Opini & Cerita15 September 2020 15:39

KELAS Teman kumparan: How To Gain Traffic Via Social Media

Konten kiriman user
KELAS Teman kumparan: How To Gain Traffic Via Social Media (24025)
Ilustrasi media sosial (social media). Foto: Shutterstock
Kini, media sosial menjadi salah satu alat yang tepat untuk mendistribusikan konten yang kita buat kepada audiens. Namun dengan adanya algoritma media sosial yang lebih kompleks seperti sekarang, bagaimana caranya supaya konten yang dibuat bisa mencuri perhatian audiens dan mendapatkan traffic yang tinggi?
ADVERTISEMENT
Nah, untuk mendapatkan traffic media sosial yang tinggi, diperlukan suatu strategi supaya kita bisa mendapatkan perhatian dari audiens yang lebih luas. Lebih lanjut ini, teman kumparan telah berdiskusi di KELAS bersama Content Marketing Operation Lead kumparan, Mahatmanara Sophiaan, yang kerap disapa Mas Nara.
Kepada teman kumparan, Mas Nara memberikan 5 step penting dalam mencari perhatian dan drive traffic dari social media. Apa saja? Simak poin-poinnya di bawah ini:
  1. Kenali audiens (age group)
Kita berbicara dengan orang usia berapa? Poin ini bisa dicek lewat FB insights, Twitter analytics, dan social listening tools lainnya.
  1. Pahami konsumsi medsos mereka
Kapan mereka aktif dan konten apa yang mereka cari? Kamu bisa cek kapan mereka aktif via FB insights, Twitter analytics, dan social listening tools lainnya. Dan bagaimana melihat interest mereka, kamu bisa cek komentar mereka di postingan kamu.
ADVERTISEMENT
  1. Tentukan formula konten
Tampilan konten juga penting buat branding kamu. Tampilan ini berguna buat awareness dan image brand/konten kamu di mata audiens, sehingga sikap mereka positif setiap melihat kontenmu.
  1. Trik drive traffic organic dari social media
Jika kita posting caption, visual, dan link artikel mungkin mendatangkan traffic yang biasa saja. Coba untuk kreasikan materi tersebut sehingga punya experience yang berbeda di mata audiens.
Contohnya di Twitter, kamu bisa manfaatkan fitur reply untuk membuat thread dari pecahan artikelmu sendiri. Sedangkan khusus di IG, manfaatkan kolom link di Bio kamu atau kreasikan foto dan tulisan menjadi produk IG stories yang bisa di-swipe up ke link yang mau dituju.
  1. Paid ads optimization
ADVERTISEMENT
Pertimbangkan juga strategi boost kontenmu melalui Ads. Untuk melihat indikasi konten mana yang akan laku ketika di-boost, kamu bisa hitung CTR (click through rate) konten tersebut.
Teman kumparan juga telah melakukan diskusi tanya-jawab di KELAS bersama Mas Nara. Ingin tahu seperti apa keseruannya? Simak rangkumannya di bawah ini.
KELAS Teman kumparan: How To Gain Traffic Via Social Media (24026)
KELAS How to Gain Traffic via Social Media bersama Mahatmanara Sophiaan, Content Marketing Operation Lead kumparan. Foto: dok kumparan.
Tanya: Sebaiknya evaluasi untuk konten itu berapa kali sekali dalam sebulan? Terus untuk personal branding, sebaiknya share kontennya berapa kali sekali dalam seminggu? Karena takut spam, atau malah dianjurkan setiap hari?
Jawab: Soal evaluasi, kalo menurutku bisa disesuaikan dari nature dari akun medsos yang kita kelola tersebut. Jika kita mengelola akun medsos dengan konten yang ter-planning mingguan (biasanya diramu dalam editorial plan mingguan), ada baiknya setiap seminggu sekali kita evaluasi. Tapi kalo seperti akun kumparan yang running news seharian, evaluasinya akan lebih baik tiap hari.
ADVERTISEMENT
Bagaimana engagement selama seminggu kemarin, di kolom komentar ada sentimen negatif atau tidak, pertumbuhan interaksi dan lain-lain. Selama trendnya positif, bisa lanjut dengan strategi yang serupa mas. Jika trendnya negatif, mungkin ada yang kurang tepat dari sisi tema/penyajian konten atau bagaimana kita menempatkan diri buat followers.
Terkait personal branding, dulu kebetulan aku pernah handle socmed salah satu public figure. Dia seorang singer dan sekarang domisilinya di Yogyakarta (clue nih 😆). Berdasarkan pengalamanku dulu, selama ada kegiatan menarik yang bisa di-share, kita bisa share kontennya.
Menurut pendapat pribadiku, jangan khawatir soal spam selama konten yang kita post masih dalam batas wajar (1-2 konten per hari) karena pasti banyak akun yang difollow oleh followers kita yang lebih spammy ketimbang akun kita hehe. Kira-kira begitu, semoga menjawab pertanyaanmu, ya.
ADVERTISEMENT
Tanya: Di masa pandemi ini banyak orang yang mulai belajar mengoperasikan sosmed. Nah, mengingat banyak istilah dan tools yg belum terlalu awam, mungkin ada refernsi sumber tertentu bagi newbie ini untuk belajar?
Jawab: Setuju, di masa pandemi ini banyak banget yang belajar mengembangkan sosmed, terutama untuk bisnisnya ya karena trennya semua orang jualan sejak #dirumahaja. Disamping itu, banyak juga pelatihan-pelatihan/webinar (berbayar maupun gratis) buat kamu yang mau belajar socmed lebih lanjut. Kamu bisa browse di website-website yang nampilin info event (yang warna biru, aku nggak share brand-nya ya, takut dikira promosi hehe 😊).
Selain itu, kamu bisa juga cari learning-nya dari sumber yang disediakan sama platformnya langsung. Rata-rata mereka pasti punya divisi edukasinya. Contohnya di:
ADVERTISEMENT
Semoga membantu.
Tanya: Apakah tips & formula di atas berlaku juga buat akun pribadi yang ingin dikembangkan untuk membangun personal branding? Atau cuma buat brand seperti kumparan aja, mas?
Jawab: Poin 1 dan poin 2 itu juga bisa kita jadikan dasar buat meramu konten di personal branding. Sebagai contoh, mas adalah seorang yang lagi merintis karir sebagai Oto blogger.
Nah, cara kita mengemas konten review mobil bakal beda banget ketika followers-nya dominan di usia 18-25 dengan yang dominan di usia 35-45. Let's say sebagai contoh mungkin di followers usia 18-25, kamu bakal banyakin foto-foto clean dan lifestyle mobil tersebut. Sementara di usia 35-45, lebih fokus ke spesifikasi misalnya.
ADVERTISEMENT
Jadi tetap bisa diterapkan, disesuaikan aja sama tujuan mas apa. Semoga membantu, ya.
Tanya: Karena tumbuh organik itu agak susah, sekarang ada pilihan boost ads. Kekurangannya apa ya mas kalau konten kita di-boost pakai ads?
Jawab: Betul, aku setuju soal tumbuh organic sekarang mungkin lebih sulit sejak Algoritma socmed jadi lebih kompleks dan mendahulukan konten-konten yang lebih berarti bagi circles/teman/keluarga kita.
Sebenarnya kalo ngomongin kekurangan teknis, metode boost itu cenderung aman. Tapi ada juga nih kekurangan dari sisi non-teknisnya menurutku.
Kekurangannya yang pertama pasti dari sisi ketergantungan ya. Dari pengalamanku, jika kita bergantung sama boost ads tanpa mencoba mengembangkan potensi organic-nya, maka kita akan selamanya bergantung sama boost. Nah, hal ini bisa mengarah ke kekurangan yang kedua, yaitu budget. Jika sebelumnya kamu plan budget untuk jangka pendek aja, jadinya mesti siapin budget jangka panjang, deh.
ADVERTISEMENT
Tanya: Kira-kira kalau untuk merintis bisnis FnB supaya di-notice sekitar, lebih baik startnya dari konten apa yaa, mas?
Jawab: Saran dariku, dari sisi konten bisa explore soal value yang beda dari masakan-masakan ibunya masi. Dan pastinya design/foto harus cakep yah, karena sekarang untuk grab attention orang, look itu nomor 1, setuju nggak? 😁
Dari sisi branding, mas Adi bisa collab sama brand yang sudah lebih dulu establish di daerah Deplu, biar dipromo juga di IGnya mereka hehe.
Dari sisi amplifikasi, bisa dicoba juga fitur radius targeting Adsnya FB & Instagram, jadi yang akan terpapar Ads adalah orang-orang yang berdomisili / sedang ada di daerah Deplu.
Tanya: Selain bikin konten yang menarik dan boost ads, ada cara lain buat naikin followers tertarget kah, mas?
ADVERTISEMENT
Jawab: Untuk bisnis yang baru, berarti ada di fase untuk cari perhatian audiens ya. Kamu bisa coba beberapa cara yang ku suggest ke sebelumnya tadi.
1) Kolaborasi dengan brand yang sudah lebih dulu establish, sehingga followers mereka akan lihat akun brand kamu dan cenderung follow kamu juga karena sudah percaya dengan brand yang kamu ajak kolaborasi tadi
2) Jadikan teman/keluargamu yang punya followers banyak (dan sesuai sama target market kamu) sebagai influencer kamu. Ya tentunya ada cost marketing-nya ya, kamu bisa kirim produk untuk di-review sama dia. Harapannya followers mereka akan follow kamu juga.
3) Kalo kamu punya budget lebih, kamu bisa ajak kerjasama influencer/blogger yang punya audiens untuk review produk kamu.
ADVERTISEMENT
4) Manfaatkan fitur sosmed yang memungkinkan orang lain menemukan bisnis kamu. Contoh, di Instagram stories ada fitur Support Small Business yang ketika itu diklik orang akan masuk ke profil kamu. Bisa juga untuk request orang yang kamu jadikan influencer tadi untuk nyisipin fitur ini di IG stories mereka. Ada juga fitur DM Me di IG stories, Fitur tagging di IG feed, dan masih banyak lagi.
Intinya, semakin sering kamu muncul di medsos orang lain yang punya followers banyak dan sesuai sama target kamu, maka semakin besar chance kamu untuk akuisisi mereka jadi followers-mu :).
Step dan tips di atas bisa kamu terapkan dalam mengembangkan akun media sosial yang kamu kelola. Di akhir KELAS, Mas Nara berpesan kepada teman kumparan untuk bisa memanfaatkan sumber yang bisa dijadikan referensi untuk belajar mengembangkan media sosial.
ADVERTISEMENT
"Kalau belum ada waktu untuk baca-baca, bisa observasi hal-hal yang dilakuin sama akun socmed favorit kalian," ujar Mas Nara menutup KELAS.
(sif)
====================
KELAS merupakan diskusi dan tanya-jawab online yang diadakan di grup teman kumparan. Di KELAS, kamu bisa berdiskusi dengan para pakar di bidangnya secara gratis. Yuk, gabung ke grup teman kumparan di Telegram melalui kum.pr/Temankumparan. Jangan lewatkan keseruannya, ya!
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white