Mom12 September 2020 21:35

KELAS Teman kumparan MOM: Screen Time Pada Anak Selama School Frome Home

Konten kiriman user
KELAS Teman kumparan MOM: Screen Time Pada Anak Selama School Frome Home (207313)
Ilustrasi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Foto: Pexels/Julia M
Kegiatan School From Home (SFH) yang diterapkan sejak awal pandemi menyebabkan durasi screen time pada anak meningkat. Hampir seluruh kegiatan belajar mengajar yang diadakan secara online membuat anak harus menatap gawai lebih lama dari biasanya.
ADVERTISEMENT
Karena aktivitas screen time pada anak menjadi meningkat, diperlukan perhatian khusus untuk menjaga keseimbangan antara screen time, aktivitas fisik, aktivitas sosial, dan kebutuhan dasar anak. Dengan begitu, si anak pun bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.
Lebih lanjut tentang screen time, teman kumparanMOM bersama Anindya Phalita, M.Psi., Psikolog Klinis anak dan remaja, telah mendiskusikan bagaimana caranya mengatasi screen time pada anak selama SFH.
Wanita yang kerap disapa Mbak Anin ini merupakan lulusan Sarjana Psikologi UGM dan melanjutkan magister profesi psikologi klinis serta berpraktik di RS Duren Sawit, RS Hermina Podomoro, Layanan Psikologi Bileva, dan melayani konsultasi online di ibunda.id.
Di awal KELAS, Mbak Anin menyampaikan bahwa penggunaan gadget dapat berdampak baik dalam kehidupan anak ketika digunakan secara tepat. Namun, apabila digunakan secara tidak tepat atau tanpa perencanaan, maka gadget dapat menggantikan banyak kegiatan penting seperti interaksi tatap muka, quality time bersama keluarga, bermain di luar ruangan, dan mengganggu waktu istirahat.
ADVERTISEMENT
Selain itu, aktivitas screen time yang sehat di rumah juga harus sesuai dengan tahapan usia anak, lho, moms. Mbak Anin memberi ilustrasi seperti gambar di bawah ini.
KELAS Teman kumparan MOM: Screen Time Pada Anak Selama School Frome Home (207314)
Rekomendasi screen time anak sampai usia pra-sekolah. Foto: dok. Anindya Phalita, M.Psi., Psikolog
Nah, untuk mengatasi screen time yang berlebihan pada anak, Mbak Anin merekomendasikan untuk membuat jadwal harian bersama anak serta membuat kesepakatan waktu penggunaan gadget dan aplikasi apa saja yang boleh digunakan.
Penasaran diskusi dan tips lain yang dipaparkan Mbak Anin di KELAS Teman kumparanMOM? Simak rangkuman lebih lanjutnya di sini yuk, moms!
Tanya: Sebaiknya gimana ya Mbak untuk membatasi screen time anak selama banyak di rumah? Anak saya umur 7 dan 4,6 tahun. Apa yang sebaiknya saya lakukan agar anak mau dengerin saya dan nurut?
ADVERTISEMENT
Jawab: Iya moms, PSBB memang memunculkan beragam perubahan yang signifikan dalam keseharian kita. Untuk menyikapinya, yang pertama kali harus terus diyakini adalah menerima bahwa prioritas utama kita saat ini adalah kesehatan dan keselamatan anak sehingga proses pembelajaran harus dilakukan di rumah. Untuk penerapan regulasi screen time, ada beberapa hal penting yang bisa moms lakukan, yaitu:
1. Menyediakan waktu diskusi 1 on 1 dengan masing-masing anak, terkait kesepakatan waktu penggunaan gadget dan aplikasi apa saja yang boleh digunakan. Hal ini untuk menghindari dampak negatif yang bisa muncul akibat terlalu banyak screen time. Saat diskusi dengarkan dengan penuh empati mengenai apa yang anak rasakan dan butuhkan. Berikan perhatian penuh pada anak dengan menatapnya selama berbicara. Perhatian tersebut penting diberikan supaya anak merasa dirinya dihargai sehingga akan lebih mudah baginya untuk menghargai orang-orang di sekitarnya.
ADVERTISEMENT
2. Setelah diskusi 1 on 1 dengan masing-masing anak, moms bisa mengajak anak untuk membuat poster sederhana dari bahan-bahan yang ada di rumah. Poster tersebut berisi jadwal harian masing-masing anggota keluarga di rumah yang harus ditepati setiap harinya. Ini juga akan membantu anak untuk belajar mengenai aturan, tanggung jawab, dan kedisiplinan.
3. Jangan lupa juga bagi moms untuk tetap menjaga kesehatan mental diri sendiri ya. Ingat bahwa kita juga butuh memberikan anak waktu untuk merasa bosan supaya anak belajar mengenali perasaan tidak nyaman lalu berusaha bangkit, kreatif, dan mencari kegiatan sendiri. Jika ini dipelajari sejak kecil, maka akan menumbuhkan resiliensi dalam diri anak sebagai bekal ketika nantinya mengalami masalah lain di tahap perkembangan selanjutnya.
ADVERTISEMENT
Tanya: Usia anak saya 4 tahun nih, Mbak. Sejak PSBB, waktu nonton YouTube-nya jadi nambah. Kalau nggak dikasih dia tantrum dan jadi kasar main rebut gadget kakaknya ketika dipake belajar. Langkah bijak apa yang sebaiknya saya lakukan agar anak tidak ketagihan main gadget ya, Mbak?
Jawab: Rasanya bingung ya moms ketika menghadapi anak yang tantrum ketika tidak diberikan handphone. Memang pada dasarnya tantrum pada anak akan semakin berkurang intensitasnya menjelang usia 6 - 7 tahun apabila anak diberi perlakuan yang tepat.
Nah, perihal screen time untuk usia 4 tahun itu dianjurkan tidak lebih dari 1 jam perhari dengan program-program yang tentunya berkualitas. Moms bisa mempelajari beragam ulasan di internet mengenai aplikasi, permainan, dan program yang sesuai usia anak beserta tujuan yang ingin dicapai.
ADVERTISEMENT
Sebab jika penggunaannya tepat, maka pemakaian gadget akan turut meningkatkan keterampilan kognitif pada anak seperti kemampuan memperoses informasi, penalaran, mengingat, dan menghubungkan antar objek.
Tanya: Halo Mbak Anin, ini kekhawatiran saya terhadap keponakan saya. Sudah berbagai cara kami lakukan supaya si anak nggak terlalu banyak main gadget. Saya khawatir mereka kecanduan gadget & nggak mau bersosialisasi. Bagaimana mengatasinya ya, mbak?
Jawab: Pasti khawatir ya moms ketika melihat banyak keponakan yang screen time-nya meningkat selama PSBB. Tadi sudah sempat dibahas mengenai rekomendasi screen time untuk anak usia pra-sekolah, sekolah dasar, dan sekolah menengah. Rekomendasi tersebut dapat dijadikan acuan ketika membuat jadwal harian untuk masing-masing anak. Yang saat ini juga dapat dilakukan adalah menyeimbangkan screen time dengan kebutuhan fisik, sosial, dan psikologis masing-masing anak.
ADVERTISEMENT
Jadi untuk kebutuhan fisik harus ada aktivitas di luar rumah seperti olahraga/jalan pagi dengan pendampingan orang tua yang menerapkan protokol kesehatan yang sesuai. Untuk anak yang usia 1 dan 4 tahun dapat difasilitasi dengan permainan sensori dengan bahan-bahan sederhana yang ada di rumah sesuai dengan indikator perkembangannya.
Permainan sensori penting diberikan karena salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan regulasi diri pada anak sehingga mencegah masalah perilaku (seperti mudah tantrum, sering berkelahi, mudah cemas & marah, dan susah fokus).
Lalu untuk kebutuhan sosial serta psikologis, ajak anak untuk tetap bersosialisasi secara virtual dengan teman dan keluarga melalui video call. Dorong anak untuk berani mengekspresikan perasaannya dan bercerita pada orang lain ya, moms.
ADVERTISEMENT
Tanya: Ponakanku ini dia masih SD, tapi udah mulai banyak dilesin sama orang tuanya. Karena pandemi semua kegiatan belajarnya via daring dan melebihi batas screen time. Kalau udah seperti ini gimana ya, Mbak?
Jawab: Betul moms ini banyak terjadi ya karena selama pandemi ini kegiatan belajar daring memang sangat meningkat ya. Nah, yang perlu diperhatikan adalah keseimbangan antara aktivitas screen time dengan aktivitas lainnya, termasuk menyediakan waktu rutin untuk mengobrol tatap muka dengan anak mengenai apa yang ia rasakan selama menjalani belajar daring.
Hal tersebut penting sekali untuk menjaga kesehatan mental anak-anak kita selama SFH. Poin penting lainnya adalah memberi pemahaman pada anak mengenai makna belajar. Supaya anak tetap termotivasi untuk menggunakan media teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat, termasuk belajar dengan cara yang menyenangkan.
ADVERTISEMENT
Tanya: Ternyata juga harus rutin untuk mengobrol tatap muka dengan anak mengenai apa yang ia rasakan supaya interaksinya tetap terjaga ya, mbak?
Jawab: Iya betul sekali. Karena apabila aktivitas penggunaannya tidak dibatasi, tanpa pengawasan, dan tanpa rencana, tentunya akan memunculkan dampak negatif yang telah kita bahas di atas. Interaksi hangat dengan anggota keluarga yang lain juga penting sekali dibiasakan di rumah ya moms karena anak memiliki kebutuhan untuk merasa dicintai dan merasa menjadi bagian dari keluarga.
Ketika jika interaksinya terjaga, maka perlahan anak akan belajar memahami diri mereka sendiri dan dunia di sekitarnya.
Tanya: Ada nggak sih tips penjadwalan ala Mbak Anin?
Jawab: Ketika sudah memberi jadwal, orang tua juga harus konsisten dengan aturan yang telah di buat. Kita sebagai orang dewasa pun harus bijak dalam menggunakan gadget selama di rumah.
ADVERTISEMENT
Lalu untuk moms dan keluarga bisa membuat rencana penggunaan media keluarga masing-masing, misalnya salah satunya moms bisa membuat rencana di HealthyChildren.org/MediaUsePlan.
Sebagai referensi juga dalam menentukan program yang tepat untuk anak, moms bisa membaca beragam ulasan tentang film, aplikasi, permainan, dan program yang sesuai usia anak di commonsensemedia.org. Ini penting sekali dilakukan untuk memandu moms dalam membuat pilihan terbaik untuk anak-anak, yaa.
Di akhir KELAS, Mbak Anin menyampaikan pesan kepada para moms untuk mengucapkanl rasa terima kasih kepada diri sendiri yang sudah mau belajar, tetap berjuang, dan kuat menghadapi segala ketidakpastian yang terjadi.
"Yakinkan diri untuk bisa lebih tenang dalam menerima hal-hal yang tidak bisa kita ubah/kontrol, lalu yakinkan juga diri kita untuk lebih berani dalam mengubah hal-hal yang bisa diubah, dan juga tetap bijaksana dalam mengambil sikap ketika berinteraksi dengan orang-orang yang kita sayang, termasuk ketika mendampingi anak-anak kita selama belajar di rumah ya, moms," pesan Mbak Anin.
ADVERTISEMENT
Mbak Anin juga mengingatkan untuk menghargai setiap waktu yang ada, karena kita sedang diberi kesempatan untuk lebih mengenal, lebih dekat, dan lebih memahami anak-anak kita.
(sif)
====================
KELAS merupakan diskusi dan tanya-jawab online yang diadakan di grup teman kumparan. Di KELAS, kamu bisa berdiskusi dengan para pakar di bidangnya secara gratis. Yuk, gabung ke grup teman kumparan mom di Telegram melalui kum.pr/temankumparanMom. Jangan lewatkan keseruannya, ya!
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white