Cerita Captain teman kumparan Running Club di Sydney Marathon 2026

Ayo gabung ke komunitas teman kumparan!
·waktu baca 3 menit

TCS Sydney Marathon 2026 sukses digelar pada 30 Agustus 2026. Sejumlah captain teman kumparan Running Club turut ambil bagian dalam ajang bergengsi ini: Capt Widi, Capt Bams, dan Capt Eli.
Bagi mereka, race kali ini membawa banyak cerita, baik soal strategi hingga tantangan yang harus dihadapi sepanjang lintasan. Salah satunya datang dari Capt Widi yang berhasil menuntaskan Sydney Marathon 2026 dengan nett time 4 jam 43 menit 34 detik.
Meski berhasil mencapai garis finish, catatan waktu tersebut belum sesuai dengan target awal Capt Widi. Ia sebelumnya menargetkan waktu sekitar 4 jam, tetapi kondisi rute yang cukup menantang membuatnya belum berhasil mencetak personal best.
Salah satu tantangan terbesar terasa ketika memasuki 10 kilometer terakhir. Pada bagian ini, rute masih diisi dengan sejumlah tanjakan dan turunan panjang atau rolling hills yang cukup menguras tenaga.
Untuk menjaga ritme, Capt Widi menerapkan strategi pacing di kisaran 6:20–6:40 menit per kilometer. Namun, memasuki kilometer 30 ke atas, tantangan mulai terasa semakin berat.
“Cukup kepotong di KM 30++, rute paving block dan masuk taman. Muter-muter 10K di taman, jadi bikin mood turun,” ungkapnya.
Meski begitu, Capt Widi berusaha nggak membiarkan kondisi tersebut mengganggu fokusnya. “Tetap berpikir positif, menyemangati diri sendiri jangan sampai jalan kaki, pacing down. Dalam hati sambil bilang, ‘keep moving, keep moving,’” katanya.
Selain menjaga pacing, strategi hidrasi dan asupan energi juga menjadi element penting selama race. Capt Widi rutin mampir ke water station (WS) untuk mengisi cairan dengan minum secara bergantian antara air putih dan minuman isotonik.
Ia juga membawa enam gel energi yang dikonsumsi secara berkala setiap 40 menit untuk membantu menjaga asupan energi selama berlari.
Terlepas dari tantangan yang dihadapi, Capt Widi mengaku sangat menikmati pengalaman mengikuti Sydney Marathon. Salah satu hal yang membuatnya semakin bersemangat adalah banyaknya pelari dan penonton asal Indonesia yang ditemuinya di sepanjang rute.
“Happy karena banyak ketemu teman-teman dari Indonesia di jalur. Apalagi pakai baju kumparan, banyak yang mengenali kalau dari Indonesia, baik pelari maupun penonton yang cheering,” tuturnya.
Cerita lainnya datang dari Capt Bams yang juga berhasil menyelesaikan Sydney Marathon 2026 dengan catatan waktu 3 jam 56 menit 46 detik.
Hasil tersebut juga belum sesuai dengan target awalnya, yakni finis di bawah 3 jam 45 menit. Namun, Capt Bams tetap bersyukur karena berhasil mencetak personal best (PB) dalam race kemarin.
Salah satu faktor yang membantunya menjaga performa hingga akhir adalah strategi fueling yang sudah dipersiapkan dengan baik. Ia membawa lima gel energi dan mengonsumsinya secara berkala selama berlari.
“Karena fueling-nya bagus, jadi energi nggak drop. Saya bawa gel lima, jadi per 7 kilometer dimakan dan cukup karbo loading-nya selama H-2,” tuturnya.
Selain energi yang tetap terjaga, kondisi fisik Capt Bams juga cukup stabil selama race. Ia menyebut heart rate-nya berada di kisaran 137 bpm. Beruntung, ia juga nggak mengalami drama kram yang bisa mengganggu performa di tengah marathon.
Kondisi tersebut membuat proses recovery setelah race terasa cukup cepat. Bahkan, hanya sehari setelah marathon, Capt Bams sudah bisa kembali berkeliling Sydney.
Buat teman kumparan yang ingin mulai lebih aktif berlari dan mencoba race di luar negeri, Capt Bams juga memberikan pesan agar semangat latihan tetap dibarengi dengan memperluas networking.
“Semangat latihan dan perluas networking-nya. Jangan lupa menabung karena race di luar negeri atau WMM cukup menguras dompet dengan rupiah kita yang lemah,” katanya.
Jangan ketinggalan info event Fun Run! Gabung komunitas teman kumparan Running Club sekarang http://kum.pr/running
