Manfaat Kolaborasi Gender di Dunia Bisnis dan Profesional

teman kumparan
Ayo gabung ke komunitas teman kumparan!
Konten dari Pengguna
12 Juni 2024 8:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari teman kumparan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bincang kumparan hangout soal kolaborasi gender di dunia bisnis dan profesional. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bincang kumparan hangout soal kolaborasi gender di dunia bisnis dan profesional. Foto: kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Dalam ranah bisnis, kolaborasi gender menjadi strategi yang cukup efektif untuk mendatangkan dampak positif dan keuntungan. Namun sayangnya, hal ini sulit diwujudkan dan direalisasikan dalam aksi yang nyata.
ADVERTISEMENT
Data BPS tahun 2023 menyatakan bahwa partisipasi pekerja perempuan dalam suatu bisnis dan perusahaan masih cukup timpang. Sekitar 86,97% pekerja laki-laki lebih mendominasi, sementara pekerja perempuan cukup minim dengan angka 60,18%.
Menyoal masalah ini, kumparan pun menghadirkan acara kumparan Hangout bertajuk “Berdaya Bersama dalam Bisnis: Perempuan dan Laki-laki Saling Berkolaborasi”. Acara ini digelar pada Sabtu, 8 Juni 2024 pukul 10.00 WIB di Kantor kumparan.
Sesi kumparan Hangout kali ini mendatangkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Sari Kartika selaku SME Proposition Division Head OCBC serta Ario Pratomo selaku influencer dan entrepreneur.
Bincang kumparan hangout soal kolaborasi gender di dunia bisnis dan profesional. Foto: kumparan
Sebagai pembicara, mereka membagikan insight menarik tentang pentingnya kolaborasi perempuan dan laki-laki dalam ranah bisnis dan profesional. Menanggapi tema ini, Rachma yang berstatus sebagai pebisnis muda pun sepakat dengan apa yang disampaikan narasumber.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, yang terpenting dalam kolaborasi ini adalah kedua belah pihak harus saling melengkapi dan mendorong inovasi berbisnis. “Keberagaman itu bagus dan sangat wajar. Dalam bisnis, keberagaman bisa saling memotivasi dan mendorong inovasi,” katanya kepada kumparan.
Pendapat senada diutarakan oleh Tonny, seorang pebisnis yang memiliki awareness soal kolaborasi gender ini. Dalam wawancaranya, ia mengatakan bahwa tidak semua pekerjaan hanya bisa dikerjakan oleh laki-laki atau perempuan saja, melainkan kerjasama antara keduanya.
“Dengan saling berkolaborasi, kita bisa saling menguatkan dan mendorong bisnis ini jadi lebih berpeluang untuk menembus pasaran dengan pendekatan dari berbagai sudut pandang.”
Bincang kumparan hangout soal kolaborasi gender di dunia bisnis dan profesional. Foto: kumparan
Ini membuktikan bahwa kolaborasi gender tidak hanya mendukung kesetaraan, tetapi juga memberikan kontribusi yang lebih luas dalam dunia bisnis. Kombinasi antara kekuatan dan kemampuan yang berbeda dari pria dan wanita dapat menghasilkan solusi yang lebih komprehensif.
ADVERTISEMENT
Menurut Sari Kartika, SME Proposition Division Head OCBC, menambahkan bahwa generasi muda perlu percaya diri dan menghilangkan rasa insecure ketika menghadapi persaingan bisnis yang penuh dengan keberagaman.
"Kita harus percaya diri, hilangkan insecurity. Karena kesempatan itu ada, tidak memandang usia, tidak memandang gender. Semuanya itu ada kalau kita mau dan kita ingin berkembang dan berkelanjutan," ujarnya.
Ini menunjukkan bahwa kesempatan dalam dunia bisnis tersedia untuk semua orang, asalkan mereka mau berusaha dan berkomitmen untuk terus berkembang. Kepercayaan diri menjadi kunci utama untuk meraih kesuksesan, tanpa memandang latar belakang atau gender.
Bincang kumparan hangout soal kolaborasi gender di dunia bisnis dan profesional. Foto: kumparan
Sementara itu, Ario Pratomo, seorang konten kreator, entrepreneur, sekaligus investor menyebutkan manfaat dari kolaborasi gender dalam bisnis. Menurutnya, kolaborasi ini memungkinkan untuk mendapatkan yang terbaik dari kedua belah pihak.
ADVERTISEMENT
"You get the best of both worlds. Laki-laki yang lebih apa (kemampuan) bisa digabungkan dengan perempuan yang lebih apa di suatu bidangnya masing-masing. Jadi kita menjangkau market yang lebih besar, orang yang lebih banyak, sehingga dapat bertumbuh bersama-sama," jelasnya.