Founder Social Run Bagikan Tips Jitu Lari di Bulan Puasa Agar Tidak Mudah Lelah

teman kumparan
Ayo gabung ke komunitas teman kumparan!
Konten dari Pengguna
19 Maret 2024 15:30 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari teman kumparan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Oka Brian Syah, founder Social Run. Foto: Aset Social Run
zoom-in-whitePerbesar
Oka Brian Syah, founder Social Run. Foto: Aset Social Run
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Olahraga selama bulan Ramadan rupanya dianjurkan oleh sebagian pakar kesehatan lho, terlebih bagi mereka yang sudah biasa melakukannya dalam waktu lama. Ada banyak jenis olahraga yang bisa dipilih, salah satunya adalah lari.
ADVERTISEMENT
Oka Brian Syah, founder komunitas Social Run, mengungkapkan bahwa olahraga yang dilakukan selama bulan puasa justru dapat menyehatkan jantung dan paru-paru, mengontrol kadar gula dalam tubuh, serta meningkatkan kebugaran dan stamina.
Meski begitu, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan agar olahraga tidak menggangu ibadah puasa. Bisa dengan menentukan waktu yang tepat atau memilih nutrisi yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka.
Dengan begitu, kamu dapat terhindar dari dehidrasi dan kelelahan. Ingin tahu tips apa saja yang diberikan Oka dalam pembahasan kali ini?

Tips Lari Selama Berpuasa ala Founder Social Run

Oka Brian Syah, founder Social Run dan tim. Foto: Aset Social Run
Melakukan olahraga selama bulan Ramadan, termasuk lari, sah-sah saja. Seperti disinggung di awal, Oka Brian Syah selaku founder Social Run ikut membagikan tips jitunya agar kegiatan olahraga berjalan dengan lancar, tanpa mengganggu ibadah puasa.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, mengimbangi asupan nutrisi saat sahur dan berbuka dapat meningkatkan stamina dan kebugaran selama puasa Ramadan. Jadi, umat Muslim tidak perlu khawatir lemas atau pingsan ketika berolahraga di bulan puasa.
Cara mendapatkan nutrisi dan gizi seimbang saat sahur dan berbuka bisa dengan mengonsumsi protein, lemak sehat, karbohidrat kompleks, vitamin, serat, dan mineral.
Jadi, selain nasi, kamu juga harus memakan sayur dan daging atau protein hewani lainnya. Untuk memvariasikan menunya, kamu juga bisa menambahkan tahu, tempe, susu, dan buah-buahan yang segar.
Oka Brian Syah, founder Social Run. Foto: Aset Social Run
Seperti dikutip dari buku Resep 30 Hari Sahur Bergizi dan Simpel Selama Puasa karya Danita (2020), protein diperlukan selama puasa karena dapat menghasilkan energi yang optimal. Ketika seseorang mengonsumsi protein, tubuh akan memecahnya menjadi asam amino yang diperlukan otot dan darah.
ADVERTISEMENT
Jika sudah memenuhi nutrisi harian, kamu bisa mengimbanginya dengan berolahraga. Cukup lakukan lari kecil (jogging) keliling komplek atau taman di sekitar rumahmu.
Di sisi lain, Oka mengungkapkan bahwa pelari harus memilih waktu olahraga yang tepat. “Olahraga bisa dilakukan minimal 1 jam sebelum buka puasa. Jika jadwalnya penuh di sore hari, maka bisa diganti dengan olahraga 30 menit sebelum waktu imsak. (Itu) bagus juga kok," kata Oka kepada kumparan.
Oka Brian Syah, founder Social Run. Foto: Aset Social Run
Menurut Oka, puasa justru merupakan momen pas untuk berolahraga dan memulai gaya hidup sehat. Ketika puasa, asupan karbohidrat tubuh akan berkurang. Tubuh secara otomatis membakar lemak untuk memenuhi kebutuhan energi selama menjalankan puasa.
Yang perlu diingat, olahraga harus dilakukan dengan santai dan tidak berlebihan. Olahraga yang berlebihan justru dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan kelelahan.
ADVERTISEMENT