TEP UI Dorong Kemandirian Energi dan Penguatan UMKM Pala Werianggi

Tim 2 Ekspedisi Patriot UI 2026 bagian Komunikasi dan Kelembagaan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Jody Manggalaningwang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tim 2 Ekpedisi Patriot UI (TEP UI) Menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terarah di Kawasan Transmigrasi Werianggi

"Dulu kita ada PLTS hanya untuk penerangan saja. Sekarang kalau (PLTS Eksperimental) buat kami punya kegiatan (Aktifitas warga yang perlu menggunakan listrik), walau hanya di fasilitas umum tapi itu sudah baik, cukup baik buat kami. Kami sangat berterima kasih." Ungkapan rasa syukur diungkapkan oleh bapak Otniel Tatiorim ketika mengikuti diskusi tentang prgoram revitalitasi PLTS oleh Tim Ekspedisi Patriot UI (TEP UI). Upaya mewujudkan kemandirian energi berbasis energi baru terbarukan (EBT) di wilayah pelosok terus diperkuat. Revitalisasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal eksisting di Werianggi tidak hanya difokuskan untuk memulihkan akses penerangan, tetapi juga ditujukan secara strategis untuk mendukung operasional Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pengolahan produk pala lokal menuju kemandirian energi dan mendukung keberlanjutan ekonomi warga.
Produk UMKM dari buah pala sudah lama menjadi andalan sumber daya ekonomi bagi warga Werianggi dan sekitarnya. Mereka sering memanfaatkan fasilitas prioritas seperti Balai Kampung dan ruang kelas di SDN Werianggi untuk kegiatan pelatihan dan seminar tentang UMKM. Oleh karena itu, program revitalisasi akan mengubah peran PLTS eksisting menjadi PLTS eksperimental yang lebih relevan dengan tantangan dan kebutuhan masyarakat di SP 1 Werianggi khususnya dalam hal pemberdayaan UMKM. Hal ini sejalan dengan prinsip pengembangan dan inovasi sosial yang diemban oleh TEP UI 2026. Komitmen tersebut mengemuka dalam Forum Group Discussion (FGD) atau Diskusi Kelompok Terarah untuk Revitalisasi dan Tata Kelola PLTS Eksperimental yang diinisiasi oleh Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (UI), bersama Universitas Papua (UNIPA), PT PLN (Persero) ULP Wasior, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Distransnaker), Lembaga Dewan Adat Marga, Polsek setempat, serta tokoh masyarakat Werianggi dan Werabur pada 01 Oktober 2026.
Dalam diskusi tersebut, Ketua Tim Patriot UI, Ir. Ardiyansyah, S.T., M.Eng., Ph.D., menyampaikan bahwa proses perbaikan dan rekayasa teknis mencakup pembersihan panel surya, pengecekan komponen sistem PLTS, pengukuran tegangan baterai, hingga penggantian komponen inverter serta perbaikan fisik rumah PLTS telah berhasil dikerjakan.
"Secara umum komponen PLTS masih dapat dioperasikan dengan baik setelah dilakukan pemeliharaan dan perbaikan fisik. Revitalisasi ini diarahkan untuk menopang kebutuhan fasilitas umum serta sentra UMKM produk pala agar memiliki pasokan energi yang mandiri dan andal. Akan tetapi memang masih terdapat tantangan (Efisiensi kinerja PLTS) jika kondisi cuaca mendung, namun dengan optimalisasi kapasitas yang ada, kita optimistis fasilitas ini siap kembali melayani masyarakat," ujar Ardiyansyah.
Sinergi antar lembaga juga diwujudkan melalui edukasi teknis dan keselamatan kesehatan dan keamanan kerja (K3). Akademisi UNIPA memberikan pembekalan komprehensif mengenai konsep dasar kelistrikan, alur kerja sistem photovoltaic (PV), fungsi Solar Charge Controller (SCC) dan jantung dari sistem PLTS yaitu inverter. Sementara itu, pihak PLN mengingatkan pentingnya aspek K3 kelistrikan, bahaya penggunaan berlebihan terminal kabel, hingga penanganan jarak aman jaringan dari pepohonan. Kedua instansi narasumber itu juga mengingatkan pentingnya pemeliharaan rutin sesuai standar operasional prosedur (SOP), agar PLTS Eksperimental hasil revitalisasi ini dapat beroperasi lebih lama dan lebih berdampak bagi masyarakat.
Dukungan penuh juga turut mengalir dari kelembagaan adat dan aparat keamanan setempat. Ketua Dewan Adat Marga setempat mengimbau seluruh elemen warga untuk menumbuhkan rasa memiliki dan turut menjaga fasilitas tenaga surya (PLTS) yang telah diperbaiki.
"PLTS ini adalah peluang awal dan sarana bersama yang harus kita jaga. Saya mengajak warga, aparat, dan pemangku kepentingan untuk sadar diri merawat fasilitas ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan dan tidak kembali terbengkalai," tegas Yohanis Godlief Kurube, Ketua Dewan Adat Marga Kurube Werianggi Tatiorim (KUWETA).
Terarkhir dan tidak kalah penting disampaikan oleh Polsubsektor Nikiwar yang diwakili oleh Kanit Binmas, Bripka Putu Dedy. Guna menjaga keamanan aset dari potensi sengketa maupun tindakan vandalisme, pihak Polsek mengondisikan patroli dialogis berkala serta sosialisasi aturan hukum terkait perlindungan fasilitas publik.
Selain itu, sebagai langkah konkret keberlanjutan Operation and Maintenance (O&M), FGD ini menyepakati pembentukan tim teknis lokal yang terdiri dari perwakilan warga kampung untuk mengikuti pelatihan langsung (hands-on training) pemeliharaan sistem PLTS. Diharapkan apa yang dikerjakan oleh TEP UI dapat menjadi manfaat yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat. (JM)
