kumparan
KONTEN PENGGUNA
1 Februari 2020 14:33

Tak Perlu Jauh-Jauh Untuk Traveling, Lihat Sekeliling Kalian

image.png
Multi Siahaan - dok: instagram @multisiahaan
Singkawang sudah menjadi kota kecintaan seorang Multi Siahaan, sekarang ia mengambil bagian untuk memperkenalkan kota kecintaannya tersebut kepada dunia. Mulai dari menulis untuk blog hingga mendokumentasikan segala hal tentang Singkawang.
ADVERTISEMENT
Perempuan yang bekerja sebagai kontributor Media Center Singkawang ini mengaku sangat suka menulis, terutama tentang Singkawang. Menurutnya masih banyak hal yang orang belum ketahui tentang kota yang terletak di Kalimantan Barat itu.
"Aku senang aja menulis tentang Kota Singkawang di blog aku karena aku ingin berbagi informasi tentang Singkawang untuk orang-orang yang belum tahu," ujar Multi kepada Kumparan.
Meskipun memiliki koneksi yang kuat dengan Singkawang, bukan berarti ia tidak menjelajah dan jalan-jalan ke tempat lain. Multi bercerita jika jalan-jalan tak perlu jauh-jauh. Bahkan di Kalimantan Barat saja masih banyak yang belum dijelajahi orang.
Salah satu yang ia tak bisa lupakan adalah pengalamannya mengunjungi Nyobeng Sebujit, International Dayak Bidayuh Festival di Bengkayang. Menurutnya itu adalah festival paling mengesankan yang diantara pengalaman traveling lainnya.
ADVERTISEMENT
"Waktu itu aku ke Dusun Hliebo, Desa Sebujit untuk melihat "Nyobeng Sebujit, International Dayak Bidayuh Festival". Festival budaya yang unik menurutku, karena ada beberapa ritual yang penuh makna bagi masyarakat Dayak Bidayuh di Sebujit, Kabupaten Bengkayang. Festival ini berlangsung selama 3 hari. Setiap ritual dipimpin oleh kepala adat. Cerita lengkapnya udah aku tulis di blog aku," ujar Multi.
Sekarang, ia mencoba membesarkan komunitas blogger Singkawang. Sekaligus terus berusaha memberitahukan kepada dunia tentang kota tercitannya, Singkawang, dengan segala pesona dan keajaibannya.
kumparan TALK (2).jpg
poster kumparanTALK - dok: kumparan.com
Nah, teman kumparan juga sempat ngobrol dengan Multi Siahaan tentang Cap Go Meh di Singkawang dalam kumparanTALK. Mau tahu bagaimana keseruannya? cek percakapannya di bawah ini:
Q: Antisipasi apa yang dilakukan oleh Walikota Singkawang apabila nantinya ada tamu dari mancanegara khususnya dari China yang bakal datang ke Singkawang, Seperti yang kita ketahui sekarang virus corona sedang mewabah?
ADVERTISEMENT
A (Multi): Berdasarkan rakor yang digelar beberapa hari yang lalu, Yang pertama, Wali Kota Singkawang menghimbau warga Singkawang maupun calon wisatawan untuk tidak panik.
Mengenai antisipasi, Ibu Tjhai Chui Mie (Wali Kota Singkawang) mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Karantina Kesehatan Border Aruk, di Kabupaten Sambas untuk keluar masuk warga di wilayah perbatasan sudah dilakukan deteksi alat pengukur suhu.
Jadi jika ada warga yang masuk melalui perbatasan dengan suhu badan 38 derajat celsius langsung terdeteksi dan langsung bisa dilakukan tindakan. Begitu juga dengan sarana prasarana termasuk kesiapsiagaan rumah sakit dam juga alat paramedis. Begitu juga masker yang standar yaitu masker N-95 sudah dipersiapkan.
Q: Kalau mau ke Singkawang tanggal 7 Februari malam kira-kira macet nggak ya?
ADVERTISEMENT
A (Multi): Cap Go Meh Singkawang kan tanggal 8 Februari 2020, nah.. menurut pengalaman saya H-1 Singkawang biasanya macet. Kalau saya boleh kasih saran, datang di tanggal 6 Februari siang atau sore, supaya malamnya bisa nonton Pawai Lampion.
Q: Apa saja hal-hal yang membedakan perayaan Cap Go Meh di Singkawang dari kota lain?
A (Multi): Setahu saya yang membedakan Cap Go Meh di Singkawang dari kota lain. Selain Lampion, Barongsai dan Naga, kalau di Singkawang Perayaan Cap Goh Meh ditandai dengan arak-arakan Tatung. Tahun ini ada 824 tatung.
image.png
Tatung - dok: instagram @multisiahaan
Q: Dalam Festival Cap Go Meh di Singkawang, kira-kira pengunjung Kota Singkawang ada yang dari luar negeri nggak? Negara mana aja? Rangkaian acara Cap Go Meh jam berapa aja dan acara puncaknya apa nih?
ADVERTISEMENT
A (Multi): Ada, dari negara tetangga ada Malaysia, ada dari Australia, dari Taiwan juga. Rangkaian acara CGM 2020 sudah dimulai sejak tanggal 23 Januari - 9 Februari 2020. Puncaknya di tanggal 8 Februari pawai Tatungnya biasanya dimulai pagi jam 7. Biasanya acaranya sampai siang aja (jam 11) sebelum Zuhur
Q: Kenapa kita harus mengunjungi Singkawang? Apa istimewanya?
A (Multi): Kalau suka dengan wisata sejarah dan budaya, boleh main-main ke Singkawang. Singkawang terkenal dengan budaya TiDaYu-nya yang kental. TiDaYu itu singkatan dari Tionghoa, Dayak dan Melayu. dan suku-suku lain hidup berdampingan di Singkawang. Terlebih lagi Singkawang meraih penghargaan sebagai kota tertoleran di Indonesia.
Penghargaan ini diberikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo kepada Wakil Wali Kota Singkawang, Irwan di Jakarta, pada Hari Jumat, tanggal 7 Desember 2018 yang lalu.
ADVERTISEMENT
Sekilas cerita tentang sejarah Kota Singkawang, menurut versi bahasa Cina, Singkawang berasal dari kosa kata "San Kew Jong" yang secara harfiah berarti Gunung, Muara, Lautan. Potensi wisata di Singkawang ada gunung, laut, dan sungai
Q: Mengenai akses transportasi di Singkawang seperti apa ya? Apakah mudah aksesnya?
A (Multi): Akses transportasi di Singkawang saat ini lebih mudah. Kalau dari bandara Supadio Pontianak ada Damri. Di Singkawang sudah ada ojol. Jadi mudah kalau mau kemana-kemana.
Q: Yang menjadi Tatung itu orang-orang pilihan atau seperti apa pemilihannya? Lalu apa ada latihan-latihan khusus sebelum pawai Cap Go Meh?
A (Multi): iya betul, tidak semua orang menjadi tatung. Karena mereka harus melakukan ritual dulu memanggil roh-roh leluhur yang mereka percayai, roh-roh yang dipanggil ini diyakini sebagai roh-roh baik, yang mampu menangkal roh-roh jahat yang hendak mengganggu keharmonisan hidup masyarakat Singkawang.
ADVERTISEMENT
H-1 sebelum pawai tatung, dilakukan ritual "Cuci Jalan" maknanya untuk membersihkan lingkungan, juga meminta persetujuan atau doa restu di Pekong. Ohya, sebelum tatung melakukan atraksi, selain melakukan ritual memanggil roh, tatung harus berpuasa. tujuannya supaya tidak terluka saat melakukan atraksi ekstrim
replika pagoda yang masuk MURI - dok Multi Siahaan.jpeg
Replika Pagoda - dok: pribadi
Q: Cerita lagi dong Mbak Seputar Cap Go Meh di sana... selain Tatung dan Lampion, apa lagi yang khas di sana?
A (Multi): selama perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang dihiasi dengan hiasan-hiasan khas Imlek seperti lampion, ada 9 naga, dan tahun ini ada replika Pagoda. Replika Pagoda ini seluas 2.020 meter dengan tinggi 20 meter 20 cm. Sudah tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai pagoda tertinggi di Indonesia loh..
ADVERTISEMENT
Q: Kalau makanan khas kuliner Singkawang? ada yang cuma ada pas Cap Go Meh nggak...
A (Multi): ada bubur gunting, bubur pedas, kue hampan, choipan, dan masih banyak lagi
Tertarik ikut keseruan di dalam Whatsapp Grup Teman kumparanTRAVEL?
Ayo gabung di sini!
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan