KELAS Teman kumparan: Perawatan dengan Benar, Bye Bye Jerawat!

teman kumparan

teman kumparanverified-green

Ayo gabung ke komunitas teman kumparan!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi wajah berjerawat. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wajah berjerawat. Foto: Pixabay

Bagi perempuan Indonesia, persoalan jerawat merupakan masalah kulit yang paling sering ditemukan. Survei yang dilakukan Amway terhadap lebih dari 5000 responden perempuan menunjukkan, masalah kulit yang paling banyak dialami perempuan Indonesia adalah kulit berminyak, berpori besar, dan berjerawat.

Berbagai cara untuk menghilangkan jerawat pun dilakukan untuk memperbaiki penampilan. Namun, ternyata untuk menghilangkan jerawat tak boleh dilakukan sembarangan, lho, Ladies. Untuk itu, teman kumparan di KELAS telah berdiskusi bersama dr. Dartri Cahyawari, Sp.KK mengenai perawatan jerawat dengan benar.

Dokter Dartri berpraktik di Evitderma Clinic & RSIA Kemang Medical Center. Menurutnya, semua tipe kulit, baik kering maupun berminyak memiliki peluang untuk berjerawat. Sebab, ada banyak faktor yang memengaruhi kulit berjerawat, di antaranya genetik, stress, hormon, pola makan dan tidur, paparan sinar matahari, dan konsumsi makanan.

Yuk, simak diskusi teman kumparan bersama dr. Dartri Cahyawari, Sp.KK di bawah ini!

KELAS bersama Dokter Dartri. Foto: dok. kumparan

Tanya: Halo dokter, kenapa ya mukaku kering banget kalau habis cuci muka, tapi setelahnya jadi berminyak banget. Terus juga aku gampang komedoan dok, cara ngatasinnya gimana, ya?

Jawab: Kalau jenis mukamu kering, jangan pilih cleanser yang banyak sabunnya. Jika sehabis pakai cleanser rasanya kering, berarti kurang cocok sama cleansernya.

Kalau mau tahu yang cocok memang harus dicoba, tetapi pilih yang surfaktannya sedikit dan sabun yang lembut biasanya busanya lebih sedikit dan sehabis dipakai mukanya tidak seperti tertarik atau kering.

Nah tanda kulit kamu kering, muka kamu cepat sekali berminyak. Jadi kulit kamu perlu rehidrasi alias pakai pelembab. Pasti dong gampang komedoan, karena produksi minyak kamu terus-terusan untuk mengatasi kulit kamu yang kering.

Kemudian kamu cari faktor eksternal atau luar yang bisa bikin muka makin berminyak. Misalnya suka begadang nonton korea nggak? Panas-panasan dan tidak pakai sunscreen? Atau stres sama pekerjaan? Kalau kamu sering begadang, memang jadi lebih aktif kelenjar minyaknya. Maka dari itu, perlu diubah juga pola hidupnya.

Tanya: Sebenarnya wajahku terbilang jarang banget jerawatan, tapi muka aku tuh cepat kemerahan gitu, terutama di bagian pipi. Itu kenapa ya, Dok?

Jawab: Kalau gurat-gurat di permukaan kulitnya terlihat, kemungkinan selain kulitnya lebih sensitif, bisa juga pembuluh darahnya melebar. Biasanya case seperti ini ditangani dengan krim dulu, kemudian pembuluh darahnya dilaser supaya mengecil. Krimnya bisa pakai yang dijual bebas (over the counter) atau krim yang harus diresepkan.

Tanya: Kulit saya berminyak Dok, tapi di bawah hidung tepatnya antara hidung dan tempat kumis sering banget ada komedo kering gitu. Di dagu juga suka gitu Dok.

Jawab: Di daerah yang berambut seperti daerah kumis kelenjar minyaknya juga banyak. Kalau sampai banyak komedo, ya harus dikeluarkan komedonya. Orang-orang sebutnya facial, tetapi yang dilakukan sebenarnya ekstraksi komedo. Komedo ya bukan jerawat dan jerawat tidak boleh dipencet-pencet.

Komedo bisa dikikis perlahan. Kamu bisa pakai skin care yang mengandung asam salisilat.

Karena kamu bilang muka kamu berminyak, bisa jadi kulit kamu sebenarnya kering. coba deh pake pelembab. Supaya kulit kamu tidak mengeluarkan alarm untuk mengaktifkan kelenjar minyak. pelembab yang cocok untuk oily skin sebaiknya yang water-based, atau bentuknya gel atau lotion.

Tanya: Dok, kalau kulit wajah sedang jerawat bolehkah memakai serum wajah? Dan untuk usia 18 tahun apakah dibolehkan memakai produk yang mengandung AHA BHA? Kebetulan kulit saya tipe berminyak dan cenderung jerawat.

Jawab: Sebetulnya pada prinsipnya muka berjerawat harus memakai skin care yang khusus untuk acne prone. Kalau mau pakai serum juga dilihat apakah perlu sekali dipakai saat berjerawat atau tidak. kemudian basednya apa? Water-based atau oil-based?

Jika tujuannya hanya supaya glowing dan serumnya tidak mudah menyerap, sebaiknya ditangani dulu jerawatnya. Serum bisa dipakai nanti ketika jerawat sudah sembuh. AHA BHA boleh, kalau kamu merasa tidak perih, ya.

Kalau tidak kuat sebaiknya dipakai terpisah. tetapi ada beberapa produk yang sudah disatukan dan formulasinya dibikin supaya tidak perih.

Tanya: Tipe kulit saya wajah berminyak di area T-zone dan gampang komedoan, apakah ada zat aktif dari skin care yang harus dihindari?

Jawab: Kalau T-zone berminyak sebelum kamu ke bahan aktif skin care sebaiknya kamu evaluasi dulu berapa kali kamu cuci muka? Terlalu seringkah? Sebaiknya cuci muka dengan facial wash hanya 2 kali saja dan boleh ditambah 1 kali lagi bila habis berolahraga.

Ketika cuci muka juga tidak boleh digosok kuat. Begitu juga saat membersihkan wajah, jangan terlalu nafsu menggosok, ya.

Ada zat yang berfungsi untuk mengurangi komedo, misalnya asam salisilat. mungkin kalian suka lihat tulisan BHA. nah ada juga golongan retinoid. Tetapi mayoritas harus dengan resep dokter. Golongan retinoid yang dijual bebas biasanya retinol.

Tanya: Muka kusam dan berjerawat. Mana dulu yang harus dirawat? Kalau dari faktor makanan sendiri, apa ada yang harus dihindari?

Jawab: Muka glowing dan berjerawat, pasti muka berjerawatnya dulu yang ditangani. Karena pengobatan jerawat pasti sambil memperbaiki keadaan kulit. Selain membersihkan melembabkan juga eksfoliasi. Tetapi bukan eksfoliasi yang hebat ya, hanya saja kulit matinya lebih cepat terangkat sehingga otomatis kulit akan lebih glowing.

Faktor makan yang harus kamu hindari yaitu yang Indeks glikemiknya tinggi, seperti nasi, roti, alias yang tinggi karbohidrat, gula, es krim, dairy yang low fat.

Tanya: Dok belakangan ini aku muncul jerawat bintik-bintik di bagian jidat dan karena ngerasa gatal aku suka pencetin dan jadi berbekas hitam. Itu gimana cara hilangin bekasnya, ya?

Jawab: Wahhh kalau jerawat jangan dipencet, ya. Kulit yang berminyak pasti terasa agak gatal, apalagi kalau timbul jerawat. Karena kalau sudah jadi jerawat pasti sudah ada peradangan. Nah peradangan ini memang kalau awal suka timbul rasa gatal.

Jerawat kalau sudah timbul tanpa diapa-apain, karena sudah meradang memang bisa memberikan bekas hitam karena kita kulit Asia (tipe kulit 3 dan 4) memang seperti itu. Kalau kamu pencet, peradangannya makin besar, meluas dan menghebat, otomatis bekas hitamnya lebih dalam dan lebih lebar, sehingga makin susah dan lama deh ngilanginnya.

Kalau komedo saja kamu masih bisa pakai krim over the counter (OTC) yang dijual bebas. Bisa yang ada kandungan BHA-nya. kalau baru merah sedikit bisa pilih kandungan niacinamide dan dikombinasi dengan retinol juga bisa.

Nah, kalau mau ngilangin bekas sebaiknya ke dokter spesialis kulit kelamin, karena ini ga bisa diobati sendiri. nanti akan dinilai sejauh apa bekasnya. Apakah krim saja cukup atau harus dilaser.

Pada akhir sesi KELAS, dr. Dartri memberikan pesan kepada teman kumparan. Walaupun produk OTC relatif aman untuk digunakan, semua bentuk skin care dari cleanser sampai sunscreen tetap harus dicoba secara langsung. Sebab, reaksi skin care tersebut terhadap kulit sangat individual.

Jika memberikan reaksi gatal, beruntusan, atau reaksi tidak nyaman lainnya, segera dihentikan ya, Ladies.

Jangan lupa juga untuk memakai skin care yang sesuai dengan jenis kulit. Misalnya, untuk kulit berminyak sebaiknya pilih produk perawatan yang bersifat water-based, lotion, atau gel. Selain itu, pilihlah cleanser yang lembut dan selalu pakai sunscreen.

Selama berjerawat, dr. Dartri juga berpesan untuk menghindari pemakaian make up. Namun bila harus memakainya, pilih bedak tabur dan non-comedogenic.

"Bila mengobati jerawat menggunakan produk OTC tidak sembuh sebaiknya segera ke dokter spesialis kulit dan kelamin," ujar dr. Dartri mengakhiri sesi KELAS.

(sif)

====================

KELAS merupakan diskusi dan tanya-jawab online yang diadakan di grup teman kumparan. Di KELAS, kamu bisa berdiskusi dengan para pakar di bidangnya secara gratis. Yuk, gabung ke grup teman kumparan di Telegram melalui kum.pr/temankumparan. Jangan lewatkan keseruannya, ya!