Tips Tetap Produktif Selama I'tikaf versi teman kumparan

Ayo gabung ke komunitas teman kumparan!
·waktu baca 3 menit

Bulan Ramadhan selalu jadi momen istimewa untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu amalan sunnah yang banyak dilakukan, terutama saat memasuki sepuluh malam terakhir adalah i’tikaf atau berdiam diri di masjid.
Selama i’tikaf, kamu bisa memanfaatkan waktu untuk memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, hingga mengikuti kajian yang diadakan di masjid. Mengingat waktunya cukup panjang dan suasananya cenderung tenang, nggak sedikit mu’takif yang terlena oleh rasa kantuk hingga berujung menyia-nyiakan waktu dengan tidur berlebihan.
Ditambah lagi, kalau waktu istirahat dan energi nggak diatur dengan baik, aktivitas keesokan harinya pun jadi ikut terganggu. Nah, untuk mengantisipasi hal tersebut, alangkah baiknya kamu sudah menyiapkan strategi sejak awal sebelum memutuskan untuk menjalani i’tikaf, ya.
Yuk, simak tips produktif selama i’tikaf dari teman kumparan di bawah ini!
Tips Tetap Produktif Selama I'tikaf ala teman kumparan
teman kumparan Rafi Wildan (27) sudah terbiasa menerapkan ritme i’tikaf tersendiri. Cara ini dilakukan agar ia bisa menyesuaikan waktu ibadah dengan kebutuhan serta kondisi tubuhnya.
Setelah sholat tarawih, ia biasanya menyempatkan waktu untuk membaca Al-Qur’an atau mengikuti kajian yang diadakan di masjid. Kemudian, memasuki tengah malam, Rafi akan beristirahat sejenak sambil menunggu waktu tahajud dan sahur tiba.
Selain menunaikan ibadah utama, Rafi juga kerap melakukan kegiatan bermanfaat lain untuk mengisi waktu senggang atau sekadar mengusir rasa penat. “Kadang aku juga baca buku yang sudah lama pengin dibaca atau dengar kajian lewat podcast,” katanya.
Di sisi lain, teman kumparan Fachrudia (24) juga punya pola aktivitas yang cukup teratur saat menjalani i’tikaf. Setelah tarawih, ia biasanya meluangkan waktu untuk tadarusan hingga sekitar pukul 11 malam. Setelah itu, ia beristirahat sejenak dan bangun kembali pada jam 3 pagi untuk melaksanakan tahajud sekaligus bersiap sahur.
Rutinitas malam yang sudah cukup rapi ini membuat Fachrudia nggak kesulitan menjalani aktivitas di pagi hari. “Karena malamnya sudah teratur, jadi pas pagi juga nggak terlalu ngantuk sih walaupun berangkat kerja,” ujarnya.
Mirip seperti Fachrudia, teman kumparan Dinar (25) juga cukup terstruktur dalam menyusun agenda i'tikafnya. Sebelum berangkat ke masjid, ia biasanya sudah menetapkan target kecil, mulai dari jumlah halaman Al-Qur’an yang ingin dituntaskan selama i’tikaf hingga menyiapkan durasi waktu khusus untuk berdoa.
Di luar rutinitas ibadah, ada juga aktivitas ringan yang membantunya tetap merasa rileks selama i’tikaf. Sesekali, teman kumparan asal Depok ini melakukan journaling dan refleksi diri lewat tulisan.
Baginya, suasana masjid dan momen i’tikaf sangat mendukung untuk berpikir lebih jernih. “Rasanya (i’tikaf) jadi momen yang pas buat mikir lebih tenang tentang banyak hal,” ujarnya.
Meski harus fokus untuk meraih berkah di bulan Ramadan, bukan berarti ia harus mengabaikan rutinitas kerjanya. Agar tetap produktif di kantor, Dinar biasanya menyesuaikan ritme kerjanya dengan kondisi tubuh.
Pagi hari ia gunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang lebih ringan terlebih dahulu. Setelah energi mulai stabil, barulah siang hari ia fokus mengerjakan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi lebih tinggi. Dengan cara ini, Dinar tetap bisa menjalani i’tikaf dengan khusyuk tanpa harus mengorbankan produktivitasnya di tempat kerja.
Nikmati serunya sharing hal-hal seru dengan ribuan teman baru di komunitas teman kumparan. Klik kum.pr/temankumparan
