Social Run Indonesia Bongkar Stigma Eksklusivitas Komunitas Olahraga

teman kumparan
Ayo gabung ke komunitas teman kumparan!
Konten dari Pengguna
21 Maret 2024 15:30 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari teman kumparan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Social Run, komunitas lari yang didirikan Oka Brian Syah. Foto: Social Run
zoom-in-whitePerbesar
Social Run, komunitas lari yang didirikan Oka Brian Syah. Foto: Social Run
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Ada banyak anggapan yang menyebut bahwa komunitas olahraga, termasuk komunitas lari, cenderung menganut nilai-nilai eksklusivitas. Maksudnya, tidak sembarangan orang bisa bergabung dengan komunitas tersebut. Pertanyaannya, apakah anggapan tersebut benar?
ADVERTISEMENT
Ternyata stigma tersebut adalah keliru. Social Run Indonesia membuktikan bahwa komunitas olahraga bisa menjadi wadah yang terbuka bagi semua orang, tanpa membedakan latar belakang dan tingkat keahlian.
Social Run menganggap sebuah komunitas bisa tumbuh besar bukan karena eksklusivitasnya, melainkan karena keberagaman anggotanya. Sebab, para anggota tentu memiliki kontribusi besar dalam perkembangan komunitasnya.
Nah, di bawah ini akan ada pembahasan tentang stigma ekslusivitas komunitas olahraga, termasuk tips agar aktivitas komunitas bisa menerapkan nilai-nilai inklusivitas.

Stigma Ekslusivitas Komunitas Olahraga

Social Run, komunitas lari yang didirikan Oka Brian Syah. Foto: Social Run
Oka Brian Syah selaku Founder Social Run Indonesia menuturkan bahwa komunitas olahraga mana pun hendaknya menjadi wadah yang inklusif dan terbuka bagi semua orang. Sejatinya, komunitas merupakan tempat di mana anggota dapat berbagi informasi, bertukar pengalaman, dan memperkuat hubungan sosial.
ADVERTISEMENT
Dengan memperluas cakupan partisipasi, komunitas dapat menjadi platform yang seru bagi semua orang. Di Social Run sendiri, Oka menjelaskan bahwa tidak ada pembeda antar anggota komunitas. Semuanya bisa bergabung tanpa memperhatikan latar belakang masing-masing.
“Kami senantiasa menyambut anggota baru dengan penuh keceriaan. Di sini, tercipta atmosfer yang positif dan penuh kehangatan, di mana semua anggota, baik yang sudah lama bergabung maupun yang baru, saling mendukung dan menjalin silaturahmi,” ujar Oka kepada kumparan.
Oka Brian Syah, founder Social Run Indonesia. Foto: Social Run
Dengan dukungan satu sama lain, tiap anggota bisa merasakan semangat yang sama. Bahkan, mereka pun bisa bertukar pengalaman, insight menarik, dan ilmu seputar lari.
Setiap anggota yang tergabung di Social Run Indonesia dapat mengikuti sesi latihan rutin tiap Selasa. Di samping itu, Social Run juga menawarkan banyak kegiatan yang menarik untuk diikuti.
ADVERTISEMENT
Ragam kegiatan tersebut membuat anggota komunitas dapat merasakan kebersamaan dan kegembiraan ketika berolahraga. Dengan bergabung di Social Run, kamu bisa mendapatkan pengalaman yang seru dan menyenangkan.
Oka menuturkan bahwa komunitasnya menawarkan nilai-nilai solidaritas yang kuat. Ini sesuai dengan slogan yang dimiliki Social Run, yakni “Together We Can Do It”.