Cara Mengatasi Parental Burn Out

teman kumparan

teman kumparanverified-green

Ayo gabung ke komunitas teman kumparan!

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kelas teman kumparan mom 26 Juli 2022 bersama Farraas Muhdiar, M.Sc., M.Psi., Psikolog
zoom-in-whitePerbesar
Kelas teman kumparan mom 26 Juli 2022 bersama Farraas Muhdiar, M.Sc., M.Psi., Psikolog

KELAS teman kumparan mom: Cara Mengatasi Parental Burn Out bersama Farraas Muhdiar, M.Sc., M.Psi., Psikolog dan merupakan cofounder/berpraktik di arsanara development partner

Stres merupakan bentuk reaksi tubuh baik fisik maupun emosional ketika mengalami perubahan dari lingkungan yang mengharuskan kita untuk menyesuaikan diri dan beradaptasi. Namun ternyata stres dibutuhkan dalam hidup seseorang. Nah, yang menjadi bahaya adalah apabila stres yang dialami tidak dapat kita kelola dengan baik.

Menjadi orang tua merupakan suatu perubahan yang dialami banyak orang, jadi sangat wajar apabila terjadi reaksi seperti stres ketika baru mulai beradaptasi menjadi orang tua mulai dari belajar mengasuh anak. Faktor berantakannya pola tidur dan anak yang mudah rewel tentunya akan meningkatkan tingkat stress pada orang tua.

Beberapa waktu lalu, teman kumparan mengadakan KELAS teman kumparan Mom dengan tema “Cara Mengatasi Parental Burn Out” dengan tujuan memberikan edukasi kepada para orang tua untuk mengelola emosi dan kelola stress ketika mengasuh anak. Acara ini berlangsung secara virtual melalui aplikasi Zoom yang diselenggarakan pada selasa, 26 Juli 2022 dengan mengundang Farraas Muhdiar, M.Sc., M.Psi., Psikolog yang merupakan psikolog klinis @Arsanara.id.

Kepada teman kumparan, Farraas Muhdiar memaparkan beberapa materi mengenai stress. Di antaranya membahas tentang tanda-tanda stres yang tidak sehat. Farraas Muhdiar mengatakan gejala parenting stress terjadi ketika ekspektasi dan juga realita menjadi orang tua tidak sesuai. Misalnya, ketika sebelum menjadi orang tua, orang sudah banyak mengikuti kelas parenting, baca buku parenting. Namun pada realita yang terjadi, banyak hal-hal tak terduga yang belum kita siapkan sebelumnya sehingga kita harus belajar dan beradaptasi kembali dengan hal yang tidak kita bayangkan sebelumnya.

Adapun beberapa penyebab parenting stress di antaranya:

  • Kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi

  • Minimnya support dari pasangan

  • Komentar kurang enak dan tekanan dari lingkungan sekitar

  • Kesulitan dalam mengelola emosi dan waktu

  • Tidak puas dengan peran yang dijalani saat ini

  • Merasa sedang terjebak dan tidak punya pilihan lain

  • Terlalu banyak paparan informasi baru

  • Masalah perilaku dan perkembangan anak

Perlu diketahui juga bahwa stres yang terlalu berlarut-larut dan tidak dapat dikelola dapat menimbulkan burn out lho!

Orang Tua yang Mengalami Parental Burnout Biasanya memiliki ciri :

  • Mulai membenci peran yang dijalani

  • Merasa jauh secara emosional dari anak

  • Merasa selalu lelah meskipun sudah cukup istirahat

  • Mudah marah / menangis / tersulut emosi, termasuk kepada anak.

  • Merasa diri tidak bisa menjadi orang tua yang baik untuk anak.

  • Mengalami kesulitan berkonsentrasi dan juga kesulitan tidur.

Farraas Muhdiar pun memberikan tips mengatasi stres dengan sehat diantaranya :

Tips untuk menstabilkan emosi:

  1. Olahraga yang cukup

  2. Mengonsumsi makanan enak dan juga bergizi

  3. Tidur yang cukup

  4. Menghubungi teman/kerabat suportif untuk cerita

  5. Mencari hiburan dan pergi liburan tentunya selalu menerapkan mindfulness

  6. Beribadah

Mengatasi akar masalah:

  1. Menganalisis masalah dan opsi solusi

  2. Menyusun skala prioritas

  3. Mencari informasi dari sumber yang kredibel

  4. Meminta bantuan ahli/profesional

Strategi coping/mengatasi stress yang tidak sehat dan sebaiknya tidak dilakukan karena tentunya jika dilakukan hanya akan menambah masalah lainnya diantaranya:

  • Melampiaskan emosi ke orang-orang terdekat

  • Makan berlebihan yang tidak sehat

  • menyalahkan bahkan membenci diri sendiri

  • Menutup diri dan juga menolak untuk bersosialisasi atau mendapatkan bantuan dari orang lain

  • Merokok atau minum minuman beralkohol

Adapun hal-hal yang dapat dilakukan saat ibu sedang emosional di antaranya:

S - STOP. Berhenti, ambil jeda dulu.

T - TAKE A BREATH. Tarik napas dalam-dalam, dapat dilakukan saat ibu sedang emosional

O - OBSERVE. Lakukan observasi terhadap apa yang terjadi, apa yang dirasakan, apa yang anak rasakan, mengapa kita ter-trigger. Lakukan yang paling relevan. Self-talk.

P - PROCEED. Atur napas, tenangkan diri.

Pada akhir materi, Farraas Muhdiar menyampaikan bahwa apabila hal-hal di atas masih dirasa memerlukan tindakan lebih lanjut, bisa langsung untuk konsultasi dengan profesional agar segera mendapat penanganan yang tepat.