Viral #ButuhDriver, Aplikasi ini Dibuat untuk Atasi Ojol yang Terdampak Pandemi

Ayo gabung ke komunitas teman kumparan!

"Pesan dari aplikasi #ButuhDriver bukan mengatasnamakan ojol. Masa pandemi ini bukan seperti kompetisi, memutuskan pihak mana yang paling susah. Saya yakin semua sektor informal semuanya pasti terdampak. Tapi, bagaimana caranya kita bisa membantu satu sama lain sesuai dengan kapabilitas kita. Start small, start now."
Beberapa pekan silam, cuitan #ButuhDriver sempat ramai di Twitter hingga mencapai trending. Laman Twitter seketika dipenuhi oleh para driver ojek online yang secara serentak menuliskan tweet dengan hastag #ButuhDriver, dilengkapi dengan pelayanan yang masih bisa mereka tawarkan selama pandemi. Mereka juga menyantumkan nomor hp, domisili driver, serta foto selfie sebagai bukti.
Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) serta Work From Home (WFH) menyebabkan para driver yang biasanya mendapatkan pemasukan dari antar jemput penumpang, kini tak lagi bisa beroperasi. Fenomena trending-nya hastag #ButuhDriver membuktikan betapa banyaknya para driver ojol yang tak bisa beroperasi dan terancam tak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.
Permasalahan ini kemudian dilihat Muhammad Faiz Ghifari sebagai momentum yang tepat untuk membantu para driver ojol yang sedang kesulitan mencari orderan. Setelah melihat trending #ButuhDriver, pria ini sontak membuat aplikasi sederhana yang dapat memudahkan para driver ojol mendapatkan orderan, seperti layanan antar jemput barang dan makanan.
Aplikasi ini bertajuk #ButuhDriver, diangkat sesuai dengan keresahan para driver yang sempat trending di Twitter.
Pada tweet yang diunggahnya, Faiz mengatakan inisiatifnya ini merupakan murni aksi sosial yang sifatnya membantu para ojol yang terdampak. Jika para ojol biasanya mendapatkan potongan sebanyak 20% dari penghasilannya, maka aplikasi #ButuhDriver memberikan 100% hasil kerja para driver untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
"Harapannya, baik driver maupun customer bisa dapat harga lebih murah. Oleh anak bangsa, untuk #PejuangBangsa."
Faiz mengatakan, keinginannya untuk membantu teman-teman mitra driver sudah ada sejak lama. Karena berstatus mitra, para driver tak memiliki jenjang karir yang jelas. Mereka tidak punya jaminan untuk bisa memastikan kesejahteraannya untuk naik ke kelas sosial yang lebih tinggi karena berstatus bukan sebagai pegawai perusahaan.
Kondisi diperparah ketika mereka merasa nyaman dengan posisi tersebut. Ini memungkinkan para driver terjebak di kondisi skill trap. Ketika krisis melanda seperti sekarang, skill yang dimiliki tak bisa digunakan lagi, sehingga kondisi mereka pun menjadi semakin sulit.
Berlandaskan alasan tersebut, CEO Startup Bubays ini kemudian membuat aplikasi sederhana yang dapat mendata kontak ojol sekaligus wilayah operasinya. Ini dilakukan sebagai upaya untuk memudahkan para customer mencari ojek lokal yang masih beroperasi, sehingga para driver pun terbantu dan tetap bisa mendapatkan orderan.
"Simpelnya, hastag #ButuhDriver itu dikumpulkan di apps ini, bisa difilter dan disearch, jadi customer bisa kontak driver dari aplikasinya."
Beberapa update sudah dilakukan pada aplikasi #ButuhDriver. Kini, keamanan dari aplikasi tersebut sudah lebih baik dengan menerapkan verifikasi yang harus dilalui para driver sebelum terdaftar di apps. Selain itu, customer pun harus mengisi data diri lengkap untuk bisa mengontak para driver. Ini ditujukan untuk meminimalisir order fiktif bagi para driver.
"Jadi, driver harus verified terlebih dahulu baru bisa listed. Untuk meminimalisir order fiktif, customer harus isi data diri lengkap, setelah itu baru bisa muncul opsi kontak driver."
Dalam melakukan verifikasi data driver, Faiz dibantu oleh komunitas @GojekOnTwitt dan @GrabOnTwitt yang diinisiasi oleh Liam, salah satu driver ojek online yang terdampak pandemi. Sejauh ini, aplikasi #ButuhDriver mendapatkan respon positif dari para driver karena dapat dirasakan manfaatnya untuk tetap bisa mendapatkan orderan.
Selama masa PSBB, operasional para driver tetap diserahkan sepenuhnya kepada mereka. Aplikasi #ButuhDriver hanya memudahkan driver ojol untuk tetap mendapatkan orderan supaya bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Faiz juga mengimbau para driver untuk tetap menaati peraturan pusat dan daerah yang berlaku.
(sif)
