Diskusi Soal Personal Branding Melalui Instagram Bareng @ndorokakung

Ayo gabung ke komunitas teman kumparan!

Ternyata, Instagram bukan hanya sekadar media sosial. Lebih dari itu, Instagram bisa membentuk persepsi khalayak digital terhadap diri kamu di jagat maya.
Bahkan, tak sedikit perusahaan yang melirik terlebih dahulu akun media sosial calon karyawannya sebelum menerimanya di tempat kerja. Itu semua berarti, apa yang kamu unggah di Instagram sangat berpengaruh bagi citra yang terbentuk di dunia maya.
Semua hal di atas adalah bagian dari personal branding. Ndoro Kakung menyebut, personal branding adalah soal bagaimana caranya membentuk persepsi publik terhadap akun media sosial yang kamu miliki.
Membahas personal branding, teman kumparan telah berbincang bersama Ndoro Kakung, praktisi media sosial, di grup telegram teman kumparan. Penasaran seperti apa keseruannya? Simak rangkumannya di bawah ini.
Tanya: Apakah untuk membangun personal branding perlu memiliki followers yang lumayan banyak?
Jawab: Tidak. Kita bisa membangun personal branding dari berapa pun jumlah followers. Justru dengan personal branding diharapkan akan menambah jumlah followers.
Tanya: Bagaimanakah caranya mulai membangun personal branding di Instagram? Lalu bagaimana cara untuk membuat dan menghadirkan konten yang menarik sehingga banyak orang mau mampir ke instagram kita sampai follow Instagram kita juga?
Jawab: Untuk membangun personal branding, pertama-tama kamu harus menentukan mau dikenal atau dipersepsikan orang sebagai apa? Kamu bisa mulai dengan apa minat, hal yang disukai, dan keahlian yang kamu miliki.
Contohnya, kamu suka dan terampil memasak. Kamu bisa membangun personal branding sebagai chef atau koki.
Nah, di Instagram, mulailah dengan membuat bio yang sesuai dengan citra seorang koki. Lalu posting semua hal yang berkaitan dengan urusan masak memasak.
Kamu bisa bercerita sejarah soto, misalnya. Kamu bisa posting video saat kamu memasak. Kamu bisa posting jenis-jenis makanan favoritmu dan sebagainya.
Setiap kali posting, jangan lupa beri takarir atau caption foto yang bercerita, atau naratif. Beri tagar atau hashtag yang sesuai. Misalnya, #tipdantrikmenuhemat #sotobanjar #resepkuepukis dan sebagainya.
Usahakan kualitas foto dan video yang diunggah kualitasnya bagus supaya orang tertarik untuk nonton dan like. Lakukan cara itu secara konsisten. Jangan lupa promosikan ke IG Story dan akun digital-mu yang lain.
Rajinlah berinteraksi dengan akun sejenis yang sesuai segmenmu supaya follower akun tersebut mengetahui akunmu.
Jika teman-teman yang belum bisa menentukan rencana atau passion yang akan dijadikan personal brand, mulailah dengan mencari apa yang kamu sukai? Apakah menulis, hobi otomotif, sepak bola, dan sebagainya.
Tanya: Apa alasan Ndoro memilih media sosial Instagram? Terakhir bagaimana cara mengatasi adanya orang yang menjiplak dari personal branding kita?
Jawab: Alasan mengapa saya memilih Instagram adalah karena saya sudah melakukan branding di blog dan Twitter. Baru tahun ini saya serius memakai IG untuk personal branding.
Selain itu, saya melihat pengguna IG di Indonesia makin banyak, lebih dari 62 juta akun dan terus bertambah.
Instagram juga sangat menantang, ia membuat pengguna bisa posting teks, foto, video, infografik, atau campuran semuanya. Membuat konten seperti ini sungguh menantang, membutuhkan alokasi kreativitas, riset, waktu, dan sebagainya.
Instagram juga terus berinovasi. Selain menjadi sharing platform, ia juga mengakomodasi bisnis.
Bagaimana cara mengatasi orang yang menjiplak personal brand kita? Jawaban saya: tak perlu diatasi, hahaha. Ingat bahwa setiap orang itu unik. begitu juga dengan personal branding.
Kalau ada yang menjiplak, berarti personal branding kita bagus sehingga layak dijiplak. Percayalah bahwa nyaris mustahil orang menjiplak persis personal branding kita. Be yourself, because everyone else has taken.
Tanya: Seberapa besar hastag memberikan pengaruh dan bagaimana memilih hastag yang baik dan benar?
Jawab: Tagar itu adalah mekanisme agar orang menemukan konten kita di lautan konten IG.
Dengan tagar, orang akan lebih mudah menemukan konten yang dicari. Misalnya, tagar blackouttuesday atau tagar kekeyipanutanku.
Jika konten kita diberi tagar itu, algoritma IG akan memasukkan konten kita ke dalam keranjang berjudul tagar itu. Tujuannya untuk memudahkan orang-orang yang ingin melihat semua konten dengan tagar tertentu.
Semua tagar itu baik dan benar, asal sesuai dengan konten yang kita posting. Jadi sebaiknya kalau kita membuat konten tentang resep memasak, berilah tagar resep memasak, bukan kekeyi panutanku.
Untuk diketahui, IG sudah memblokir beberapa akun tertentu, biasanya berkaitan dengan pornografi dan konten yang dilarang lainnya. Jadi, jangan gunakan tagar yang diblokir itu.
Tidak ada patokan pasti mengenai berapa banyak tagar yang kita sematkan dalam sebuah konten. Meski IG memberi batasan maksimal 30 tagar dalam satu konten, saya biasanya hanya memakai maksimal 10 tagar.
Tanya: Misal di IG tadinya kita sudah dikenal sebagai seorang pecinta alam, tapi tiba-tiba kita berubah interest atau kita tertarik dengan hobi/konten lain. Kita mulai nggak konsisten dengan postingan kita. Nah, apakah itu akan berpengaruh terhadap personal branding kita?
Jawab: Nah ini tanda-tanda akun yang galau, hihihi.
Personal branding sebaiknya tidak pernah berubah. Oleh sebab itu, sebelum memutuskan mau dicitrakan sebagai apa, kalian harus benar-benar berpikir panjang. Kan lucu kalau misalnya tiba-tiba Starbak berubah jadi penjual es cendol, kan.
Jika tiba-tiba di tengah jalan berubah dan kontennya tak konsisten dengan branding awal, tentu saja follower akan bingung. Bisa-bisa kita akan dipersepsikan sebagai akun yang galau.
Jadi sebaiknya berpikir dulu seribu kali sebelum memutuskan mau dikenal atau dipersepsikan orang sebagai apa.
Tanya: Ingin memiliki personal branding menjadi seorang penulis, berkaitan dengan ringan tangan bantuan. seperti apakah untuk menjadi bagian cara personal branding? Apakah personal branding juga perlu keahlian dalam editing supaya postingan biar menarik?
Jawab: Ok, pertanyaan bagus. Bagaimana menjadi penulis yang ringan tangan? Gampang. kalau ada teman yang sulit bikin surat cinta buat pacarnya, bantu dia. Ada temanmu yang kesulitan bikin laporan ke bos, bantulah.
Bagaimana cara membantunya? Buatlah tulisan atau surat cinta. Jadikan tulisan itu sebagai contoh kepada temanmu yang butuh. Begitu seterusnya. Gampang, kan?
Konten-konten saya di IG itu sebetulnya jawaban atas pertanyaan teman-teman saya. Saya tak perlu menyebut mereka, karena pertanyaan mereka mewakili pertanyaan orang lain. Kalau saya membuat konten yang menjawab pertanyaan itu, itu artinya konten saya relevan dengan teman saya dan orang lain. Begitu caranya menjadi konten kreator yang ringan tangan.
Untuk menjadi akun yang dipercaya, apapun personal branding-nya, kalian sebaiknya menguasai atau terampil menulis, termasuk mengedit naskah.
Takarir yang ditulis dan disunting dengan baik akan memberi kesan yang baik di mata followers atau khalayak. Tulisan mencerminkan kredibilitas penulis dan nantinya meningkatkan kepercayaan.
Kalau tulisan seseorang sudah amburadul, kualitas informasinya biasanya juga dipertanyakan.
Salah satu cara saya menengarai sebuah konten itu hoaks atau bukan adalah dengan melihat dan menguji penulisannya. Apakah sesuai dengan PUBI (pedoman umum bahasa Indonesia) atau tidak. Kalau ngawur, saya langsung golongkan tulisan itu sebagai tulisan yang harus dicurigai.
Tanya: Saya ingin bertanya bagaimana menemukan minat atau kelebihan apa yang diri kita sendiri miliki untuk dijadikan personal branding?
Jawab: Cara menemukan minat adalah dengan menanyakan ke diri sendiri, kita suka apa? Apakah kamu suka membaca? Memasak? Merias? Menulis? Nonton drakor?
Jika sudah menemukan salah satu, tanyakan lagi ke diri sendiri, apakah kamu berminat dan mempunyai pengetahuan untuk membahas dan berbagi dengan orang lain mengenai kesukaanmu itu?
Misalnya kamu suka nonton drakor. Saking sukanya, kamu hapal semua pemain atau bintang Korea, termasuk gosip mereka. Nah, jika kamu mempunyai keterampilan menulis, mencari informasi mengenai semua hal yang berkaitan dengan drakor, kamu bisa berbagi cerita ke khalayak tentang drakor. Ini sesuai dengan tujuan kamu yang akan membangun personal branding sebagai pengamat drama korea, atau pecinta drakor.
====================
KELAS merupakan diskusi online yang diadakan di grup teman kumparan. Di KELAS, kamu bisa berdiskusi dengan para pakar di bidangnya secara gratis. Tertarik ikuti keseruannya? Yuk join Grup Telegram Teman kumparan di kum.pr/temankumparan.
(sif)
