Mau Jadi Pendonor ASI? Ini Hal yang Perlu Diperhatikan Menurut teman kumparanMOM

teman kumparan

teman kumparanverified-green

Ayo gabung ke komunitas teman kumparan!

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi Foto: kumparan

Setiap ibu pasti ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya, salah satunya dengan memberikan ASI eksklusif sejak si kecil lahir. Namun, ada kalanya produksi ASI ibu kandung belum mencukupi kebutuhan nutrisi bayi.

Dalam kondisi tersebut, bayi bisa mendapatkan asupan ASI dari pendonor. Artinya, ASI yang diterima bayi berasal dari ibu menyusui lain, bukan dari ibu kandungnya.

Meski donor ASI bisa menjadi pilihan yang aman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memberikan donor ASI. Ibu yang hendak menjadi pendonor perlu memahami mutu dan keamanan ASI yang diperah.

Nggak cuma itu, kondisi kesehatan pendonor juga perlu diperhatikan agar ASI yang diberikan tetap aman untuk bayi. Nah, kalau kamu berencana menjadi pendonor ASI, yuk simak hal-hal yang boleh dan nggak boleh dilakukan berdasarkan pengalaman teman kumparanMOM.

Syarat Menjadi Pendonor ASI

Ilustrasi bayi. Foto: ucchie79/Shutterstock

Sebelum menjadi pendonor ASI, ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan agar ASI yang diberikan tetap aman dan sesuai dengan kebutuhan bayi. Mengutip laman WebMD, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mendonorkan ASI:

  • Pendonor dalam kondisi sehat.

  • Memiliki produksi ASI yang cukup dan berlebih setelah memenuhi kebutuhan bayinya sendiri. ASI untuk donor sebaiknya nggak mengurangi asupan untuk bayi pendonor.

  • Hanya mengonsumsi obat-obatan yang diperbolehkan bagi pendonor ASI.

  • Memenuhi persyaratan lain yang ditetapkan oleh bank ASI tempat melakukan donor.

  • Nggak sedang mengonsumsi suplemen herbal.

Ilustrasi ibu menyusui bayi. Foto: BaLL LunLa/Shutterstock

Pengalaman sebagai pendonor ASI turut disampaikan teman kumparanMOM Dewi Setianingrum (35). Usai melahirkan anak keduanya, produksi ASI Dewi cukup melimpah sehingga ia bisa menjadi pendonor untuk empat bayi yang membutuhkan.

Penerima donor ASI Mom Dewi berasal dari keluarga hingga kenalan yang ia temui melalui media sosial. “Pertama ada anak dari adik ipar, kedua tetangga orang tua (teman kecil), ketiga dan keempat melalui media donor ASI di IG,” katanya.

Dewi menyarankan ibu yang ingin menjadi pendonor ASI untuk memperhatikan usia bayi penerima agar nggak terlalu jauh berbeda dengan usia anak pendonor. Sebab, kandungan ASI dapat menyesuaikan kebutuhan bayi seiring pertumbuhannya.

Selain itu, Dewi juga memastikan identitas dan kondisi kesehatan penerima donor, terutama jika mendapatkan permintaan donor melalui Instagram.

“Selain itu, minta nomor telepon pendonor, hal ini bertujuan untuk dapat saling komunikasi dan di kemudian hari bisa saling silaturahmi," ujarnya.

Temukan beragam inspirasi parenting dari ribuan ibu di seluruh Indonesia, gabung komunitas teman kumparanMOM di kum.pr/mom4