Pengalaman teman kumparanMOM saat Pakai Ruang Laktasi di Jabodetabek

teman kumparan

teman kumparanverified-green

Ayo gabung ke komunitas teman kumparan!

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ruang menyusui di bandara. Foto: Liam project/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ruang menyusui di bandara. Foto: Liam project/Shutterstock

Sebagai bentuk dukungan bagi ibu menyusui, kini semakin banyak public place yang menyediakan ruang laktasi. Ruangan ini menjadi area privat yang nyaman dan higienis bagi ibu untuk menyusui bayi atau memerah Air Susu Ibu (ASI).

Penyediaan ruang laktasi memang telah diatur dalam Pasal 128 ayat (3) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Nggak heran, jika ruang laktasi kini bisa ditemukan di berbagai tempat publik, termasuk pusat perbelanjaan di wilayah Jabodetabek.

Untuk menunjang kebutuhan ibu dan bayi, ruang laktasi idealnya dilengkapi kursi menyusui, meja ganti popok, wastafel, hingga kulkas untuk menyimpan ASI perah. Namun, fasilitas dan kenyamanan yang tersedia bisa berbeda di setiap tempat.

Sebagai bahan pertimbangan sebelum mengajak si kecil bepergian di tempat umum, yuk, simak pengalaman teman kumparanMOM saat menggunakan ruang laktasi di wilayah Jabodetabek!

Pengalaman teman kumparanMOM saat Pakai Ruang Laktasi

Ilustrasi ruang menyusui di bandara. Foto: siam.pukkato/Shutterstock

Pengalaman pertama datang dari teman kumparanMOM Riska Riandita (39). Ia pernah menggunakan ruang laktasi di beberapa mall, seperti AEON Mall BSD, Lotte Shopping Avenue, BXC 2, dan Summarecon Mall Serpong. Menurutnya, setiap tempat memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Dari beberapa tempat tersebut, Riska merasa paling nyaman menggunakan ruang laktasi di AEON Mall BSD. Fasilitasnya cukup lengkap dan mendukung kebutuhan ibu menyusui, di antaranya:

  • Ruang laktasi tersedia di setiap lantai.

  • Ruangan cukup luas dan dilengkapi meja ganti popok.

  • Tersedia tiga bilik menyusui yang dilengkapi gorden untuk menjaga privasi.

  • Ada dispenser yang bisa digunakan pengunjung.

  • Terdapat keterangan bahwa laki-laki nggak diperbolehkan masuk, sehingga ibu merasa lebih aman dan nyaman.

Ilustrasi ibu dan bayi. Foto: Shutter Stock

Sementara itu, ruang laktasi di BXC 2 yang biasa digunakan Riska berada di area food court lantai 1. Meski ukurannya nggak terlalu luas, tersedia dua bilik menyusui yang dilengkapi gorden sehingga ibu tetap bisa menyusui dengan nyaman.

Sayangnya, meja ganti popok hanya tersedia satu, sehingga pengunjung perlu menunggu jika sedang digunakan. Selain itu, ruangan yang nggak terlalu luas juga membuat ibu kurang leluasa jika membawa stroller.

“Area untuk ganti diapers-nya cuma ada satu, jadi kalau lagi ada yang pakai ya harus menunggu dulu dan ruangannya nggak begitu luas, jadi better stroller jangan masuk,” kata Riska.

Adapun di Summarecon Mall Serpong, Riska mengaku kurang nyaman menggunakan ruang laktasinya. Sebab, area menyusui dan mengganti popok dijadikan satu dalam ruangan yang cukup sempit. Dengan begitu, ibu perlu menunggu hingga pengunjung lain selesai sebelum bisa masuk.

Ilustrasi ruang menyusui. Foto: Getty Images

Pengalaman berikutnya dibagikan oleh teman kumparanMOM Maulina (35), yang pernah menggunakan ruang laktasi di RS Resti. Menurutnya, fasilitas yang tersedia cukup memadai, terutama karena ada wastafel yang memudahkan ibu saat perlu mengganti popok bayi atau mencuci tangan.

“Ada wastafel di ruang laktasi, jadi kalau mau ganti popok atau kita mau cuci tangan nggak perlu jauh-jauh ke kamar mandi,” ujarnya.

Sementara itu, teman kumparanMOM Vita (36) mengaku paling suka menggunakan ruang laktasi di Lippo Mall Puri. Sebagai ibu dengan bayi berusia enam bulan, ia merasa ruangan tersebut cukup luas dan fasilitasnya nyaman untuk menyusui.

“Tempatnya lega, fasilitasnya juga nyaman banget buat busui,” ucap Vita.

Meski begitu, ada satu hal yang menurutnya perlu diperhatikan, yaitu kondisi pintu ruang laktasi. Slot kunci yang diduga rusak membuat pintu tetap bisa dibuka meski sudah dikunci dari dalam. Akibatnya, privasi ibu yang sedang menyusui menjadi kurang terjaga.

Ilustrasi ibu menyusui di tempat umum. Foto: Shutterstock

Di sisi lain, teman kumparanMOM Irmawati (40) berharap fasilitas ruang laktasi di puskesmas dan rumah sakit bisa semakin nyaman, seperti yang tersedia di pusat perbelanjaan. “Semoga sih ke depannya bangku dan ganti popoknya sudah jauh lebih nyaman lagi ya, kayak di mal-mal,” tuturnya.

Di samping itu, Irmawati juga mengapresiasi fasilitas ruang laktasi di area kumparan yang dinilainya nyaman. “Oiya, kerennya pas lihat acara di kumparan pun sudah oke loh, ada AC portabelnya yang bikin nyaman, bangkunya pun oke loh. Keren deh kumparan,” katanya.

Temukan beragam inspirasi parenting dari ribuan ibu di seluruh Indonesia, gabung komunitas teman kumparanMOM di kum.pr/mom4