Menerima Donor ASI Nggak Bisa Sembarangan, Ini yang Perlu Diperhatikan

Ayo gabung ke komunitas teman kumparan!
·waktu baca 3 menit

Seorang ibu pasti ingin memberikan ASI eksklusif kepada buah hatinya hingga berusia 6 bulan. Sayangnya, ada beberapa kondisi yang membuat produksi ASI ibu nggak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil.
Sebagai alternatif, donor ASI bisa menjadi pilihan bagi ibu yang mengalami kendala dalam menyusui. Jadi, ibu yang punya persediaan ASI berlebih memberikan ASI perahnya kepada bayi lain yang membutuhkan.
Meski begitu, menerima donor ASI nggak bisa dilakukan sembarangan, ya, Moms. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar proses donor berjalan aman dan sesuai dengan kebutuhan si kecil.
Lalu, apa saja hal-hal yang perlu diketahui sebelum menerima donor ASI? Yuk, simak tips dari teman kumparanMOM berikut ini!
Tips Menerima Donor ASI dengan Aman
Tips pertama datang dari Mom Jahan (38). Ia menekankan pentingnya menyesuaikan usia bayi penerima donor dengan usia anak pendonor. Hal ini ia ketahui dari dokter spesialis yang menangani anaknya.
“Usia anak nggak boleh jauh dari usia anak pendonor karena biasanya ASI itu menyesuaikan usia anak,” tuturnya.
Selain itu, Mom Jahan mengingatkan pentingnya mengetahui identitas dan riwayat pendonor ASI. Hal ini berkaitan dengan status saudara persusuan dalam Islam, karena dapat memengaruhi hubungan dan ketentuan pernikahan anak di masa depan.
Di sisi lain, Mom Ayu (36) juga membagikan pandangannya terkait praktik donor ASI. Menurutnya, program ini sangat membantu, terutama bagi bayi baru lahir yang membutuhkan ASI.
“Efektif banget, terutama untuk bayi-bayi newborn (di bawah enam bulan), karena dulu kakakku juga penerima donor ASI,” ucapnya.
Meski begitu, Mom Ayu menyarankan agar penerima donor menyeleksi calon pendonor dengan ketat dan memilih pendonor yang berkualitas. Ia juga menganjurkan agar bayi menerima ASI dari satu pendonor saja jika memungkinkan, supaya hubungan persaudaraan persusuan dan nasab dalam Islam lebih jelas.
Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menerima Donor ASI
Selain tips dari teman kumparanMOM di atas, ada beberapa hal lain yang perlu kamu ketahui sebelum menerima donor ASI. Mengutip laman U.S. Food and Drug Administration (FDA), berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Konsultasikan dulu dengan tenaga kesehatan untuk memastikan donor ASI sesuai dengan kondisi dan kebutuhan bayi.
Ketahui kondisi kesehatan dan riwayat pendonor, termasuk obat atau suplemen yang sedang dikonsumsi, serta kebiasaan seperti merokok dan minum alkohol.
Pastikan ASI diperah dan disimpan dengan cara yang higienis untuk mengurangi risiko kontaminasi dan menjaga kualitas ASI.
Pertimbangkan donor ASI dari bank ASI yang menerapkan proses skrining, jadi kondisi pendonor dan keamanan ASI bisa lebih terjamin.
Temukan beragam inspirasi parenting dari ribuan ibu di seluruh Indonesia, gabung komunitas teman kumparanMOM di kum.pr/mom4
