Ngerasa Homesick Saat Merantau? Begini Cara Mengatasinya

Ayo gabung ke komunitas teman kumparan!
·waktu baca 3 menit

Perasaan homesick pastinya sering dialami para perantau. Rasa kangen rumah atau kampung halaman ini biasanya sangat intens bagi seseorang yang baru pertama kali merantau ke kota orang. Tidak jarang pula, rasa rindu itu menyusup tiba-tiba saat perantau merasa kesepian.
Dikutip dari laman WebMD, diperkirakan 50-75% populasi umum pernah ngerasain homesick setidaknya sekali seumur hidup. Para peneliti juga temukan bahwa semakin besar perbedaan budaya antara tempat rantau dengan kampung halaman, maka akan semakin berat pula rasa homesick.
Meskipun homesick termasuk perasaan yang normal, tapi jangan disepelekan dan dibiarkan berlarut-larut, ya. Sebab, perasaan itu bisa berkembang jadi depresi, lho. Yuk, atasi perasaan homesick dengan cara-cara berikut!
Cara Mengatasi Homesick
Berikut ini beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi perasaan homesick di perantauan:
1. Kontak orang rumah
Dikutip dari laman Psychology Today, tetap kontakan dengan orang rumah atau teman-teman di kampung halaman bisa mengurangi rasa homesick. Salah satu member teman kumparan, Maharani Putri, pun setuju bahwa cara ini memang efektif.
Putri bercerita bahwa saat ia merantau ke Jakarta untuk kuliah, rasa homesick dialaminya setiap malam. Untuk mengobati rasa kangen itu, akhirnya ia rutin menghubungi keluarga.
“Lumayan ngurangin kangen walaupun gak bisa 100% sama,” ucap Putri.
Hal yang sama dilakukan teman kumparan Shafira Nurhalizanjani. Ia membuat jadwal teleponan rutin dengan keluarga setiap minggu. Cara ini dinilai efektif, karena menelepon setiap hari rentan bikin makin kangen.
"Aku suka bikin jadwal rutin telponan sama keluarga tiap minggu. Jadi ada yang ditunggu,” tutur Shafira.
2. Mencari teman baru di perantauan
Sebuah studi terhadap mahasiswa Afrika di AS yang dikutip dari laman WebMD menemukan bahwa mereka yang berteman dengan mahasiswa AS dapat beradaptasi dengan mudah.
Semakin mudah adaptasi, semakin jarang pula rasa homesick itu datang. Karena itu, disarankan untuk mencari teman baru di perantauan seperti yang dilakukan teman kumparan Raditya Eka Wibisono.
“Aku main futsal sama temen kantor, jalan ke tempat baru di Bandung (tempat rantau). Jadi gak terlalu mikirin kangen rumah,” tutur Raditya.
Tak jauh berbeda, Shafira juga mengungkapkan bahwa salah satu caranya untuk mengatasi homesick adalah dengan membuat “keluarga” baru di tempat rantau.
“Aku biasanya cari temen deket biar ada keluarga di rantau,” ucapnya.
3. Aktif bergerak
Dalam laman WebMD dijelaskan bahwa aktif berolahraga dan melakukan aktivitas fisik dapat membantu kamu mengalihkan pikiran dari rasa homesick. Olahraga juga bisa meningkatkan suasana hati, sehingga kamu akan lebih enjoy di perantauan. Olahraga tim juga dapat membantu kamu menjalin koneksi baru dan menemukan dukungan sosial dari orang-orang di perantauan.
4. Journaling
Journaling atau menulis jurnal juga membantumu supaya nggak terlalu galau gara-gara kangen rumah. Hal ini udah dibuktikan teman kumparan Raditya.
“Aku juga bikin diary, nulis aja apa yang dirasain biar lega,” ucapnya.
Biar lebih lega lagi, dalam laman WebMD disarankan untuk menulis setiap malam tentang tiga hal yang disyukuri, dan tiga hal yang dinantikan keesokan harinya.
Nikmati serunya sharing hal-hal seru dengan ribuan teman baru di komunitas teman kumparan. Klik kum.pr/temankumparan
