Donor Darah Ketika Haid, Begini Pendapat teman kumparan

teman kumparan

teman kumparanverified-green

Ayo gabung ke komunitas teman kumparan!

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi donor darah. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi donor darah. Foto: Shutterstock

Donor darah menjadi aksi kemanusiaan yang memberikan banyak manfaat, baik bagi pendonor maupun orang yang membutuhkan. Siapa saja dapat menjadi pendonor selama dalam kondisi sehat dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan setelah menjalani skrining kesehatan.

Meski begitu, ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan sebelum melakukan donor darah, termasuk saat sedang menstruasi. Sebab, selama haid tubuh mengeluarkan banyak darah. Bahkan, pada sebagian perempuan kondisi ini juga dapat disertai keluhan seperti lemas, pusing, hingga nyeri perut.

Lantas, apakah donor darah saat haid boleh dilakukan atau justru berisiko bagi kesehatan? Yuk, simak informasi selengkapnya dan berbagai pandangan dari teman kumparan di bawah ini!

Amankah Donor Darah Saat Haid?

Ilustrasi wanita sedang menstruasi Foto: shutterstock

Menurut laman NHS Blood Donation, perempuan yang sedang menstruasi pada dasarnya tetap aman untuk melakukan donor darah. Namun, pendonor perlu memastikan kondisi tubuh sedang fit dan memenuhi persyaratan kesehatan yang berlaku.

Perempuan yang sedang haid tetap dapat mendonorkan darah dengan memperhatikan beberapa kondisi berikut:

  • Lolos pemeriksaan kadar hemoglobin sebelum donor.

  • Nggak sedang mengalami perdarahan menstruasi yang berat atau menjalani pemeriksaan terkait haid yang sangat banyak.

  • Nggak sedang mengalami nyeri saat donor.

  • Nggak sedang dalam kondisi sakit atau merasa kurang sehat.

Jadi, donor darah saat haid relatif aman selama kondisi tubuh sehat dan memenuhi persyaratan setelah melalui skrining kesehatan.

Kata teman kumparan Soal Donor Darah Saat Haid

Perempuan menstruasi. Foto: Shutterstock

Meski donor darah saat menstruasi diperbolehkan, sejumlah teman kumparan punya pandangan berbeda soal hal tersebut, lho. Salah satunya datang dari Ifaa (23). Ia mengaku pernah melakukan donor darah, tetapi nggak pernah melakukannya saat sedang menstruasi.

teman kumparan asal Tangerang Selatan ini mengaku khawatir merasa lemas jika harus menyumbangkan darah ketika sedang haid. Menurutnya, kondisi tersebut bisa saja terjadi karena tubuh perempuan juga kehilangan darah selama menstruasi.

“Karena kita mengeluarkan darah yang bersih. Beda dengan fasdu atau bekam, karena itu darah kotor,” katanya.

Ilustrasi donor darah. Foto: Shutterstock

Hal senada juga disampaikan teman kumparan Nurul (41). Ia memilih nggak donor darah saat haid karena khawatir merasa sangat lemas setelah proses donor selesai, mengingat tubuh juga sedang mengalami kehilangan darah akibat menstruasi.

Meski begitu, Nurul menyadari bahwa kondisi setiap orang bisa berbeda. Menurutnya, kemampuan tubuh dalam menghadapi donor darah saat menstruasi nggak selalu sama pada setiap perempuan.

Sementara itu, Lulu ‘Arifah (25) juga cukup menghindari donor darah ketika sedang haid. Sebagai anggota relawan Palang Merah Indonesia (PMI), ia cukup memahami berbagai ketentuan yang perlu diperhatikan saat seseorang hendak melakukan donor darah.

Ilustrasi perempuan menstruasi. Foto: Shutterstock

Lulu pun mengimbau beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan donor darah. Berikut di antaranya:

  • Sebaiknya menunggu hingga menstruasi selesai.

  • Menunda donor saat haid dapat membantu menghindari kondisi seperti lemas dan pusing.

  • Donor darah dapat dilakukan kembali setelah menstruasi selesai dan kondisi tubuh sudah fit.

Pandangan berbeda justru disampaikan oleh teman kumparan Dhifa (23). Ia nggak keberatan melakukan donor darah saat sedang haid. Meskipun belum pernah melakukannya, ia mengaku tetap bersedia donor selama kondisi tubuh fit dan seluruh persyaratan donor terpenuhi.

“Aku tetap akan donor, karena diperbolehkan selagi syarat donor terpenuhi dan kondisi badan lagi fine-fine aja,” ungkapnya.

Jadi bagian dari ribuan perempuan hebat di komunitas teman kumparanWOMAN. Klik kum.pr/tkwoman1