Bagirata.id, Platform Patungan untuk Bantu Hidupi Pekerja yang Terdampak Corona

teman kumparan

teman kumparanverified-green

Ayo gabung ke komunitas teman kumparan!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Platform crowdfunding bagirata.id. Foto: Instagram/@bagi.rata
zoom-in-whitePerbesar
Platform crowdfunding bagirata.id. Foto: Instagram/@bagi.rata

"Roda ekonomi sebagian orang saat ini ada yang berhenti, ada pula yang melambat. Bagi yang masih lancar, mari bergerak secara kolektif supaya roda ekonomi nasional pun bisa pelan-pelan terus berputar."

Efek yang ditimbulkan pandemi COVID-19 sungguh mengerikan. Banyak orang yang tak disangka-sangka terkena dampaknya. Mungkin sudah banyak yang menyadari—salah satunya—para pekerja informal yang terdampak pandemi ini. Di samping itu, ada pula pekerja industri kreatif maupun industri servis (hospitality) yang juga menelan pahitnya restriksi akibat corona, tetapi kurang terekspos pemberitaan.

Pekerja yang menggantungkan nasibnya pada sektor industri servis (hospitality), pariwisata, hiburan, food services, komunitas kreatif, dan pekerja lepasan juga dihadapkan dengan pembatalan kerja yang akhirnya berakibat pada pemotongan shift kerja, cuti tak berbayar, hingga PHK. Kondisi itu tentu bukanlah kondisi yang mereka inginkan, bukan?

Melihat permasalahan yang ada, Lody Andrian bersama Ivy Vania, Muhammad Rheza, dan Elham Arrazag membuat platform bagirata, peer-to-peer wealth distribution tool, diibaratkan sebagai jembatan yang dapat mendistribusikan dana secara langsung dari donatur kepada para pekerja yang terdampak di masa pandemi ini.

instagram embed

Alasan Lody dan tim membuat platform ini sederhana, mereka merasa harus ada tindakan nyata yang muncul dari bawah (bottom-up) untuk mengatasi persoalan hilangnya pendapatan bagi sebagian pekerja di Indonesia. Terlebih, Ivy, salah satu dari tim bagirata pun merasakan dampak nyata dari masa pandemi ini.

"Alasannya begitu personal karena kita pun awalnya melihat dari komunitas yang ada di dekat kita, sampai akhirnya berpikir untuk scale up gerakan ini supaya bisa dirasakan orang banyak."

Platform www.bagirata.id memfasilitasi proses crowdfunding dari para donatur yang masih memiliki penghasilan normal untuk bisa membantu pekerja yang terdampak pandemi supaya mereka dapat tetap hidup layak. Aksi ini dilakukan secara sporadis di tengah absennya perusahaan dan instansi pemerintah dalam melindungi job security dari para pekerja yang dirugikan.

Gerakan bagirata. Foto: Instagram/@bagi.rata

Sistem yang diterapkan bagirata berbeda dengan sistem donasi pada umumnya. Pemberi dana bisa langsung menyalurkan uang kepada pekerja yang terdampak, tanpa melalui proses pengumpulan dana di satu pintu, sehingga dana tersebut bisa terdistribusi secara langsung kepada penerima.

Berikut tata cara mendistribusikan dana di bagirata.id:

  1. Masuk ke www.bagirata.id untuk mulai mendistribusikan dana.

  2. Lihat guideline distribusi dana terlebih dahulu, lalu klik mulai.

  3. Mulai distribusi dana ke orang yang membutuhkan dukungan finansial, lalu pilih metode transfer sesuai preferensi.

  4. Download QR code penerima dana, setelah itu masukkan jumlah dana yang dikirim, tekan kirim sekarang.

  5. Kamu akan diarahkan ke aplikasi finansial yang telah dipilih, lalu transfer dengan memasukkan QR code yang sudah didownload.

Sebelum mendistribusikan dana, pemberi dana akan diberikan daftar 10 orang (terpilih secara acak) yang membutuhkan dukungan finansial beserta konteks permasalahan yang dihadapi dan informasi kebutuhan dana mereka. Dengan begitu, pemberi dana juga bisa berpartisipasi secara aktif untuk memverifikasi kebenaran si penerima dana lewat media sosial yang disertakannya.

Ilustrasi tampilan sebelum berdonasi. Foto: bagirata.id

Lody mengatakan, gerakan ini bukan bisnis, murni sebagai inisiatif warga yang dibangun dengan semangat kolektif dan volunteer-based. Segala sesuatunya dilaksanakan secara independen, termasuk validasi dari para penerima dana. Sebelum terdaftar ke dalam database bagirata, para penerima dana tersebut telah melalui tiga tahapan verifikasi dari tim bagirata.

Pertama, sebagian penerima dana berasal dari komunitas yang berkembang secara organik. Kedua, penerima dana sudah melalui proses verifikasi oleh tim volunteer bagirata. Ketiga, pemberi dana juga bisa ikut melakukan verifikasi kembali melalui sosial media penerima dana yang tertera. Jadi, tak perlu khawatir dana tersebut salah sasaran, karena semua keputusan pun diberikan kepada si pemberi dana.

Sistem yang diusung gerakan bagirata mengutamakan partisipasi dari masyarakat yang ingin membantu satu sama lain. Semuanya soal kepedulian dan aksi kecil yang dapat dilakukan untuk mengatasi masa krisis ini. Meskipun pemerintah sudah melakukan berbagai upaya, namun masih belum mampu menjangkau semua pekerja yang terdampak di masa pandemi. Untuk itu, kita juga perlu bergerak sendiri dalam mengatasi masa krisis ini.

"Kita percaya self-govern adalah cara yang paling baik untuk mengatasi krisis yang sedang terjadi. Siapapun yang mau saling bantu, kita sangat terbuka dan bisa menggunakan bagirata."

Sedikit demi sedikit, lama-lama kita bangkit.

(sif)