Standar TikTok yang Bermanfaat bagi teman kumparan, Apa Saja?

Ayo gabung ke komunitas teman kumparan!
ยทwaktu baca 2 menit

TikTok kini telah menjadi platform digital yang lekat dengan kehidupan sehari-hari banyak orang. Nggak cuma menyuguhkan hiburan, platform ini juga menghadirkan beragam informasi dan tren yang menjangkau berbagai kalangan.
Sayangnya, berbagai konten yang terus bermunculan tanpa disadari kerap dijadikan acuan dalam menjalani hidup. Akibatnya, "standar TikTok" perlahan mulai menggeser standar sosial yang selama ini ada di masyarakat dan menciptakan gambaran kehidupan ideal yang rasanya harus dipenuhi.
Di balik banyaknya konten yang memicu perbandingan sosial, sebenarnya masih ada banyak tren positif yang realistis dan layak untuk diikuti. Beragam konten tersebut justru bisa menjadi motivasi untuk berkembang, serta meningkatkan kualitas diri.
Jenis konten semacam itulah yang ternyata menginspirasi banyak orang, termasuk sebagian teman kumparan. Nah, penasaran standar TikTok apa saja yang justru mereka setujui dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari? Yuk, simak cerita selengkapnya berikut ini.
Standar TikTok yang Disetujui teman kumparan
Belakangan ini, TikTok dipenuhi konten yang membahas "side hustle", cara mengelola keuangan, hingga tips membangun karier sejak usia muda. Konten-konten semacam ini justru membuat teman kumparan Amanda (24) merasa lebih termotivasi untuk mempersiapkan masa depan.
Menurut Amanda, memiliki lebih dari satu sumber penghasilan (multi-income) merupakan salah satu "standar TikTok" yang patut diikuti. Selain membantu seseorang lebih siap secara finansial, kebiasaan ini juga menumbuhkan kesadaran bahwa kesuksesan bisa mulai dibangun sejak usia muda.
"TikTok bikin kita sadar kalau sukses itu nggak harus nunggu tua," katanya.
Sejalan dengan pandangan Amanda, Business Insider menyebutkan bahwa membangun beberapa sumber pendapatan dapat membantu mempercepat tercapainya financial freedom sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu pekerjaan.
Di sisi lain, teman kumparan Firdha (23) mengaku setuju dengan anggapan bahwa produk yang banyak dibahas di TikTok lebih layak dipertimbangkan untuk dibeli. Baginya, konsep "social proof" sangat membantu untuk meyakinkan apakah suatu produk benar-benar layak dibeli atau nggak.
"Standar yang aku setujui adalah social proof. Kalau suatu barang nggak ada yang bahas di TikTok, rasanya kayak barang itu nggak eksis atau kurang meyakinkan buat dibeli," ujarnya.
Saat ingin membeli suatu produk, Firdha mengaku hampir selalu mencarinya terlebih dahulu di TikTok. Ia biasanya menonton video unboxing hingga perbandingan produk karena dinilai lebih praktis dan menghemat waktu dibandingkan membaca banyak ulasan berbentuk teks di e-commerce.
Nikmati serunya sharing hal-hal seru dengan ribuan teman baru di komunitas teman kumparan. Klik kum.pr/temankumparan
