Apa Itu Conditioning Training? Ini Pengertian, Manfaat, dan Tekniknya

Ayo gabung ke komunitas teman kumparan!
·waktu baca 3 menit

Conditioning training dilakukan pelari untuk melatih kondisi fisiknya agar lebih prima. Alhasil, ia bisa lebih mengoptimalkan jarak tempuh serta kecepatannya saat berlari.
Mengutip buku Kepelatihan Atletik Jalan dan Lari susunan Dr. Suratmin, S.Pd, conditioning training juga bisa meningkatkan strength, power, daya tahan otot, dan kecepatan saat lari. Jenis latihan ini cocok untuk pemula maupun pelari yang sudah profesional atau advanced.
Jika dilakukan dengan rutin, pelari dapat meningkatkan fleksibilitas tubuhnya. Latihan pun menjadi lebih efisien dan mengurangi risiko dari risiko cedera.
Conditioning training bisa dilakukan beberapa kali dalam seminggu. Bagaimana cara melakukan conditioning yang benar? Simak panduannya dalam artikel berikut ini.
Manfaat Conditioning Training bagi Pelari
Sebenarnya, tujuan utama latihan (training) adalah untuk membantu atlet meningkatkan keterampilan dan prestasi olahraganya semaksimal mungkin. Agar hasilnya maksimal, latihan tersebut harus dilakukan secara rutin.
Saat melakukan latihan conditioning training, pelari bisa memperoleh manfaat yang beragam. Tidak sekadar melatih stamina tubuh, tapi ada juga manfaat lain berupa:
1. Mengurangi cedera
Conditioning training dapat membantu melindungi tubuh dari cedera yang terjadi saat lari. Misalnya cedera otot, cedera lutut, atau cedera pergelangan kaki. Latihan ini dapat membantu pelari untuk memperkuat otot dan ligamen yang mendukung tubuh saat berlari.
2. Meningkatkan kekuatan
Kekuatan otot adalah kunci untuk meningkatkan kekuatan saat berlari. Conditioning training dapat membantu membangun kekuatan otot tersebut untuk meningkatkan kecepatan dan daya dorong saat berlari.
3. Peningkatan fleksibilitas
Fleksibilitas yang baik dibutuhkan pelari agar terhindar dari cedera. Unsur ini juga dapat memastikan gerakan yang lebih efisien saat berlari. Untuk mencapai fleksibilitas yang maksimal, Anda dapat mencoba conditioning training secara rutin.
Cara Melakukan Conditioning Training
Gerakan saat conditioning training memanfaatkan kekuatan otot dan tulang. Ada banyak teknik yang bisa dilakukan pada sesi latihan ini. Dirangkum dari laman Toms Guide, berikut panduannya:
Latihan 1
Pada sesi latihan ini, Anda hanya membutuhkan alat berupa kursi atau box. Nantinya alat itu digunakan untuk meningkatkan kekuatan paha depan, glutes, melatih keseimbangan, dan koordinasi. Langkah-langkah latihannya adalah:
Buka kedua kaki selebar pinggul.
Langkahkan kaki kanan di atas kursi atau box.
Tekan tumit kanan Anda dan gunakan bokong kanan untuk mendorong tubuh ke atas.
Turun kembali dengan cara yang sama seperti saat naik.
Ulangi gerakan sampai beberapa kali repetisi.
Latihan 2
Latihan ini dapat meningkatkan kekuatan betis. Gunakan dumbel untuk menambah beban saat latihan. Berikut tata caranya:
Berdiri dengan tegak, kaki dibuka selebar pinggul.
Angkat tumit dari lantai, kemudian tahan beberapa detik. Rasakan betis Anda yang menegang.
Kemudian, turunkan kaki secara perlahan.
Ulangi gerakan sampai beberapa kali repetisi.
Latihan 3
Latihan ini disebut dreadlift dengan satu kaki. Tujuannya untuk membangun kekuatan hamstring dan melatih fleksibilitas. Berikut tata cara yang bisa diikuti:
Berdiri tegak, kemudian buka kaki selebar pinggul.
Perlahan, ayunkan kaki kiri ke belakang. Pinggul harus menghadap lantai dan punggung harus lurus. Kaki dan dada harus membentuk huruf T.
Kembali ke posisi awal dengan mendorong tumit kanan secara perlahan.
Ulangi sebanyak 10x repetisi pada kaki kiri, lalu bergantian ke kaki kanan.
(MSD)
