KELAS Teman kumparan Mom: Membangun Hubungan Sehat dengan Mertua

Ayo gabung ke komunitas teman kumparan!

“Mertuaku kalau berbicara sering menyakiti perasaan…”
“Aku harus bersyukur karena mertuaku baik, tapi aku orangnya sulit membuka diri…”
“Urusan anak dan keuangan keluarga sering dicampuri mertua…”
Pernikahan memang bukan hubungan yang main-main. Menikah, berarti tak hanya menyatukan dua orang yang mencinta, tapi juga menyatukan dua keluarga yang berbeda. Mereka yang tadinya tak memiliki keterikatan darah, kini menjadi keluarga karena hubungan pernikahan.
Perbedaan yang muncul di antara keluarga pada awal pernikahan kerap menimbulkan konflik yang sulit dihindari. Salah satu kasus yang sering ditemukan adalah konflik dengan mertua. Menurut penelitian dari Cambridge University, 3 dari 4 pasangan yang sudah menikah pernah mengalami konflik yang signifikan dengan mertua. Bahkan, 60% perempuan terbukti mengalami stres berkepanjangan karena ibu mertuanya.
Lantas, bisakah menantu dan mertua saling menjalin hubungan baik dan sehat? Bagaimana caranya?
Bersama Saskhya Aulia Prima, psikolog klinis anak dan keluarga sekaligus Founder @tigagenerasi, Teman kumparan Mom di Grup Telegram telah berdiskusi membahas caranya membangun hubungan sehat dengan mertua untuk menghindari konflik yang kerap terjadi. Pada materi yang disampaikan di KELAS, Saskhya membahas bahwa kualitas hubungan dengan mertua dapat menentukan dinamika keluarga besar yang sehat.
Berikut tips yang Saskhya berikan kepada teman kumparan agar hubungan dengan mertua tetap terjaga:
Berkomunikasi berkala yang berjadwal (tidak perlu terlalu intens tapi konsisten)
Berikan porsi keterlibatan pada pengasuhan anak yang tidak terlalu krusial namun menyenangkan (contoh: memilih baju anak)
Bangun koneksi emosional dengan menanyakan kondisi hidup mertua sehari-hari ataupun mengirimkan foto cucu
Mengirimkan mertua hal-hal yang disukai sesekali
Kompak dengan suami mengenai aturan dan batasan keterlibatan mertua di dalam kehidupan keluarga
Penasaran apa saja tips lainnya yang dijelaskan Saskhya dalam KELAS? Yuk simak rangkumannya di bawah ini, moms.
Tanya: Bagaimana caranya untuk lebih dekat dengan mertua, sedangkan saya orangnya tidak mudah akrab dengan orang lain? Sebenarnya mertua perhatian sekali, tapi saya masih seperti ada jarak dengan mertua.
Jawab: Salah satu yang perlu disyukuri adalah mertua Mom sepertinya ada kebutuhan untuk mendekatkan diri dengan Mom, ya. Memang kebetulan tidak semua orang mudah dekat dengan mertua, terutama ketika cara mertua memberikan perhatian berbeda dengan cara kita dibesarkan.
Terkait hal ini, karena sudah ada inisiatif yang dilakukan oleh ibu Mertua, beberapa hal yang bisa Mba lakukan perlahan untuk lebih membangun kedekatan emosional adalah:
- Memberi waktu konsisten untuk menanyakan kabar mertua (bisa setiap hari atau setiap 2 hari sekali, atau seminggu sekali tergantung kenyamanan Mom) serta berusaha menceritakan 1 hal yang mba alami atau rasakan
- Selain kabar, Mba bisa mengirimkan foto cucu atau apapun yang membuat koneksi emosional mba dan mertua bisa tersampaikan, trial dan error topik untuk didiskusikan dengan mertua.
- Untuk telepon sendiri, apabila sedang tidak terlalu nyaman untuk ngobrol, tidak apa-apa untuk tidak mengangkat namun kabarkan mertua apabila sudah ada mood atau keinginan untuk mengobrol (bisa sampaikan permintaan maaf dan bilang bahwa telepon tidak terangkat karena mom sedang mengerjakan sesuatu). Karena sangat penting kita dalam emosi yang stabil pada saat membangun komunikasi dengan mertua.
- Diskusikan dengan suami mengenai hal apa yang dapat menjadi titik persamaan antara Mom dengan mertua (agar memotivasi mba untuk lebih bisa mengobrol dengan pihak mertua)
- Terakhir, sabar dan konsisten dalam prosesnya karena setiap orang memiliki waktu dan cara berbeda-beda untuk bisa akrab terutama secara emosional dengan orang lain. Semoga membantu ya, Mom. :)
Tanya: Bagaimana caranya menyikapi mertua yang suka intervensi dalam rumah tangga anaknya dalam segala aspek? Apa mungkin suami saya yang kurang tegas sebagai pemimpin di rumah tangganya sendiri?
Jawab: Terkait hal ini sepertinya ada boundary atau batasan yang perlu diusahakan lebih banyak dengan mertua ya Mom sambil kompakan dengan suami. Karena pada dasarnya sangat sulit untuk mengontrol pikiran dan kebiasaan mertua kita, kita bisa coba menyusun rencana yang lebih bisa kita kontrol dengan suami.
Sepertinya Mom perlu berdiskusi lebih serius dengan suami dan mengungkapkan situasi yang cukup mengganjal seperti apa dari sisi Mom dan suami. Sisanya dari pihak suami perlu mengomunikasikan hal ini dengan ibu mertua (berhubung suami biasanya lebih memahami cara untuk berkomunikasi dengan ibunya).
Mom mungkin juga bisa membantu suami dengan cara menanyakan hal apa yang mengganjal darinya tentang ibunya dan juga kesulitan yang dihadapi dalam berkomunikasi dengan Ibu, sehingga suami merasa lebih terbantu.
Terkait diskusi dengan suami ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memperlancar proses dan tujuan diskusi seperti:
- Cari waktu bicara dengan suami pada saat kita dan suami sedang dalam emosi netral & tidak sedang kelelahan.
- Atur tempat berbicara, kalau bisa di sofa atau kursi yang empuk supaya nyaman.
- Atur eye-level (mata sejajar dan bertatapan ketika berdiskusi) dalam berbicara supaya tidak mudah terjerat konflik.
- Lakukan I-Message, contoh: Sayang, aku merasa bahwa aku perlu bantuan karena aku merasa agak tidak nyaman dengan ..., Aku merasa bahwa banyak hal yang sepertinya sudah tidak nyaman untuk Mama/Ibu terlibat di dalamnya seperti ..., bolehkah kita lebih banyak untuk mengatur sendiri ....
- Terakhir, pastikan kesiapan suami dalam berdiskusi hal ini, infokan terlebih dahulu bahwa Mba butuh mendiskusikan hal terkait mertua agar tidak terlalu menegangkan ketika langsung dihadapkan pada topik diskusi.
Jangan lupa apabila saat berdiskusi, nada salah satu dari Mom atau pasangan meninggi, ambil waktu pause, berhenti sejenak dan kembali berdiskusi saat emosi netral sehingga Mom dapat fokus kembali menyelesaikan masalah dan tidak menambah masalah-masalah lain yang muncul karena ada perasaan tidak terima dengan hal-hal di luar fokus diskusi.
Tanya: Mertua saya cara bicaranya ceplas-ceplos dan saya kebetulan dibantu mertua dalam pengasuhan. Bagaimana saya mencegah/menegur mertua supaya tidak berbicara dengan bahasa yang kadang tidak patut dicontoh oleh anak-anak?
Jawab: Dalam kondisi pengasuhan bersama ini memang sangat rumit ya apabila ada perbedaan kebiasaan dan seringkali membuat kita merasa tidak nyaman. Terkait hal ini saya rasa mom perlu mengenali terlebih dahulu masalah utama yang tidak menyamankan Mom dari kebiasaan Mertua, apakah nada bicaranya atau konten bicaranya atau seperti apa?
Mom bisa mulai dengan memikirkan kata-kata atau cara bicara yang Mom kurang nyaman apabila anak Mom meniru mertua. Kemudian cari tahu juga kenapa hal tersebut membuat mom tidak nyaman, apakah memang ada kata-kata yang kasar atau cara kebiasaan berbicara yang berbeda dan menyinggung perasaan Mom.
Kenali baik-baik kenapa Mom tersinggung agar kita dapat lebih objektif menemukenali masalah yang terjadi betul-betul penting, bukan hanya karena nyaman dan tidak nyaman saja. Selanjutnya Mom bisa berdiskusi dengan suami untuk membantu Mom mengemukakan perubahan yang diinginkan dengan cara yang paling menyamankan mertua Mom.
Lakukan perlahan-lahan dan fokus pada 1 topik dulu ya mom yang memang betul-betul mengganggu, apalagi ini terkait kebiasaan yang sudah sangat lama terjadi. Pastikan juga koneksi emosional kita dan mertua tetap terjaga agar membantu mertua membangun rasa percaya dengan kita sehingga memudahkan kita juga untuk menetapkan boundary dan mengasuh bersama.
Perbanyak juga waktu mengasuh langsung dan minta anggota keluarga lain juga menjadi role model anak dalam berkomunikasi dan berinteraksi sehingga tidak hanya terpapar pada 1 cara berkomunikasi.
Tanya: Bagaimana cara menghadapi mertua yang memiliki perbedaan pola asuh dengan kita? Lalu bagaimana tipsnya agar hubungan dengan mertua tetap harmonis meski berbeda pola asuh dengan kita?
Jawab: Untuk urusan pengasuhan ini memang merupakan salah satu konflik terbesar antara menantu dan mertua yang sebetulnya tujuannya sama-sama untuk kebaikan perkembangan si kecil. Kebetulan memang untuk proses pengasuhan dan perkembangan anak dari masa ke masa terdapat banyak perubahan secara scientific dan budaya. Sehingga, memang selalu ada penemuan baru yang lebih sesuai dengan situasi yang sedang berjalan di dunia kita sehari-hari dan tidak semuanya diketahui oleh orang tua.
Belum lagi memang lansia punya hambatan dalam memahami perspektif baru dari orang lain. Oleh sebab itu terkait hal ini, kita perlu mengenali cara tercepat/termudah untuk mendapatkan trust atau rasa percaya mertua kita secara perlahan. Misalnya apakah lewat ahli lain (membawa mertua ke ahli), tulisan, pendekataan keagamaan tertentu, dll.
Tanya: Bagaimana caranya agar ibu mertua saya nggak selalu terlibat dalam hal-hal material dan financial di rumah tangga saya?
Jawab: Untuk hal ini sebetulnya pertama yang perlu dilakukan adalah bersepakat dengan suami, karena sekali lagi mertua adalah faktor yang sulit sekali bisa kita masuki tanpa bantuan suami. Apalagi sejauh dari cerita Mom, suami tidak terlihat tidak nyaman dengan perlakuan tersebut. Di situlah sebagai pasangan Mom perlu menyampaikan rasa ketidaknyamanan tapi dalam situasi yang membuat suami tidak defensif.
Mom bisa membiasakan adanya jadwal komunikasi konsisten dengan suami untuk membahas hal yang sudah baik dan hal yang perlu ditingkatkan dalam rumah tangga Mom. Dari situ Mom dan suami bisa belajar mengenal lebih dalam dan memahami apa yang menjadi concern atau perhatian masing-masing dalam sebuah hubungan serta memudahkan untuk mencari strategi menghadapi masalah.
Tujuan dari penjadwalan adalah agar diskusi dilakukan dengan mental yang lebih siap dan bukan pada saat kita sedang memiliki emosi yang tidak nyaman. Setelah Mom dan suami sepaham barulah kita dapat bergerak ke strategi selanjutnya yang terkait keterlibatan yang diharapkan dari mertua. Jangan lupa setiap diskusi pastikan dalam situasi dan lokasi yang nyaman ya Mom.
Tanya: Bagaimana menjalin interaksi yang efektif dengan mertua, jikalau waktu saya menikah mertua tak memberi restu sepenuhnya?
Jawab: Memang berat ya kalau sedari awal hubungannya belum terlalu kuat. Terkait hal ini memang kuncinya adalah mengingat tujuan kita menjalin hubungan yang baik dengan mertua sehingga kita dapat terbantu untuk lebih bersabar dalam prosesnya.
Oleh sebab itu, kita perlu mengetahui lebih dalam hal yang menjadi minat mertua, bagaimana cara mertua mendapatkan rasa diperhatikan (karena setiap orang punya bahasa cinta yang berbeda), apa yang tidak disukai mertua, dsb.
Mom bisa diskusikan juga dengan suami terkait hal ini. Kemudian sisanya Mom bisa lebih konsisten menjaga hubungan dengan mertua dari cara-cara yang saya berikan pada slide ya. Semoga perjalanan untuk mendekatkan diri Mom dengan mertua ke depannya lebih dilancarkan ya, Mom.
Tanya: Saya punya mertua yang selalu menghakimi & menyakiti perasaan orang, salah satunya saya. Apakah kita sebagai menantu harus terus diam dalam sakit atau harus dibicarakan untuk membela diri sendiri?
Jawab: Karena memang mertua adalah bagian dari keluarga kita, sebisa mungkin memang kita perlu meminimalisir konflik terutama bagi jenis mertua yang penuh dengan kritik. Batasi pertemuan dan komunikasi namun konsisten ada jadwal ngobrol yang tidak terlalu lama sebetulnya cukup membantu dalam hal ini.
Apabila mertua mengemukakan hal yang tidak menyamankan, ingat-ingat lagi bahwa para lansia punya kesulitan sendiri menghadapi hari-harinya. Di samping itu, ketika kita merasa tersindir atau tersinggung dari perkataan mertua, coba untuk berhenti sejenak dan memikirkan bagian apa yang membuat kita tersinggung.
Dari situ kita bisa memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai diri kita sendiri dan terlatih untuk tidak terlalu membawa perasaan pada berbagai hal yang terjadi. Karena pada dasarnya hal yang bisa kita kontrol adalah pikiran, perasaan, dan respons kita sendiri, sehingga daripada kita terus-menerus terteror perkataan mertua, kita bisa mulai lebih banyak melihat celah untuk mengembangkan diri kita sendiri.
(sif)
====================
KELAS merupakan diskusi dan tanya-jawab online yang diadakan di grup teman kumparan. Di KELAS, kamu bisa berdiskusi dengan para pakar di bidangnya secara gratis. Yuk, gabung ke grup teman kumparan mom di Telegram melalui kum.pr/temankumparanmom. Jangan lewatkan keseruannya, ya!
