Kerja Freelance vs Full-Time, teman kumparan Pilih yang Mana?

Ayo gabung ke komunitas teman kumparan!
·waktu baca 3 menit

Selama berkarier, mungkin ada karyawan yang berpikir untuk resign dari pekerjaan full-time di kantor dan beralih menjadi freelancer. Fleksibilitas waktu dan tempat kerja menjadi salah satu alasan yang membuat freelance terlihat menarik.
Meski begitu, ada juga yang berpikir sebaliknya, lho. Nggak sedikit freelancer yang ingin mencoba kerja full-time karena tertarik dengan rutinitas kantor dan kesempatan berkolaborasi bersama tim.
Jadi, baik freelance maupun kerja full-time tetap punya plus minusnya masing-masing, ya. Karena itu, keputusan soal karier bisa disesuaikan dengan prioritas hidup, kepribadian, dan gaya kerja yang kamu sukai.
Nah, kalau kamu sedang bingung menentukan pilihan karier, nggak perlu khawatir. Sejumlah teman kumparan berbagi pandangan mereka soal bekerja sebagai freelancer maupun karyawan full-time di kantor. Yuk, simak cerita mereka untuk menambah insight kamu terkait dunia kerja.
Pandangan teman kumparan soal Pekerjaan Freelance dan Full-Time di Kantor
Pandangan pertama datang dari teman kumparan Marita Restyani (26). Saat ditanya lebih pilih freelance atau kerja full-time, ia mengaku ingin menjalani keduanya.
Di satu sisi, Marita ingin punya pekerjaan stabil sekaligus benefit seperti BPJS, THR, dan jenjang karier yang mendukungnya berkembang. Namun di sisi lain, ia juga tertarik mengambil pekerjaan freelance sebagai tambahan penghasilan.
Menurutnya, punya dua sumber penghasilan bisa membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di tengah harga kebutuhan pokok yang makin mahal.
“Freelance-nya buat tambah-tambah kebutuhan dan buat jaga-jaga. Apalagi zaman sekarang semua serba mahal, kebutuhan pokok juga sangat mahal, nggak bisa hanya mengandalkan satu pekerjaan,” katanya.
Bagi Marita, kedua jenis pekerjaan tersebut punya kelebihan masing-masing. Kerja kantoran memberikan penghasilan stabil setiap bulan, sedangkan freelance menawarkan fleksibilitas waktu yang membuatnya bisa mengatur aktivitas dengan leluasa.
Sementara itu, teman kumparan Raihan Al-Fathir Dinaufal (22) punya pandangan berbeda. Ia mengaku lebih memilih bekerja full-time di tengah kondisi ekonomi seperti sekarang. “In this economy, aku lebih pilih untuk kerja kantoran sih,” tuturnya.
Sebagai Gen Z yang juga merangkap sandwich generation, Raihan berusaha realistis dalam menentukan pilihan karier. Menurutnya, pekerjaan kantoran dengan penghasilan stabil bisa memberikan dukungan finansial yang lebih jelas untuk kehidupannya ke depan.
Meski begitu, bukan berarti Raihan menutup diri dari pekerjaan freelance. Ia beberapa kali mengambil job freelance saat akhir pekan, bahkan ada beberapa pekerjaan yang penghasilannya bisa melampaui gaji bulanannya.
Nah, kalau kamu sendiri, lebih pilih kerja freelance atau full-time di kantor, teman kumparan? Yuk, ceritakan pilihan dan alasan kamu di kolom komentar!
Nikmati serunya sharing hal-hal seru dengan ribuan teman baru di komunitas teman kumparan. Klik kum.pr/temankumparan
