Modern Parenting vs Parenting VOC, Mana Pilihan teman kumparanMOM?

teman kumparan

teman kumparanverified-green

Ayo gabung ke komunitas teman kumparan!

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi parenting. Foto: Feelimage/shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi parenting. Foto: Feelimage/shutterstock

Gaya parenting berubah seiring dengan bertambahnya ilmu orang tua terkait kebutuhan fisik dan mental anak. Dulu, orang tua dikenal dengan gaya pengasuhan yang keras dan otoriter, sampai-sampai dapat julukan parenting VOC.

Parenting VOC mendisiplinkan anak dengan hukuman. Si kecil dituntut untuk mematuhi segala aturan orang tua, tapi tidak memberi penjelasan yang cukup, sehingga anak jadi bingung kenapa harus melakukan perintah itu.

Bertolak belakang dengan parenting VOC, ada modern parenting yang populer beberapa tahun belakangan ini. Modern parenting mengedepankan kebahagiaan anak dan komunikasi yang jelas.

Nah, di antara dua gaya parenting itu, kira-kira mana pilihan teman kumparanMOM? Simak cerita mereka berikut ini.

teman kumparanMOM Pilih Gentle Parenting atau Parenting VOC?

Tips Parenting Islami Foto: Shutterstock

teman kumparanMOM Vannesyara Arrayya mengungkapkan dirinya lebih memilih menerapkan modern parenting, tepatnya model conscious parenting. Conscious parenting artinya mengasuh anak dengan penuh kesadaran dan kontrol emosi yang bagus.

Namun, Mom Vannesyara mengaku terkadang menggabungkan gaya asuh tersebut dengan parenting VOC.

“Aku ambil maknanya kalau parenting VOC itu ada unsur ketegasan, kedisiplinan dan keteraturan, jadi aku mengadopsi unsur ini dengan cara komunikasi dan sehari-hari with conscious parenting itu,” ucapnya.

Tak jauh berbeda, teman kumparan Winda Santika juga menggabungkan modern parenting dan parenting VOC. Dia mengambil sisi baik dari kedua gaya pengasuhan itu untuk membuat anak disiplin tapi tetap bahagia.

“Saya ambil sisi baik dari gaya parenting zaman dulu, juga zaman sekarang,” tutur Mom Winda.

“Kalau satu dua kali dikasih tahu pelan-pelan belum ngerti, baru saya kerasin suara, karena menurut saya disiplin itu dimulai dari usia dini. Begitupun sifat tanggung jawab harus kita tanamkan sejak dini,” lanjutnya.

Ilustrasi parenting. Foto: Q88/Shutterstock

Mom Azmy Azizah juga tidak condong ke salah satu gaya parenting. Ia memilih menyesuaikan gaya pengasuhan dengan kondisi dan kebutuhan anak.

Mom Azmy mengaku tidak mendidik anak dengan gaya yang otoriter seperti orang tua zaman dahulu. Sebab, dapat membuat mental anak jadi terganggu.

Dikutip dari laman Very Well Mind, gaya parenting yang otoriter ala VOC emang bisa bikin anak jadi mudah cemas, kepercayaan diri berkurang, dan cenderung suka berbohong untuk menghindari hukuman.

Mom Azmy lebih memilih untuk mencurahkan kasih sayang yang penuh pada buah hatinya. Dengan begitu, si kecil tak sibuk mencari cinta dan validasi di luar rumah.

“Sebisa mungkin tangki cinta anakku full dirumah. Jadi, kalau ada yang ngatain, nggak merasa down,” ucap Mom Azmy.

Temukan beragam inspirasi parenting dari ribuan ibu di seluruh Indonesia, gabung komunitas teman kumparanMOM di kum.pr/mom4