dengan story post yang berfungsi mengajak audiens berinteraksi dengan kita, feed post memiliki kegunaan untuk menjangkau orang baru.
Jika sudah mengetahui manfaat feed post tersebut, Niko menganjurkan untuk konsisten meng-upload foto di feed setiap hari untuk menjaga konsistensi. Anjuran ini berlaku untuk akun yang ditujukan untuk bisnis maupun personal branding.
ADVERTISEMENT
"Kalau udah paham bahwa traffic utama di Instagram itu datang dari feed, yang wajib dilakukan adalah post konten feed setiap hari," ujar Niko di KELAS kepada teman kumparan.
Lebih lanjut tentang optimasi Instagram, Niko memberikan 5 cara jitu agar akun Instagram kamu bisa berkembang. Apa saja? Cek ringkasannya di bawah ini.
5 Cara Jitu Mengoptimasi Media Sosial Instagram Ala Niko Julius (111660)
searchPerbesar
KELAS bersama Niko Julius. Foto: dok kumparan
  1. Melakukan content modelling
Riset adalah satu hal yang penting dilakukan ketika mengoptimasi media sosial Instagram. Termasuk salah satunya meriset model konten apa yang diminati oleh followers kita. Apakah itu apakah konten video, foto, atau carousel?
Cara yang paling mudah menurut Niko adalah mengecek hashtag yang sesuai dengan audiens dari akun kita. Contohnya, audiens pada #bisnis secara dominan lebih suka dengan Post Single Image, dengan format motivasi.
ADVERTISEMENT
Berbeda halnya dengan #kecantikanwajah yang secara dominan akan muncul konten jenis video. Jika sudah tahu polanya, maka kita harus membuat post seperti itu.
"Artinya, kita harus lebih banyak membuat konten tersebut bila ingin mengoptimalkan konten kita di Instagram," ujar Niko.
  1. Mengoptimasi hashtag
Hashtag yang sering kita lewati, ternyata merupakan sumber impresi tambahan di Instagram. Hal terpenting dari hashtag hasil percobaan Niko adalah menggunakan 15 - 25 hashtag setiap kali posting.
"Terutama untuk akun yang punya followers kurang dari 10 ribu karena belum punya fans loyal untuk bisa bantu menghasilkan impresi tambahan lainnya," kata pria kelahiran Gresik ini.
  1. Menentukan jam posting yang ideal
Menurut Niko ketika ingin mengoptimasi konten di Instagram, salah satunya juga menentukan jam yang tepat ketika mem-posting suatu konten. Hal ini menjadi penting karena postingan kita hanya akan dilihat oleh mereka yang membuka Instagram pada waktu-waktu tertentu.
ADVERTISEMENT
"Artinya, kalau kita post saat mereka nggak buka Instagram, post kita nggak bakalan muncul. Terus, kapan waktu yang terbaik? Jawabannya adalah itu harus diriset masing-masing."
- Niko Julius, Instagram Expert
Sebab, setiap akun Instagram memiliki audiens masing-masing yang karakteristiknya berbeda, sehingga harus dicek jam aktif mayoritas audiens kamu. Niko juga berpesan, pastikan posting di 30 - 60 menit sebelum jam optimalnya, karena postingan Instagram butuh waktu untuk bisa menjangkau lebih banyak audiens (followers) kita.
  1. Optimasi caption
Tak kalah penting dari yang lain, caption juga memiliki daya tarik pada postingan di Instagram Feed yang kamu miliki. Menurut Niko, sebaiknya caption menjelaskan isi dari sebuah postingan agar mendorong orang supaya tertarik dengan konten yang kita buat.
Tak hanya deskripsi saja, di caption kamu bisa menambahkan CTA (Call to Action) atau ajakan bertindak. Seperti misalnya mengajak like, komen, share, save, ataupun follow Instagram kamu. Niko berpesan, jangan terlalu banyak memberi CTA, idealnya 1-3 per post.
ADVERTISEMENT
  1. 'Goreng' komentar
Cara terakhir dari Niko ini dilakukan untuk mengakali algoritma Instagram. Ya, Instagram merupakan robot yang didesain oleh manusia.
Sehingga, Instagram tak akan bisa mengetahui isi dari semua konten, tetapi bisa tahu berapa interaksi yang terjadi pada sebuah konten. Ini ditandai sebagai sinyal positif atau negatif dari konten itu sendiri.
Niko menyebut, komentar merupakan satu-satunya interaksi yang bisa dilakukan berkali-kali. Bila ada 100 komentar di sebuah post, maka Instagram menilai ada 100 interaksi.
Nah, itulah 5 cara simpel dari Niko Julius yang bisa kamu lakukan untuk mengoptimasi akun Instagram personal atau bisnis yang kamu kelola. Selamat mencoba, teman kumparan!
(sif)