Pendataan Kawasan Transmigrasi Teluk Wondama oleh Tim Ekspedisi Patriot UI

#KoperasiKuatKitongHebat
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Tim 1 KT Werianggi-Werabur UI Ekspedisi Patriot 2026 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tiga tim dari Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (TEP UI) mengunjungi sejumlah dinas di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, pada 20-21 Agustus 2026. Untuk mengumpulkan data terkait pengembangan Kawasan Transmigrasi (KT) Werianggi-Werabur, Distrik Nikiwar.
Kunjungan ini merupakan bagian dari Ekspedisi Patriot Tahap II Tahun 2026 yang melibatkan beberapa tim, salah satunya Tim 1 yang beranggotakan Muhammad Husni dan Muhammad Gufie Trio Nanda.
Adapun fokus tujuan penelitian Tim 1 yang dilakukan terkait dengan Optimalisasi Peran Koperasi dalam Sistem Distribusi Komoditas Lokal dan Akses Pasar Masyarakat Kawasan Transmigrasi Werianggi-Werabur, Distrik Nikiwar, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat.
Lima tempat, satu tujuan
Selama dua hari, tim menemui pejabat di empat instansi: Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindagkop); Dinas Pertanian dan Pangan; Badan Pusat Statistik (BPS); dan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker), sebelum mengakhiri rangkaian kunjungan di Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D).
Data yang dihimpun akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan pembangunan dan strategi percepatan ekonomi di KT Werianggi-Werabur, sejalan dengan tiga fokus riset di atas: penguatan koperasi dan akses pasar, pengembangan hasil hutan bukan kayu, serta peternakan sapi berbasis lingkungan.
Pertemuan pertama berlangsung di Dinas Perindagkop, di mana Kepala Dinas Ekbertson Karubuy, S.E., menyambut tim untuk koordinasi awal mengenai kondisi kelembagaan ekonomi setempat. Data ini relevan khususnya bagi riset tim satu soal koperasi dan distribusi komoditas.
Di Dinas Pertanian dan Pangan, Kepala Dinas Korneles Paduai, SST., M.Si., memberikan data lebih rinci yang dibutuhkan tim untuk mendukung penelitian mereka, termasuk data yang berkaitan dengan komoditas hasil hutan bukan kayu dan sektor peternakan.
Sementara itu, di BPS, Kepala BPS Suti Wardani, S.Kom., M.Si., menerima permohonan data sekunder dari tim yang berkaitan dengan tema koperasi, pertanian, dan peternakan, mencakup ketiga fokus riset TEP UI di kawasan tersebut.
Kunjungan terakhir pada Kamis dilakukan ke Distransnaker. Kepala dinas, Adhar, S.Pt., memaparkan sejarah dan perkembangan program transmigrasi di KT Werianggi-Werabur, sekaligus menyampaikan sejumlah rencana kegiatan mendatang yang akan diselenggarakan Distransnaker Kabupaten Teluk Wondama dalam waktu dekat.
Di BP4D, pembahasan bergeser ke arah pembangunan fisik dan peluang kolaborasi
Rangkaian kunjungan ditutup pada Jumat (21/8) di kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D), instansi yang berperan sebagai simpul perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Teluk Wondama.
Tim diterima oleh Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang), Elisa Hendrik Kurube, dalam sesi yang membahas dua hal utama: rencana pembangunan fisik di KT Werianggi-Werabur, dan program-program mendatang yang berpotensi disinergikan dengan agenda penelitian TEP UI, termasuk kemungkinan keterkaitannya dengan tiga topik riset yang sedang dijalankan tim, mulai dari penguatan koperasi, pengembangan HHBK, hingga peternakan sapi berbasis lingkungan.
Posisi BP4D sebagai lembaga yang menghimpun dan mengoordinasikan data lintas dinas untuk perencanaan jangka menengah dan panjang menjadikan pertemuan ini sekaligus ajang klarifikasi data yang telah dikumpulkan tim dari empat dinas sebelumnya, agar dapat disandingkan dengan basis data perencanaan resmi daerah.
Bagian dari koordinasi lintas sektor
Rangkaian kunjungan TEP UI disebut sebagai bagian dari koordinasi lintas sektor untuk mendukung pemetaan dan penyusunan rekomendasi pembangunan KT Werianggi-Werabur, agar arah pembangunan lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta kondisi lingkungan setempat.
Di kesempatan terpisah, ketua Tim 1 Agung Nugroho, yang juga dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, melakukan kordinasi dan audiensi dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Papua. Koordinasi yang dilakukan merupakan potensi kerjsama diantara keduanya dalam pengembangan Kawasan Transmigrasi Werianggi-Werabur. Tentunya berdasarkan audiensi tersebut diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan dimasyaratkan berdasarkan bidang keilmuan yang ada di Universitas khususnya mengenai kelembagaan ekonomi.
Sejalan dengan itu, anggota tim 1 yaitu Reza dan Fotuho Febrianus Zega melakukan diskusi dengan beberapa tim untuk pelaksanaan FGD bersama. FGD yang dilakukan merupakan salah satu cara untuk bisa memetakan dan identifikasi awal mengenai kondisi perekonomian yang ada di masyarakat.
Tidak hanya terfokus pada hal tersebut, penguatan kelembagaan ekonomi diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi perkembangan ekonomi masyarakat. Pendampingan secara berkelanjutan menjadi langkah penting agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan bagi semua kalangan masyarakat khususnya di bidang kelembagaan ekonomi.
