Opini & Cerita
·
13 September 2020 20:34

KELAS Teman kumparan: Bagaimana Caranya Mengoptimalkan Profil LinkedIn?

Konten ini diproduksi oleh Teman kumparan
KELAS Teman kumparan: Bagaimana Caranya Mengoptimalkan Profil LinkedIn? (69930)
Ilustrasi perekrutan karyawan. Foto: Pixabay
LinkedIn merupakan salah satu platform atau media sosial yang dikhususkan untuk membangun koneksi dalam ranah profesional. Dengan demikian, tak jarang banyak perusahaan yang melirik profil kandidat-kandidatnya melalui LinkedIn. Selain itu, LinkedIn pun menjadi platform yang cukup populer untuk membangun personal branding.
ADVERTISEMENT
Karena cukup populer, tak ayal, banyak para pencari kerja yang memanfaatkan platform LinkedIn sebagai upaya untuk menunjukkan kemampuan dan pencapaian diri sehingga dapat 'dilirik' oleh berbagai perusahaan atau industri pekerjaan. Berbagai cara bisa dilakukan agar LinkedIn kita memiliki tampilan dan isi yang menarik bagi para perekrut.
Teman kumparan di Grup Telegram berkesempatan untuk berdiskusi mengenai cara mengoptimalkan profil LinkedIn bersama seorang Recruitment Specialist di kumparan, Ambrosiana Claudia, yang biasa disapa Mbak Oshi.
Mbak Oshi sudah berkiprah di bidang rekrutmen sejak tahun 2016. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana dalam bidang Public Relations dan melanjutkan magister dalam bidang Consultancy and Entrepreneurship.
Mbak Oshi turut membagikan tips kepada Teman kumparan dalam mengoptimalkan profil LinkedIn agar bisa mendapat penawaran kerja. Nah, berikut ini adalah tips-tipsnya:
ADVERTISEMENT
  1. Luangkan waktu untuk melengkapi profil LinkedIn-mu. Semakin lengkap isi profilmu, semakin baik.
  2. Pasang foto terbaik versi kamu. Pastikan fotomu menampilkan sisi wajahmu dengan jelas.
  3. Tunjukkan headline yang menarik sebagai bentuk "jualanmu" dalam 5 detik pertama. Dalam membuat headline, perhatikan aspek-aspek berikut: your specialty, openly persuade, be specific, play the keywords, dan be creative.
  4. Manfaatkan kolom About untuk memunculkan kekuatanmu, kemampuan utamamu, keahlian unikmu, dan berbagai industries yang pernah kamu lalui.
  5. Ceritakan apa saja yang kamu kerjakan dan hasilkan di kolom Experience. Gunakan angka untuk memperlihatkan seberapa besar pencapaian dan kuantitas pekerjaan yang berhasil kamu lakukan dan kamu kembangkan.
  6. Tampilkan sertifikasi di kolom Licenses and Certifications apabila kamu mengikuti suatu program sertifikasi atau kursus online.
  7. Minta rekomendasi dari atasan, rekan kerja, atau klien.
  8. Antusias dalam mencari dan menemukan pilihan pekerjaan.
ADVERTISEMENT
Ingin tahu isi diskusi selengkapnya? Yuk, kita simak rangkuman KELAS berikut ini!
KELAS Teman kumparan: Bagaimana Caranya Mengoptimalkan Profil LinkedIn? (69931)
KELAS Teman kumparan bersama Ambrosiana Claudia (@ambrosidia). Foto: dok. Kumparan
Pertanyaan: Bagaimana cara meminta rekomendasi kepada atasan dengan baik sementara kami selalu cukup bertentangan dalam berpendapat?
Jawaban: Menurutku, bertentangan dalam berpendapat merupakan hal yang wajar dan malah bagus kalau kamu cukup mengalami hal itu. Itu artinya kamu berdinamika bersama atasanmu.
Meminta rekomendasi dari atasanmu untuk diletakkan di profil LinkedIn-mu adalah hal yang wajar dan aku rasa atasanmu pasti mengerti dan akan memberikannya dengan senang hati.
Apabila dirasa tidak memungkinkan untuk kamu meminta langsung kepada atasanmu yang bersangkutan, kamu bisa minta ke atasan yang mungkin tidak langsung, tetapi tetap in line dengan pekerjaan/tim kamu. Kamu pun bisa minta kepada rekan kerjamu dalam suatu project atau keseharian.
ADVERTISEMENT
Pertanyaan: Sepengalaman Mba Oshi, pernah tidak sih merekrut orang dengan melihat profil LinkedIn-nya saja? Apa yang menjadi penilaian utama yang dilihat oleh perekrut dari profil LinkedIn seseorang?
Jawaban: Kalau merekrut hanya dengan melihat profil LinkedIn saja, tidak pernah. Yang pernah adalah screening profil kandidat melalui LinkedIn.
Penilaian utama yang dilihat oleh perekrut dari profil LinkedIn seseorang, antara lain:
  1. Kami biasa langsung melihat headline-nya. Sesuai atau tidak dengan yang kami cari.
  2. Dari headline, bila sesuai, kami lanjut lihat summary dia atau langsung ke experience si kandidat. Kami ingin tahu apa saja sih yang kandidat kerjakan, kandidat ngapain aja di company tersebut, adakah achievements yang dicapai si kandidat selama bekerja di suatu perusahaan.
  3. Apabila posisinya harus melihat technical skill-nya, misalnya, posisi Software Engineer, biasanya kami lihat juga di bagian Skills and Endorsement-nya.
ADVERTISEMENT
Hal-hal selain tiga hal itu, biasanya dapat menjadi nilai tambahan.
Oh iya, kalau untuk posisi creative, misalnya Graphic Designer, biasanya kami akan lihat portofolio si kandidat juga (yang biasanya dilampirkan di bagian experience pada profil LinkedIn).
Pertanyaan: Kebetulan pengalaman aku masih cukup baru di LinkedIn, baru aktif tahun ini saja selama proses mencari magang. Menurut Mba Oshi, sebenarnya, di profil LinkedIn kita, seberapa penting atau berdampak kah menulis sebuah post/content? Perlu kah melampirkan CV dan nilai IPK di laman profil?
Jawaban: Pentingnya tergantung dari posisi magang apa yang akan kamu apply. Kalau posisinya berhubungan dengan menulis, seperti Content Writer atau SEO Writer atau apa pun yang berhubungan dengan menulis konten, hal tersebut bisa menjadi penting dan sangat memberikan nilai positif buat kamu.
ADVERTISEMENT
Menurut aku, sejauh kamu memang masih mencari magang/pekerjaan, kamu bisa melampirkan CV-mu dan nilai IPK di laman profil. Ingat untuk melampirkan CV-mu yang ter-update, ya dan pastikan nomor telepon yang kamu sertakan di CV benar dan bisa dihubungi
Pertanyaan: Sebenarnya, dalam membuat description tentang diri (di bagian teratas profil) itu menggunakan kata ganti orang pertama (aku/saya/I) atau malah orang ketiga? Sebab, aku sering menemukan tiap profil orang berbeda-beda dalam mendeskripsikan diri.
Jawaban: Tidak usah bingung. Walaupun LinkedIn memang biasa digunakan untuk ke ranah profesional, tetapi profil LinkedIn-mu adalah penggambaran profesional diri kamu tanpa mengubah jati dirimu a.k.a just be yourself.
Mengenai menggunakan kata ganti yang mana, bebas, sesuai preferensi masing-masing. Asalkan selalu ingat untuk konsisten. Maksudnya, kalau kamu di awal menggunakan kata ganti pertama, ya terus begitu. Jangan di tengah tiba-tiba kamu menggunakan kata ganti orang ketiga.
ADVERTISEMENT
Pertanyaan: Ceritanya, dulu ada perusahaan yang mengajak aku interview, tapi aku baru lihat 3 bulan setelahnya. Maklum, aku sangat jarang melihat LinkedIn. Untuk menyikapi ini sebaiknya bagaimana ya, Mbak?
Jawaban: Saran saya, tetap dibalas, sampaikan permintaan maaf karena baru melihat pesan tersebut, lalu kamu bisa tanyakan kembali ke mereka, apakah posisi yang ditawarkan masih available atau tidak.
Tips-tips di atas bisa menjadi awal mula yang baik bagi kamu dalam memaksimalkan profil LinkedIn-mu. Sebab, hal itu dapat memberi dampak yang baik bagi perjalanan kamu mencari dan mendapat pekerjaan terbaik. Selamat mencoba, Teman kumparan!
(Fab)
====================
KELAS merupakan diskusi dan tanya-jawab online yang diadakan di grup teman kumparan. Di KELAS, kamu bisa berdiskusi dengan para pakar di bidangnya secara gratis. Yuk, gabung ke grup teman kumparan di Telegram melalui kum.pr/Temankumparan. Jangan lewatkan keseruannya, ya!
ADVERTISEMENT