Komunitas Kakak Asuh, Kumpulan Mahasiswa yang Peduli Isu Pendidikan

teman kumparan

teman kumparanverified-green

Ayo gabung ke komunitas teman kumparan!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Komunitas Kakak Asuh. Foto: Dok. Yesa Diansari Amalia
zoom-in-whitePerbesar
Komunitas Kakak Asuh. Foto: Dok. Yesa Diansari Amalia

Jika melihat anak jalanan yang terabaikan—mereka bahkan tak tahu keberadaan orang tuanya serta tak terjamin masa depannya—apa yang terlintas dalam benakmu?

Faktanya, jutaan anak di Indonesia tak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Mereka kesulitan memperoleh akses pendidikan formal maupun non-formal supaya bisa menjamin masa depannya.

Berangkat dari keresahan akan banyaknya isu pendidikan di Indonesia, 4 mahasiswa dari universitas yang berbeda, Yesa, Fakhri, Ghina, dan Aldo, membentuk suatu komunitas bagi para mahasiswa yang bermisi sama. Mereka ingin membuktikan bahwa mahasiswa juga peduli dan bisa berperan di dunia pendidikan.

Komunitas Kakak Asuh regional Bekasi. Foto: Dok. Yesa Diansari Amalia

Didirikan sejak 18 April 2018, Komunitas Kakak Asuh merupakan kumpulan mahasiswa yang memiliki jiwa sosial tinggi dan siap memberikan pembelajaran yang menarik layaknya kakak dengan adiknya. Setelah melewati proses yang berliku, komunitas ini telah mengepakkan sayapnya ke 6 kota, Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Bandung, dan Yogyakarta.

Di tahun kedua Kakak Asuh bertumbuh, komunitas ini bahkan berhasil menetapkan statusnya sebagai Yayasan Karya Kakak Asuh. Mereka akan terus #sebarkankebahagiaan pada adik-adik asuh di kotanya masing-masing.

instagram embed

Kepada kumparan Yesa menuturkan, penggagas dari Komunitas Kakak Asuh serta koordinator regional dari setiap wilayah merupakan teman-temannya semasa SMA yang akhirnya terpencar di beberapa wilayah. Peluang tersebut dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan komunitas ini.

Mereka melakukan pengajaran rutin ke sekolah-sekolah yang ada di kampung/desa pada 6 kota tersebut. Dengan konsep bermain sambil belajar, upaya ini diharapkan dapat membentuk anak-anak Indonesia yang beretika dan terdidik.

"Pengajaran yang kami lakukan itu formal dan non-formal, tapi lebih banyak ke non-formal. Fokusnya untuk mengubah mindset pengajaran yang membosankan di sekolah untuk mengeksplor minat bakat anak Indonesia."

Kegiatan yang dilakukan Komunitas Kakak Asuh. Foto: Dok. Yesa Diansari Amalia

Setiap 6 bulan sekali, Komunitas Kakak Asuh melakukan open recruitment bagi para mahasiswa yang memiliki ketertarikan di dunia pendidikan anak. Pada batch kedua tahun lalu, komunitas ini berhasil menjangkau lebih dari 13.000 mahasiswa. Hasilnya, terpilih 300 relawan yang tersebar di 6 kota yang berbeda.

Bagi kamu yang tertarik dengan isu pendidikan sekaligus pemberdayaan, Komunitas Kakak Asuh bisa menjadi pilihan yang tepat. Ada 2 nilai utama yang diangkat komunitas ini.

Pertama, pemberdayaan mahasiswa yang membuktikan perannya sebagai level tertinggi pendidikan. Dengan menjalani misi bersama Kakak Asuh, para mahasiswa bisa mengasah kepekaannya terhadap isu pendidikan secara riil di lapangan.

"Kebanyakan mahasiswa hanya mengkritik, tapi Komunitas Kakak Asuh bisa kasih lebih dari itu. Di sini, kita ikut ambil peran buat membantu pemerintah dengan kasih bantuan ke sekolah berupa finansial ataupun dengan kegiatan positif yang sering dilakukan."

Kakak Asuh dan Adik Asuh Jakarta. Foto: Dok. Yesa Diansari Amalia

Kedua, pendidikan anak adalah hal penting yang perlu mendapatkan perhatian dari setiap pihak. Anak-anak adalah fase terpenting pada masa tumbuh kembang, sehingga perlu pengarahan agar mereka dapat menentukan minat dan bakatnya. Untuk itu, Kakak Asuh berupaya memberikan fasilitas pengajaran yang layak dan mendukung adik asuh untuk tumbuh sesuai dengan potensinya masing-masing.

Semoga, Kakak Asuh bisa menggerakkan lebih banyak mahasiswa yang peduli dengan pendidikan anak supaya bisa tetap #sebarkankebahagiaan kepada adik-adik asuh, ya!

(sif)