Cerita Log Off dari Media Sosial versi teman kumparan

Ayo gabung ke komunitas teman kumparan!
·waktu baca 3 menit

Di tengah rutinitas digital yang padat, ada kalanya Anda perlu berhenti sejenak dari aktivitas media sosial untuk memberi ruang bagi pikiran. Momen rehat ini dikenal dengan istilah log off medsos.
Selain memberikan waktu jeda, log off juga membawa beragam manfaat bagi kesehatan, lho. Menurut laman Coda Pharmacy, kebiasaan ini dapat membantu menjernihkan pikiran, mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan fokus, hingga memperbaiki kualitas tidur.
Meski menawarkan banyak manfaat, nggak sedikit yang merasa log off kurang relevan untuk dijalani. Biasanya, orang yang masuk kelompok ini mengandalkan media sosial sebagai sumber informasi utama, mengikuti tren, hingga untuk menunjang pekerjaan sehari-hari.
Tentunya setiap orang punya preferensi berbeda dalam menjalani kebiasaan digital mereka, termasuk sejumlah teman kumparan. Ingin tahu bagaimana pengalaman log off medsos versi mereka? Yuk, simak cerita lengkapnya di bawah ini!
Pengalaman Log off Medsos versi teman kumparan
teman kumparan Raka (23) mengaku sulit menerapkan log off dari media sosial. Sebagai content creator freelance, kesehariannya memang nggak bisa lepas dari Instagram dan TikTok, yang jadi bagian penting dari alur kerjanya.
Buat Raka, vakum dari medsos justru bikin rasa cemas muncul karena takut ketinggalan banyak hal. “Pas balik lagi (buka sosmed), kayak ‘wah gue kelewat banyak’. Jadi agak panik juga karena kerjaanku butuh update cepat,” katanya.
Bukan tanpa alasan, ritme kerja di dunia digital memang menuntutnya untuk selalu up to date. Mulai dari tren, referensi konten, sampai insight terbaru, semuanya bergerak cepat dan sebagian besar bisa diakses lewat media sosial.
Sementara itu, teman kumparan Alya (19) justru sesekali memilih untuk log off dari medsos. Keputusan ini biasanya muncul saat ia mulai merasa terdistraksi dengan apa yang dilihatnya di timeline.
Sebagai seseorang yang suka menulis, Alya menyadari dirinya sering tanpa sadar membandingkan karyanya sendiri dengan orang lain di media sosial. Baginya, kebiasaan ini cukup toxic dan bikin kepercayaan dirinya menurun, bahkan sampai memengaruhi mood-nya untuk menulis.
“Kadang aku suka ngebandingin karya sendiri sama orang lain di medsos, terus jadi insecure. Ujung-ujungnya malah nggak jadi nulis,” ungkapnya.
Karena alasan itu, log off jadi cara yang akhirnya ia pilih untuk menjaga dirinya tetap produktif. Menurut Alya, menjauh sejenak dari smartphone justru bikin pikirannya lebih jernih, ide-ide mengalir lebih lancar, dan proses menulis terasa lebih ringan.
Meski begitu, bukan berarti Alya sepenuhnya meninggalkan media sosial. Ia tetap kembali menggunakannya sebagai tempat untuk membagikan karya dan terhubung dengan pembaca.
Lewat media sosial juga, Alya bisa mendapatkan feedback sekaligus mencari referensi baru. Dari situ, ia merasa bisa terus berkembang dan memperkaya sudut pandang dalam menulis.
Nikmati serunya sharing hal-hal seru dengan ribuan teman baru di komunitas teman kumparan. Klik kum.pr/temankumparan
