Konten dari Pengguna

Sampah Plastik, Penyumbang Terbesar Masalah Lingkungan di Sekitar Sekolah

Teon Loi

Teon Loi

MAHASISWA FAKULTAS ILKOM UNIVERSITAS KATOLIK SANTO THOMAS

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Teon Loi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

DALL·E oleh OpenAI, dihasilkan melalui ChatGPT.
zoom-in-whitePerbesar
DALL·E oleh OpenAI, dihasilkan melalui ChatGPT.

Sampah plastik masih menjadi salah satu penyumbang utama dalam daftar sampah terbanyak, baik dari limbah rumah tangga maupun limbah lainnya. Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ende, Kanis Se, saat ini sampah plastik terbanyak berasal dari lingkungan sekolah.

"Berdasarkan pengamatan kami, sampah plastik banyak ditemukan di sekitar lokasi sekolah, terutama di tempat-tempat di mana siswa membeli minuman kemasan atau jenis lainnya, dan gelas bekas minumannya tidak dibuang pada tempat yang seharusnya," ungkap Kanis Se, Sabtu (11/5/2024).

Dia menjelaskan bahwa penanganan masalah sampah plastik di sekitar sekolah harus dimulai dengan menyadarkan para siswa akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah plastik, seperti gelas atau botol bekas minuman, pada tempat yang telah disediakan.

Kanis Se juga menyoroti masalah perilaku masyarakat di Kota Ende yang belum sepenuhnya menyadari pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Dia menegaskan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ende terus fokus untuk mengubah perilaku masyarakat dalam mengatasi masalah sampah, dimulai dari pendidikan anak-anak sekolah hingga nantinya mereka membawa kebiasaan tersebut ke lingkungan tempat tinggalnya.

Sampah plastik merupakan jenis sampah yang sulit diurai, dan oleh karena itu, diperlukan kesadaran dari semua pihak untuk mengubah perilaku dalam memperlakukan sampah, khususnya sampah plastik, demi menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Theon Ernesman Loi, mahasiswa fakultas ilmu komputer universitas katolik santo thomas medan.