Teman Curhat Bersama Entrepreneur Fenny Febrian (2)

Ayo gabung ke komunitas teman kumparan!

Kondisi pandemi ini membuat semua serba tak menentu. Bukan hanya was-was soal kesehatan fisik, tetapi juga membuat kita khawatir akan kondisi ekonomi yang tidak stabil. Tak terkecuali bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang ikut menelan pil pahit selama pandemi.
Untuk membantu kamu menghadapi permasalahan tersebut, kumparan membuat Program Teman Curhat khusus untuk member yang tergabung di grup online resmi komunitas teman kumparan. Lewat Teman Curhat, teman kumparan bisa berkonsultasi, diskusi, dan curhat dengan para expertise bisnis yang ahli di bidangnya.
Pada Selasa (29/09), Teman kumparan Mom telah berkonsultasi dengan Fenny Febrian, Founder Digital Agency Lagi Kreatif dan Owner Its Lemons. Sudah terbiasa berwirausaha, wanita yang kerap disapa Fenny ini memutuskan untuk menjadi pebisnis online sejak lulus kuliah.
Fenny kemudian banyak mempelajari cara mengelola iklan berbayar seperti FB ads, Google ads, dan mencoba banyak tools lainnya untuk membantu mengoptimasi penjualan hingga akhirnya mendirikan digital agency sendiri bersama teman-temannya.
Penasaran seperti apa isi dari curhatan teman kumparan dan bagaimana Fenny menjawabnya? Simak rangkumannya di bawah ini, yuk!
Tanya: Bagaimanakah kami sebagai pengusaha UMKM di bidang F&B yaitu olahan makanan kaki lima tetap menjalankan usaha kami disaat masa PSBB ini?
Jawab: Dengan adanya pandemi ini, mba jangan berkecil hati, jualan makanan melalui online udah banyak yang jalanin mba, udah waktunya Go Online! 🙂
Mulai dari yang simple, ini boleh dicoba.
Bikin status di whatsapp untuk terima orderan.
Kalau memungkinkan produk yang mba jual dibuat frozen food.
Kerjasama dengan ojek online.
Gabung ke grup-grup facebook lokal yang menjual makanan.
Coba juga posting jualannya di facebook marketplace dan setting area sekitaran rumah Mbak.
Mulai coba juga posting di Instagram dan coba iklan berbayar untuk menjangkau lebih banyak orang dengan biaya iklan yang terjangkau oleh Mbak.
Boleh dicoba dulu 5 tips di atas, kalo dari 5 itu sudah jalan, baru dicoba yang iklan berbayar. Itu mungkin tipsnya dari saya. Yang penting segera dijalankan, jangan kalah cepat dengan kompetitor.
Tanya: Bolehkah berikan tips bagaimana cara menarik customer pada saat PSBB kembali seperti ini? Selain take-away, saya buka kedai kecil di rumah.
Jawab: Agar bisa menarik customer kita harus punya kelebihan minimal 3 kelebihan dari kompetitor, kenapa orang harus beli ke mba Vera kalo produk dan layanannya sama dengan kebanyakan kompetitor?
Mungkin ini bisa coba Mbak rumuskan lagi terkait produknya :
Apakah produk yang dibuat memiliki sesuatu yang baru dari yang lain?
Misalnya : terbosan baru, ayam geprek sambal terasi daun jeruk.
Apakah memberikan keuntungan tersendiri untuk konsumen dari segi uang, waktu atau effort mereka?
Misalnya : promo bundling, gratis ongkir, dll.
Apakah dibuat dengan cara berbeda?
Misalnya : sambalnya dibuat dadakan ketika orderan masuk.
Apakah lebih sehat dari bahan-bahannya?
Misalnya : pengolahan makanan secara higienis.
Tampilan lebih menarik?
Misalnya : kemasan dibikin unik.
Ketika produk kita unik (beda dengan yang lain), punya ciri khas, dan terus melakukan terobosan baru dari segi produk, pastinya orang akan tetep nyari produknya Mbak. Di zaman semua serba online, calon customer nyarinya di online. Bisa nyari via Google, Facebook, Instagram, bahkan di TikTok juga.
Pastikan produknya Mbak ada di semua channel promosi, bikin semua sosmed buat promosiin produknya Mbak 🙂.
Tanya: Mbak, bagaimana cara mengatur pengeluaran yang lebih besar, daripada pemasukan dari hasil usaha saya menjual gorengan dan jajanan pasar?
Jawab: Ada 2 cara, pemasukannya yang ditambah, atau pengeluarannya dikurangi, hehe. Simplenya gitu, yaa?
Hmm... kalo Mama Iffah gak sanggup untuk mengurangi pengeluaran, karena misalnya udah mepet banget. berarti pemasukan yang harus ditambah.
Kalau pemasukannya kurang, berarti harus ada usaha lebih yang dilakukan.
Quote dari Benjamin Franklin, "Definisi kegilaan adalah melakukan hal yang sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil yang berbeda."
Kemaren-kemaren yang udah Mama lakukan apa aja? Yang belum dilakukan apa aja? Yuk dibikin list. Setiap harinya harus ada usaha yang ditambah, saya akan tetep menyarankan semuanya go online.
Lebih rajin lagi update status di WhatsApp untuk promosiin jualannya. Coba mulai buka pesanan snack box misalnya, lalu tawarkan melalu status WhatsApp juga.
Tanya: Di sebelah usaha saya, ada juga restoran F&B yang tetap buka seperti saya, bagaimanakah saya bisa bersaing secara sehat dengannya ya, Mbak?
Jawab: Untuk bersaing sehat, kita harus menganalisis SWOT dari restorannya Mbak, lalu kita juga harus menganalisis apa aja yang sudah dilakukan kompetitor kita, dan apa yang belum mereka lakukan?
Dari hasil analisis tersebut mba akan tau kekuatan dari restoran mba Dahlia, fokus ke kekuatannya restoran Mbak, dan lakukan promosi secara agresif. Lakukan sesuatu yang belum mereka lakukan atau boleh juga melakukan yang sama dengan kompetitor tapi lakukan lebih baik dari mereka.
Misalnya, coba bikin menu yang beda dari kebanyakan restoran, manfaatkan sosmed untuk sebar konten promosi, kolaborasi dengan influencer kuliner, selain rasa yang pastinya harus udah pasti enak yaa.
Tanya: Saat pandemi ini, saya mempunyai ide untuk membuka usaha baru, yang di mana usaha tersebut mempunyai low risk dan high return, apakah ada tips untuk hal tersebut?
Jawab: Saran saya, coba dari usaha yang nggak ngeluarin modal dulu mba untuk saat ini, diluar sana banyak banget produsen produk yang butuh team penjualan.
Mbak bisa coba mulai dari dropshipper produk-produk retail. Jadi kita nggak perlu nyetok barang, nggak perlu packing, nggak perlu kirim-kirim juga, kita cukup promosi aja. Sambil nge-dropship sambil riset juga, nanti ketika ditengah jalan mampu untuk produksi sendiri, mulai lah produksi sendiri.
Di masa pandemi ini, kita harus pinter-pinter usaha yang bener-bener low risk, kita cuma butuh promosi yang agresif mengandalkan sosmed.
Tanya: Pada sering banget nih berseliweran promosi MLM di IG aku. Suami sempat nggak memperbolehkan tapi aku mau banget buat nambahin pemasukan. Kira-kira plus minusnya ikut MLM itu apa aja ya, Mbak?
Jawab: Saya sendiri pengalaman di MLM sekitar 5 tahun, sebetulnya banyak banget plusnya, hehe.
Terutama soal leadership dan ketangguhan kita untuk menghadapi prospek yang ini tuh terpakai saat kita punya bisnis sendiri, kalo niatnya belajar dulu sih enak di MLM banyak yang ngajarin.
Tapi tetep yaa yang namanya bisnis, mau MLM ataupun bukan MLM pasti ada targetnya. Kita harus komit sama targetnya, mau dapet penghasilan sekian, yaa harus ada effort yang sebanding.
Nggak ada kok MLM yang cuma ongkang-ongkang kaki, semuanya tetep butuh usaha dan komitmen kita jalanin bisnisnya.
Kalau misal suami belom mengizinkan ikut MLM, coba dulu jadi reseller atau dropshipper yang produsennya menjanjikan ada sesi training online-nya, jadi nggak cuma jualan aja, tapi dibekali banyak ilmu untuk bisa makin laris jualannya 🙂.
Karena memang situasinya sangat-sangat tidak stabil, tidak seperti biasanya, pola-pola bisnis yang kita jalankan sebelumnya bisa jadi tak berlaku di saat sekarang ini, kita sebisa mungkin harus bisa survive, kekuatan speed kita juga untuk melihat peluang pada apapun kondisinya.
(sif)
====================
Teman curhat merupakan program khusus yang diadakan di grup teman kumparan. Lewat Teman Curhat, teman kumparan bisa berkonsultasi, diskusi, dan curhat dengan para expert yang ahli di bidangnya. Yuk, gabung ke grup teman kumparan di Telegram melalui kum.pr/temankumparanMom. Jangan lewatkan keseruannya, ya!
