Pengalaman Menyusui teman kumparanMOM yang Penuh Haru dan Menginspirasi

teman kumparan

teman kumparanverified-green

Ayo gabung ke komunitas teman kumparan!

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu menyusui. Foto: BaLL LunLa/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu menyusui. Foto: BaLL LunLa/Shutterstock

Pasca melahirkan menjadi babak baru bagi seorang ibu untuk merawat dan mendampingi tumbuh kembang buah hati. Salah satu bentuk kasih sayang yang bisa diberikan adalah dengan memberikan ASI sebagai sumber nutrisi utama bagi bayi.

Mengutip laman Cleveland Clinic, ASI berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi sejak awal kehidupannya. Selain memenuhi kebutuhan nutrisi, ASI juga membantu memperkuat sistem imun bayi sekaligus menurunkan risiko berbagai penyakit.

Meski manfaatnya besar, perjalanan menyusui nggak selalu berjalan mulus bagi setiap ibu. Ada yang harus berjuang menghadapi produksi ASI yang belum lancar, bayi yang kesulitan menyusu, hingga rasa lelah yang datang di tengah rutinitas mengurus si kecil.

Walau penuh tantangan, setiap proses menyusui menyimpan kenangan yang membekas dan berharga bagi para ibu, termasuk sejumlah teman kumparanMOM. Yuk, simak cerita mereka di bawah ini.

Pengalaman Menyusui teman kumparanMOM

Ilustrasi ibu menyusui bayi untuk membantu kesehatan saluran cerna. Foto: BaLL LunLa/Shutterstock

Cerita pertama datang dari teman kumparanMOM Kiki. Meski bukan pertama kalinya menyusui, perjalanan mengASIhi anak bungsunya tetap menghadirkan tantangan yang berat.

Setelah menjalani operasi caesar, proses pemulihannya berlangsung cukup lama. Di saat yang sama, ia juga harus mengurus dua balita. Kondisi tersebut membuat Kiki mengalami baby blues hingga sempat memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup.

Akibat kondisi tersebut, produksi ASI menjadi seret dan anaknya pun pun sering rewel. Agar kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi, Kiki dan suami memutuskan untuk mengombinasikan ASI dengan susu formula. Syukurnya, seiring berjalannya waktu, produksi ASI kembali lancar dan mampu memenuhi kebutuhan si kecil.

Ilustrasi menyusui bayi di malam hari. Foto: PR Image Factory/Shutterstock

Di sisi lain, teman kumparanMOM Retno Pratiwi bercerita tentang momen pertama kalinya menjadi seorang ibu. Kebahagiaan menyambut kelahiran sang buah hati ternyata harus dibarengi dengan perjuangan menyusui yang nggak mudah.

Pada minggu pertama setelah melahirkan, ASI Retno belum juga keluar. Kondisi itu membuatnya khawatir karena takut bayinya nggak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.

Kecemasan itu semakin memuncak saat kontrol seminggu kemudian. Berat badan sang bayi justru turun cukup banyak. "Rasanya bersalah, takut, dan sedih jadi satu," tuturnya.

Meski begitu, Mom Retno memilih untuk nggak menyerah. Ia mencoba berbagai cara agar produksi ASI kembali lancar, mulai dari mengonsumsi sayur katuk, ASI booster, hingga berbagai makanan yang dipercaya dapat membantu meningkatkan produksi ASI.

Usahanya pun membuahkan hasil. Produksi ASI akhirnya lancar, bahkan ia bisa menyimpan stok ASI sebagai bekal ketika kembali bekerja sebagai working mom.

Menurut Retno, keberhasilan tersebut juga nggak lepas dari dukungan orang-orang di sekitarnya, terutama sang suami. "Paksu nemenin aku pumping tengah malam, gantian jaga baby biar aku bisa istirahat. Teman-teman kantor juga support banget. Aku dikasih waktu buat pumping di sela-sela kerja," ujarnya.

Ilustrasi Ibu menyusui. Foto: Shutter Stock

Cerita terakhir datang dari teman kumparanMOM Puji Ceria. Saat pertama kali memiliki anak, ia langsung dihadapkan pada tantangan menyusui yang cukup berat karena produksi ASI sangat sulit keluar, sementara bayinya mudah rewel.

Untungnya, bidan yang mendampingi proses persalinannya memberikan pijatan pada area payudara sekaligus membagikan berbagai pengetahuan dan motivasi agar produksi ASI lebih lancar. Berkat pendampingan tersebut, ASI perlahan mulai keluar dan lebih lancar.

Nikmati serunya sharing hal-hal seru dengan ribuan teman baru di komunitas teman kumparan. Klik kum.pr/temankumparan