Kata teman kumparan soal Temenan Sama Mantan, Bisa atau Nggak?

teman kumparan

teman kumparanverified-green

Ayo gabung ke komunitas teman kumparan!

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi putus cinta  Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi putus cinta Foto: Shutterstock

Setelah mengakhiri hubungan, banyak orang memilih untuk memutuskan kontak dengan sang mantan. Biasanya, setelah perpisahan, kedua belah pihak seakan menjadi orang asing dan memilih menghindari komunikasi satu sama lain.

Namun, nggak sedikit juga yang tetap berhubungan baik bahkan berteman dengan mantan. Dikutip dari laman Psychology Today, ada beberapa alasan seseorang masih memilih berteman dengan mantan, mulai dari sudah terbiasa saling mendukung, masih menghargai satu sama lain, hingga punya kepentingan pekerjaan.

Di sisi lain, berteman dengan mantan tentu nggak mudah. Berpisah dari seseorang yang pernah mengisi hati bisa meninggalkan rasa sakit. Dengan begitu, kembali berhubungan sebagai teman mungkin terasa canggung atau bahkan membuka luka lama.

Sejumlah teman kumparan yang pernah merasakan pahitnya perpisahan pun berbagi cerita dan pendapat mereka. Lantas, apakah berteman dengan mantan masih mungkin dilakukan?

Kata teman kumparan soal Berteman dengan Mantan

Ilustrasi putus cinta Foto: Shutterstock

Pendapat pertama datang dari teman kumparan Dea. Menurutnya, berteman dengan mantan adalah suatu hal yang nggak mungkin dilakukan karena ia khawatir salah satu pihak kembali baper.

“Selagi salah satu dari kita ada yang masih punya rasa suka, kalau kita masih jalanin bareng-bareng nantinya tetap ada yang baper lagi,” tuturnya.

Setelah putus, Dea termasuk tipe orang yang memilih menjauh dan menjaga jarak untuk beberapa waktu. Ketika sudah lama nggak berkabar atau ada momen tertentu yang mengharuskan mereka kembali berkomunikasi, barulah Dea bisa bersikap biasa lagi karena merasa sudah lebih mampu mengontrol perasaannya.

Kalaupun ingin tetap berteman dengan mantan, menurut Dea, komunikasi dan interaksi yang terlalu intens sebaiknya dibatasi, terlebih jika salah satunya sudah punya pasangan.

Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: shisu_ka/Shutterstock

Sementara itu, teman kumparan Didy (38) berpendapat bahwa temenan dengan mantan sebenarnya bisa saja dilakukan, tergantung bagaimana situasi setelah hubungan berakhir.

“Menurut aku bisa aja temenan sama mantan kalau mantannya itu masih satu lingkungan sama kita, misalnya masih satu kampus atau satu kantor,” katanya.

Jika ingin berteman dengan mantan yang masih satu lingkungan kerja, Didy menyarankan beberapa batasan berikut:

  • Jangan berkomunikasi hanya untuk curhat seperti saat masih berpacaran.

  • Hubungi mantan jika memang ada keperluan yang penting atau mendesak.

  • Nggak perlu memberikan perhatian khusus lagi.

  • Hindari membicarakan hal-hal pribadi, termasuk soal keluarga, meskipun sebelumnya sudah mengenal keluarganya.

Ilustrasi Putus Cinta. Foto: AnemStyle/Shutterstock

Selanjutnya, ada teman kumparan Dayah (27) yang turut menyampaikan pendapatnya. Baginya, berteman dengan mantan memang bisa saja dilakukan, tetapi ia sendiri memilih untuk nggak melakukannya.

Salah satu alasannya karena ia nggak ingin kembali mengingat masalah yang menjadi penyebab putus dan membuat luka lama terbuka lagi.

Sebagai orang yang terbiasa menjaga jarak setelah putus, Dayah memilih memberikan waktu bagi dirinya sendiri untuk melepas berbagai emosi yang muncul. Berikut proses yang biasanya ia lakukan:

  • Membiarkan diri merasakan berbagai emosi, mulai dari galau, sedih, marah, kecewa, hingga perasaan negatif lainnya.

  • Mencerna dan menerima perasaan tersebut tanpa banyak gangguan dari mantan.

  • Nggak langsung memblokir mantan karena menurutnya hal tersebut terasa terlalu ekstrem.

  • Membiarkan hubungan perlahan menjauh dengan berhenti mencari atau menghubungi mantan terlebih dahulu.

  • Menerima rasa kangen karena hal tersebut wajar setelah pernah melewati banyak momen bersama.

  • Menahan diri untuk nggak langsung menghubungi mantan ketika masih merasa kangen.

  • Memberikan waktu sampai akhirnya perasaan tersebut benar-benar mereda dan nggak lagi memiliki ketertarikan untuk kembali mencari tahu tentang mantan.

Ia pun memilih untuk menghindari pertemanan dengan mantan. Namun, jika pada akhirnya tetap menjalin pertemanan, menurutnya penting untuk terbuka kepada pasangan soal hubungan tersebut.

Nikmati serunya sharing hal-hal seru dengan ribuan teman baru di komunitas teman kumparan. Klik kum.pr/temankumparan