Serba-Serbi Jadi Generasi Sandwich Menurut teman kumparan, Apa Tantangannya?

Ayo gabung ke komunitas teman kumparan!
·waktu baca 3 menit

Sebagian teman kumparan mungkin setuju dengan anggapan menjadi bagian dari generasi sandwich adalah hal tidak mudah. Sebab, kita harus pintar bagi waktu, uang, dan energi untuk membiayai banyak orang sekaligus.
Joffi Prasetya, member teman kumparan dari Jakarta Timur, ingin membagikan pengalamannya jadi generasi sandwich. Menurutnya, tanggung jawab yang bertumpuk sebagai sandwich gen membuatnya sering merasa lelah dan kewalahan.
"Menurutku generasi sandwich adalah mereka yang harus mengurus orang tua yang sudah lanjut usia sekaligus memenuhi kebutuhan adik-adik, dan juga mengurus keluarga, istri dan anak. Tantangan utama yang aku hadapi adalah membagi waktu, uang dan energi di antara dua generasi tersebut. Sering kali aku merasa kewalahan dan kelelahan karena tanggung jawab yang bertumpuk," katanya kepada kumparan.
Meski sulit, Joffi tetap menjalani tanggung jawab ini dengan hati yang lapang. Jika menemui kesulitan dalam pengelolaan uang, ia akan membicarakannya bersama istri terlebih dahulu. Beruntungnya sang istri bisa membantu karena mereka sama-sama bekerja.
"Sebenarnya sangat kewalahan, apalagi saat harus berbagi uang. Namun dengan bantuan istri yang juga bekerja, kami mampu untuk mencukupinya. Dan adik saya juga bersedia membantu pemasukan dengan berjualan aksesoris," lanjut Joffi.
Saat ini, ibu Joffi tinggal bersama dengannya. Jadi, setidaknya Joffi bisa meminta bantuan sang ibu untuk mengurus anak-anaknya saat ia dan istri sedang sibuk bekerja.
Bicara soal tantangan, Joffi merasakan bahwa beban finansial yang dipikulnya cukup berat. Sebab, ia harus menanggung biaya kesehatan ibunya, pendidikan adiknya, pendidikan anak-anaknya, serta kebutuhan sehari-hari di rumah.
Untungnya, Joffi nggak patah semangat. Dia sempat berkonsultasi dengan perencana keuangan di grup teman kumparan dan dapat pencerahan tentang cara bijak mengelola keuangan keluarga. Jadi, perlahan masalah finansial ini bisa teratasi, deh.
Untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi, pekerjaan, dan tanggung jawab keluarga, Joffi menyebut bahwa komunikasi adalah kunci utamanya.
"Komunikasi yang efektif sangat membantu koordinasi di keluarga saya. Dan rasa saling tolong menolong aku dan istri serta adik juga sangat aku syukuri," ungkapnya.
Selain itu, Joffi juga berusaha untuk meluangkan waktunya sejenak untuk diri sendiri. Meskipun sebentar, me time ini penting banget buat menjaga kesehatan mental dan fisiknya.
Teknologi juga jadi penolong banget buat Joffi. "Teknologi sangat membantu dalam hal komunikasi dan koordinasi. Grup chat keluarga dan aplikasi pengingat membantu aku tetap terorganisir,” tuturnya.
Tak kalah penting, ia merasa sangat terbantu dengan dukungan dari komunitas teman kumparan yang memberi kesempatan buat ikut berbagai kegiatan seru bersama keluarganya. Meskipun jadi generasi sandwich itu banyak tantangannya, dengan strategi yang tepat dan dukungan dari keluarga serta komunitas, semuanya bisa dihadapi.
Pengalaman Joffi Prasetya ini menunjukkan bahwa komunikasi, kerja sama, dan dukungan dari berbagai pihak itu penting banget. Kalau kamu merasakan pengalaman yang sama, maka kamu bisa ikuti beberapa tips di atas.
