News
·
16 Oktober 2019 12:03

Traveling untuk Melihat Sesuatu yang Baru

Konten ini diproduksi oleh Teman kumparan
Traveling untuk Melihat Sesuatu yang Baru (3155)
Dimas Ramadhan sedang berfoto bersama penduduk lokal. Dok: pribadi.
Tebak, apa barang yang tidak akan pernah dilupakan oleh Dimas Ramadhan?
ADVERTISEMENT
Sambal jawabannya. Kok sambal?
“Karena aku kadang gak cocok sama makanan di negara tersebut, kayak pas di India aku gak bisa makan curry-curry gitu.” kata Dimas. Pemuda 24 tahun yang adalah travel enthusiast dan pembuat konten travel di Instagram ini juga menambahkan bahwa selain sambal, barang yang wajib dibawa adalah smartphone. Karena semua informasi ada di dalam smartphone, mulai dari tiket, google, bookingan hotel, pesawat, all in one. Selain itu, yang dibawa adalah laptop untuk kebutuhan edit konten, headset, powerbank dan kebutuhan standar lainnya seperti paspor, tas backpack, perlengkapan mandi dan baju secukupnya.
Dimas yang lahir dan besar di ibu kota Indonesia, Jakarta sejak kecil memang menyukai kegiatan traveling dan fotografi. “Suka bepergian keliling dunia dan bertemu orang baru.” ungkap Dimas. Menurut Dimas, setiap traveling, ia selalu menemukan hal-hal baru yang tidak diketahui kalau hanya duduk diam di rumah. Pria yang suka hangout bareng teman atau naik gunung di kala weekend ini mengaku tempat yang paling berkesan adalah saat naik balon udara di Cappadocia, Turkey. “Karena viewnya bagus banget berasa lagi di dunia yang berbeda, penuh dengan kebahagiaan.” jelasnya.
Traveling untuk Melihat Sesuatu yang Baru (3156)
Foto Dimas saat traveling. Dok: pribadi.
Menjadi traveler pasti ada suka maupun dukanya. Jangan hanya pikir enaknya saja. “Nggak enaknya kalau tiba-tiba sakit, tersesat, gak ada yang bisa dimintain foto kalau jalan sendirian. Udah gitu kalo apes kadang barang hilang / dicuri .” ungkap Dimas. Ia menambahkan sisi sukanya yaitu bisa dapet banyak experience baru, pengetahuan baru, punya pengalaman yang berkesan dan punya temen baru. Kenya adalah tempat yang Dimas pengin datangi tapi belum kesampaian sampai sekarang. Kenapa Kenya karena Dimas mengimpikan bisa sarapan ditemani jerapah-jerapah yang unik di dalam restaurant (Giraffe Manor Hotel).
ADVERTISEMENT
Saat ditanya tentang preferensinya dalam bepergian: solo traveling atau ramai-ramai, ia menjawab keduanya sama-sama seru. “Waktu solo traveling kita bisa self healing atau me time, kadang ketemu teman baru jadi memperluas koneksi. Terus gak ada yang atur-atur jadwal perjalanan kita, jadi destinasi semau kita aja Nah kalau rame-rame juga asik karena bisa ketawa lepas bareng temen-temen, trus bisa ada yang fotoin kalo traveling.” kata Dimas.
Pria pemilik akun instagram @dimasramadhan ini berpesan kepada teman kumparan bahwa traveling adalah salah satu mata pelajaran untuk hidup kita, yang tidak akan kita bisa dapatkan di sebuah ruangan bernama kelas ataupun buku. “So let’s explore this world!!! Jangan takut dan percayalah pasti kamu bisa.” ungkap Dimas. Untuk teman kumparan yang ingin melihat cerita traveling Dimas Ramadhan bisa berkunjung ke blognya di dimasramadhan(dot)com. Jika ingin bekerja sama dengan Dimas bisa kontak ke contact@dimasramadhan.com.
ADVERTISEMENT