Bisnis
·
23 Oktober 2020 18:40

KELAS Teman kumparan: Optimasi Instagram Organik

Konten ini diproduksi oleh Teman kumparan
KELAS Teman kumparan: Optimasi Instagram Organik (12998)
Ilustrasi Instagram. Foto: Pexels/energepic.com
Tahukah kamu? Ternyata, Instagram merupakan salah satu media sosial yang paling banyak digunakan oleh orang Indonesia, lho. Per September 2020 lalu, data menunjukkan jumlah orang Indonesia yang menggunakan Instagram mencapai lebih dari 78 juta.
ADVERTISEMENT
Tentu itu merupakan jumlah yang besar dan perkembangan pengguna Instagram pun tak mengalami 'perlambatan' selama ini. Melihat potensi tersebut, kamu bisa memanfaatkan media sosial Instagram sesuai tujuanmu, misalnya untuk personal branding maupun bisnis.
Namun permasalahan dan pertanyaan yang kerap muncul adalah bagaimana caranya mengoptimasi Instagram secara organik? Sebab, algoritma yang terus mengalami perubahan kerap membuat bingung para penggunanya. Strategi apa yang perlu dilakukan untuk mengembangkan Instagram tanpa bergantung pada ads?
Bersama Niko Julius, teman kumparan telah mengulasnya di KELAS pada Kamis (22/10). Pria kelahiran Gresik ini merupakan founder dari nikojulius.com, platform yang menyediakan kelas Instagram secara organik. Niko juga merupakan Instagram expert yang dikenal dengan akun @bynikojulius.
Menurut Niko, bermain Instagram kayaknya memainkan monopoli. Kita harus memahami dulu cara main dan setiap fungsi pada fitur Instagram agar lebih optimal.
ADVERTISEMENT
Lantas, seperti apa keseruan diskusi Niko dan teman kumparan? Simak rangkumannya di bawah ini, yuk!
KELAS Teman kumparan: Optimasi Instagram Organik (12999)
KELAS Teman kumparan bersama Niko Julius. Foto: dok. kumparan
Tanya: Mas Niko, kalau dengan ngiklanin konten kita, konten IG seperti apa yang bisa menarik followers? Apakah tagging di feed itu berpengaruh?
Jawab: Kalau iklan sebenarnya bagus, tapi harus bisa konsisten kan. Sebisa mungkin iklan terus maka bagus untuk dapetin followers.
Tapi kan masalahnya, pasti budget-nya terbatas. Itu kenapa untuk iklan saya gak pernah nyaranin untuk cari followers saja, tapi juga untuk menghasilkan penjualan.
Untuk tagging feed sih nggak begitu pengaruh, kalau melihat dari pengalaman pribadiku, ya.
Kalau kita iklan untuk jualan, artinya kita bisa terus iklan selama terjadi penjualan kan (masalah terbesarnya) 🤣.
ADVERTISEMENT
Tapi ya itu simple logic-nya. Saat kita bisa iklan terus menerus, makanya selalu ada awareness, kan. Nah, yang paling berpengaruh utk meningkatkan impresi postingan itu hashtag.
Tambahan sedikit dari BIO tadi, simpel aja sih untuk bio.
  • Gunakan username yang mudah diingat,
  • Gunakan profil picture yang jelas & wajib menggunakan story tiap hari. untuk terlihat aktif (ring story),
  • Optimasi nama Instagram dengan menambahkan kata kunci juga penting,
  • Menuliskan bio yang menjelaskan apa manfaat akun kita,
  • Memanfaatkan highlight Instagram agar lebih 'penuh' dan terlihat aktif.
Tanya: Mas Niko, supaya konten menarik dan tidak bosan, apa yang harus dilakukan? Apakah ada posting terjadwal, warna seragam, atau bagaimana?
Jawab: Nah ini, harus pahami dulu siapa audience-nya. Apakah wanita atau pria? Berapa umurnya? 20-an? 30-an? 40-an?
ADVERTISEMENT
Semua itu akan buat konten kita beda banget. Bosan, menarik itu subjektif. Simpelnya lihat data interaksinya dengan posting banyak konten. Jadi gak pake feeling, tapi data. Data ini bisa dicek kalau kamu pakai akun Bisnis/Kreator ya.
Cek setiap interaksi post pada 'Post Insights' di tombol di kiri bawah setiap post kita. itu cara untuk memperhatikan data postingan kita. Mulai dari interaksi, jangkauan, follow yang datang dari konten tersebut dan lain-lain.
Untuk posting terjadwal bisa pake Facebook Creator Studio, ya.
Tanya: Mas Niko, sebenarnya cara yang tepat agar post feed kita keliatan gimana ya? Apa benar likes, saved atau share post itu berpengaruh?
Jawab: Post feed keliatan itu asalnya dari jangkauan (orang yang lihat). Nah ini komponennya banyak.
ADVERTISEMENT
  • Home (follower kita)
  • Hashtag (# yang kita pakai)
  • Profile (orang yang visit profil kita)
  • Explore (post dipromosikan Instagram)
  • Other (Mention & Share)
Nah, like, komen, share & save tentu berpengaruh. Karena inilah indikator yang dibaca Instagram apakah post kita layak dipromosikan ke lebih banyak orang.
Semakin tinggi interaksi kita, semakin instagram akan promosikan post kita ke % yg lebih tinggi dari total followers kita, hashtag, explore, etc. Semoga menjawab, ya.
Tanya: bagaimana menentukan konten yang sekiranya likeable, shareable dan saveable gitu?
Jawab: Kita harus paham tentang psikologis di balik tiap interaksi ya.
  • Like = visual menarik, keren, bagus desainnya
  • Komen = topiknya seru
  • Share = bisa bermanfaat untuk orang lain
  • Save = bermanfaat suatu hari nanti
Artinya, tiap interaksi yang kita incar akan menentukan cara kita membuat dan menentukan konten kita. Terus ingat, semua itu ditentukan oleh feedback data dari post yang didapatkan nantinya, kan.
ADVERTISEMENT
Tanya: Bagaimana tips yang efektif dalam:
  1. Memilih nama akun
  2. Menulis bio
  3. Setting hak akses dan
  4. Hashtag yang tepat dalam Instagram organik
Dan tips dong kak, bagaimana kalau kita orangnya pemalu dalam memposting karya kita gitu di medsos.
Jawab: 1. Nama akun yg mudah dilafalkan, bahasa indo aja, jangan yang rumit-rumit.
2. Bio sebaiknya menjelaskan manfaat akun kita, bukan "informasi aja". Biar orang yang berkunjung bisa jelas tahu apa isi instagram kita.
3. Hak akses nggak ada kalau Instagram, tapi kalau untuk cuma komen, DM gitu bisa lewat Fanpages di Facebook.
4. Hashtag, sesuai materi aja sih.
Kalau pemalu, yang munculin karya aja. Gak usah munculin diri dulu kan. Cukup banyak kok yang saya lihat instagrammer yang berkembang tanpa kelihatan orangnya.
ADVERTISEMENT
Tapi kalau karya nggak mau di post, terus apa yang bisa disajikan lagi? Ya harus sajiin aja karyanya. Selama niat kita positif, gak usah peduliin kata orang 😁.
Tanya: Untuk personal branding, baiknya share kontennya berapa kali sekali dalam seminggu? Soalnya ada kekhawatiran kalau setiap hari akan jadi spam, atau malah dianjurkan setiap hari?
Jawab: Minimal sih 5x seminggu berbeda hari, ya. Sebaiknya 1x setiap hari sih. Kalau mau lebih dari 1 post per hari juga boleh, tapi maksimum perhari itu 3-4 post aja.
Karena 1 post dengan post lainnya wajib di jeda 4-5 jam agar tidak kanibal. Maksudnya post terbaru akan 'membunuh' impresi postingan sebelumnya. Jadi wajib di jeda 4-5 jam.
ADVERTISEMENT
Tanya: Akhir-akhir ini ig saya mengalami penurunan reach bahkan selama 24 jam reachnya tetap 0, apakah itu terkena shadowban? bagaimana memulihkan akun yang terkena shadowban tersebut?
Jawab: Reach memang bisa jadi 0 kalau kena shadowban. Tapi itu cuma yang sumbernya dari hashtag. Tapi yang lain harusnya masih tetap dapat kok, misal dari home. Terus kalau followers kita share post kita, juga masih dapat impresi dari other.
Artinya shadowban hanya berpengaruh dari impresi hashtag. Kalau misal turun, artinya kontennya nggak relate sama audience (followers) kamu. Sehingga gak dapat interaksi & Instagram tidak merasa post kamu relevan bahkan untuk followers kamu sendiri.
Jadi ya akunnya bisa jadi ‘mati’ gitu. Tapi kalau 0 semua sih, kok kayaknya error ya, (selama follower gak 0) lho ya.
ADVERTISEMENT
Nah untuk shadowban, memulihkannya itu dengan cara post 7 hari tiap hari, tanpa hashtag. Kemudian hari ke 8, post dengan 1 hashtag dan setelah di-post, cek bagian recent hashtag yang dipakai.
Kalau post-nya muncul, artinya udah lolos dari shadowban. Semoga menjawab, ya.
Tanya: Bagaimana cara kita tahu bahwa foto feeds yang baru saja kita post itu muncul di feed followers kita? Karena kadang foto terbaru saya tidak masuk ke feed followers saya, dan terjadi penurunan like.
Jawab: Benar, setiap post kita tidak akan 100% muncul ke semua followers. Terutama follower yang tidak berinteraksi dengan post kita. Karena menurut IG, post kita gak relevan untuk mereka.
Di sisi lain, mereka kan akan berinteraksi dengan postingan orang lain. Dan jadinya, IG akan memunculkan lebih banyak postingan orang lain tersebut. Itu kenapa, interaksi penting banget di Instagram. Semakin tinggi interaksi post, biasanya makin banyak yang dijangkau juga.
ADVERTISEMENT
Tanya: Mau tanya, cara cari ide konten yang sesuai passion kita meskipun kita pemula dan bukan expert bagaimana?
Jawab: Hmm, jawabannya sih mulai dari kira-kira apa yang dibutuhkan orang. Kita buat aja, kemudian lihat apa respon yang didapatkan dan mengikuti data yang didapatkan itu.
Semua pasti bisa lakuin ini kok, karena ini data konkrit kan. Bukan feeling dan gak perlu expert kok untuk melakukan ini.
Sesimpel, lakuin, lihat responnya, lanjutin mana yang bagus, tinggalkan mana yang jelek. Semoga menjawab, ya.
Tanya: Kak, konten saya itu photoshoot + edit. Ya rata-rata sih saya yang jadi modelnya, berharap bisa jadi selebgram. Kira-kira gimana caranya agar kontennya bisa berkembang, banyak yang share, dan di-follow orang lain dengan sukarela?
ADVERTISEMENT
Jawab: Bisa dengan posting yang bukan hasil photoshoot-nya. Tapi aktivitas sehari-hari dan behind the scene. Orang nggak selalu cuma berharap hasil karya kita terus kok. Nikmati instagram sebagai tempat bersosialisasi.
Tanya: Kalau misalnya kita sesekali iklan di story / pun feed apakah itu bisa colek Instagram buat ngeh sama akun kita?
Jawab: Kalau memang akun untuk cari traffic, maka jangan jualan di feed, fokus sama traffic. Jualannya selalu di story.
Nah, kalau akun katalog, maka ya posting. Jualan aja terus di feed & story. Tapi ingat akun katalog wajib punya pendukung akun traffic, biar post jualan kita ada yang lihat.
Di akhir KELAS, Niko menekankan agar teman kumparan mempraktikkan tips yang ia berikan. Jangan takut salah dan nikmati setiap proses yang dijalani.
ADVERTISEMENT
"Jadi praktik, praktik, praktik, ya. Pasti akan berdampak positif ke perkembangan kita," ujar Niko di KELAS.
(sif)
========================
KELAS merupakan diskusi online yang diadakan di grup teman kumparan. Di KELAS, kamu bisa berdiskusi dengan para expert di bidangnya secara gratis. Tertarik ikuti keseruannya? Yuk join Grup Telegram Teman kumparan di kum.pr/Temankumparan.